
Akbar menatapnya lalu menariknya untuk kembali mendekat ke arahnya.
"Akbar, jangan seperti ini" tegur Mila
"Kenapa? Kita hanya duduk" jawab Akbar
"Tapi ini terlalu dekat, aku tidak mau nanti orang salah paham melihat kita" jawab Mila dan kembali menjauhkan tubuhnya.
"Tidak akan"
"Kalau istri mu melihat, bagaimana?"
"Kami sudah bercerai" jawab Akbar dengan tenang.
"Apa?" lagi-lagi Mila dibuat tercengang. Hari ini begitu banyak kejutan yang ia dapatkan. Mila menatap Akbar dengan sorot mata meminta penjelasan.
"Rania mengajukan cerai setelah enam bulan kelahiran Maxwell, kami bercerai dan dia melanjutkan pendidikannya di Amerika" jawab Akbar seolah mengerti tatapan Mila.
"Lalu bagaimana dengan Maxwell?" tanya nya lagi.
"Rania tidak bisa membawanya ke Amerika, dia meninggalkannya disini"
"Jadi maksud mu, kamu merawat Maxwell seorang diri ?"
"Iya, dia anak yang lucu" tersenyum mengingat wajah Maxwell yang menggemaskan. "Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, lagi pula dia anak kandung Kakak ku" sambungnya.
"Akbar, ini pasti berat bagimu" ucap Mila dengan perasaan iba.
"Awalnya memang terasa seperti itu, tapi sekarang aku menikmatinya"
"Jadi sekarang kamu...kamu" Mila ragu untuk melanjutkan ucapannya.
"Iya, sekarang aku seorang duda" jawab Akbar mengerti apa yang ingin dikatakan Mila.
"Duda punya anak satu" sambungnya lagi yang disertai senyum lebar dikedua sudut pipinya.
Mila ikut tersenyum melihatnya seperti itu. Suasana diantara mereka mulai mencair. Sekarang mereka terlihat lebih santai.
"Lalu kapan Rania menyelesaikan pendidikannya dan kembali kesini?"
"Entahlah, aku tidak pernah menanyakannya, tapi dia cukup sering mengunjungi Maxwell, setiap libur dia akan ke rumah dan mengunjungi Maxwell" jawab Akbar menjelaskan.
Hp Mila berdering menandakan ada pesan masuk. Dia segera membuka Hpnya dan melihat pesan masuk itu.
Jangan berlama-lama dengannya, cepatlah kembali ke aula, acara sudah hampir selesai. Nayra.
Pesan itu ternyata dari Nayra. Setelah membaca pesan itu, tidak berapa lama satu pesan lagi masuk, Mila membacanya lalu mengetik untuk membalasnya. Mila kembali menutup Hp nya dan memasukkannya kedalam tas.
"Aku akan kembali ke aula, acaranya sudah hampir selesai" ucap Mila lalu beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"Aku akan ikut dengan mu" lalu ikut beranjak.
"Hmmm... baiklah"
Mereka berdua berjalan bersama ke aula, begitu memasuki aula, Mila berusaha mencari Nayra di kerumunan orang banyak itu.
Pembawa acara sudah memanggil junior SMA Pelita yang berpartisipasi di acara tersebut sebagai persembahan untuk menutup acara, namun ketika melihat Akbar dan Mila dia dengan cepat meraih kembali mikropon yang di depannya.
"Maaf, sepertinya ada yang terlewat tadi" ucapnya yang membuat semua orang terdiam dan saling menanyakan apa yang terlewat, junior yang akan tampil pun kembali turun dari panggung.
"Ini memang reuni yang sangat istimewa, pasangan fenomenal kita hadir disini" ucapnya dengan lantang membuat keadaan jadi ricuh. Semua reuni mencari-cari pasangan yang dimaksud, hingga akhirnya mereka menyadari kehadiran Akbar dan Mila. Semua mata tertuju pada mereka hingga Mila harus menundukkan pandangannya.
"Ini menyebalkan" gerutu Mila sambil menutupi wajahnya.
"Akbar, Carmila, tolong naiklah ke panggung" ucap si pembawa acara.
Seketika orang yang berada disekeliling mereka langsung bersorak meminta agar mereka naik ke panggung.
Akbar tersenyum dan menarik tangan Mila menuju panggung, tampaknya dia sangat menikmati sorakan itu. Sesampai di atas panggung, mereka berdiri di samping pembawa acara.
"Aku hampir menghadiri setiap reuni dan tidak pernah melihat salah satu pun diantara kalian berdua, tapi hari ini....hari ini kalian hadir bersama" ucap si pembawa acara dengan bersemangat. "Kalian adalah pasangan idola ku" sambungnya yang membuat Mila tersipu malu mendengarnya.
"Terima kasih" jawab Akbar. Dia terlihat sangat tenang padahal Mila sangat gugup.
"Jadi apa yang membuat kalian hadir disini ?" tanya nya lagi.
"Umm.. Entahlah, mungkin ini takdir" jawab Akbar yang membuat semua orang bersorak girang. Sementara Mila hanya menunduk malu berada di atas panggung seperti ini.
"Iya" jawab Akbar singkat
"Jadi, apa ini pertemuan pertama kalian setelah sekian lama tidak bertemu? " lanjut si pembawa acara dengan antusiasnya, dia sangat bersemangat dalam wawancaranya. "Maaf, tapi aku sangat penasaran, dan aku yakin semua yang disini juga ingin tahu" sambungnya yang langsung disambut sorakan setuju dari semua orang.
"Iya benar, ini pertemuan pertama kami" jawab Akbar. Mendengar itu, semua orang terlihat tercengang.
"Entah kenapa sekarang aku sangat berdebar" kata si pembawa acara sembari tersenyum . "Sekarang aku bingung, ini reuni alumni SMA Pelita atau reuni kalian berdua? Apa ini reuni cinta Carmila dan Akbar?" lanjutnya yang semakin membuat para reuni semakin bersorak. Mereka mulai berbisik mengenai rumor yang selama ini beredar tentang hubungan Mila dan Akbar.
"Jadi, setelah sekian lama berpisah, apa kalian memutuskan untuk bersama kembali ? " tanya si pembawa acara, semua terdiam menantikan jawabannya.
Mila yang sedari tadi menundukkan kepala pun mulai mengangkat kepalanya, sepertinya dia juga ingin tahu jawaban yang akan keluar dari mulut Akbar.
Akbar menatap Mila, untuk sesaat mereka saling bertatapan. Akbar menarik napas lalu menjawab. "Tidak".
Semua orang terkejut mendengarnya, si pembawa acara yang tadinya tersenyum lebar kini langsung terdiam. Sementara Mila dan Akbar masih saling bertatapan.
"Kenapa?" si pembawa acara terlihat sangat kecewa.
"Karna sebenarnya kami tidak pernah putus" mengalihkan pandangannya. "Kami berpisah namun tidak pernah putus" lanjutnya, sorakan ramai kini kembali mengisi aula itu. Mereka bernapas lega setelah mendengar jawaban Akbar bahkan si pembawa acara langsung bertepuk tangan dan langsung diikuti yang lain.
Akbar kembali menatap Mila dan mengedipkan matanya.
__ADS_1
Ditengah sorakan dan tepukan tangan itu, ada beberapa orang yang hanya diam dan terlihat kesal, diantaranya adalah Tina, Dara, dan Rio. Mereka yang paling tidak suka melihat Akbar dan Mila bersama lagi. Bahkan Rio langsung meninggalkan aula tersebut karna tidak tahan melihatnya.
Disisi lain, Irene sangat senang melihat pertunjukan itu, dia tidak berhenti tersenyum dan terus bertepuk tangan.
"Mereka memang ditakdirkan bersama" ucapnya.
Nayra yang berdiri disampingnya langsung menatapnya kesal.
"Takdir apanya? menyebalkan" balasnya yang membuat Irene berhenti tersenyum.
Bagi kebanyakan orang, ini mungkin momen romantis, pertemuan kembali antara pasangan yang sudah lama berpisah, karna mereka hanya melihat dari pertemuannya saja, mereka tidak tahu bagaimana Mila bertahan selama ini. Bagi Nayra, melihat Akbar sekarang, itu kembali mengingatkannya bagaimana dulu Mila menangis dipelukannya.
******
Acara reuni telah usai, semua mulai membubarkan diri dan bergegas untuk pulang.
Nayra dan Irene mendatangi Mila yang baru saja turun dari panggung bersama Akbar. Nayra menatap Akbar dengan sinis, lalu menarik tangan Mila dan membawanya keluar dari aula tersebut.
Sesampai di parkiran, mereka mendapati seorang pemuda dengan pakaian rapi berdiri degan tegap dihadapan mereka. Pemuda itu tersenyum kearah mereka.
"Hai!" sapanya sambil melambaikan tangannya. Nayra dan Irene saling bertatapan, karna mereka sama sekali tidak mengenal orang ini. Namun Mila, dia tersenyum dan membalas lambaian pemuda itu.
Mila berjalan mendekat ke arah pemuda itu.
"Kenapa kamu ada disini?" kata Mila.
"Aku menjemput mu" ucapnya dengan tersenyum ramah.
Nayra dan Irene berjalan mendekat. Mereka ingin melihat pemuda ini lebih dekat.
"Oh ya, kenalkan ini sahabat ku, Nayra dan Irene" Mila memperkenalkan kedua sahabatnya.
Pemuda itu mengulurkan tangannya.
"Aldo" ucapnya memperkenalkan dirinya. Mereka saling berjabat tangan.
"Kita pergi sekarang?" ucap Aldo.
"Baiklah" jawab Mila. "Aku pulang dengan Aldo ya, lusa kita jumpa lagi" pamit Mila lalu mengikuti Aldo masuk kedalam mobilnya. Bersamaan dengan itu, Akbar pun muncul dan melihat Mila pergi dengan Aldo.
Akbar menatap mobil yang membawa tubuh Mila dengan tatapan sendu. Nayra mendekatinya dan kembali memberinya tatapan sinis.
"Jangan harap bisa kembali dengan Mila, dia sudah punya seseorang yang jauh lebih baik dari mu" cibir Nayra lalu mengajak Irene pergi dari tempat itu dan meninggalkan Akbar.
Akbar tidak menjawabnya, dia berdiri memandang mobil itu sampai menghilang dari pandangannya.
-
-
__ADS_1
-
bersambung......