
Mila menjelaskan dengan setengah hati. Dan sesekali melirik kearah Akbar yang terus memandanginya.
"hmmm, jangan memandangiku seperti itu "tegur Mila pada Akbar.
"aku tidak memandangimu, aku hanya mendengarkan penjelasan darimu" sengkal Akbar
"jelas jelas dari tadi kamu hanya menghadap kearah ku dan memandangiku"jawab Mila dengan kesal
"jadi menurutmu aku harus hadap mana? apa aku harus menghadap kesana dan membelakangimu seperti ini? "sambil mencoba membelakangi Mila lalu berbalik kembali.
"iya, seperti itu akan lebih baik"jawab Mila makin kesal. Akbar menahan tawanya melihat wajah Mila yang sedang kesal.
"emang apa salahnya kalau aku memandangimu?, apa kamu grogi? "bisik Akbar ditelinga Mila.
"gak usah kepedean kamu, siapa juga yang grogi" bentak Mila yang membuat Akbar tertawa mendengarnya.
Tidak lama kemudian bel pun berbunyi yang menandakan jam istirahat telah usai. Mendengar bel itu, Mila langsung beranjak dari duduknya.
"aku mau kembali ke kelas ku"pamit Mila dan berlalu meninggalkan Akbar tanpa menunggu jawaban dari Akbar.
__ADS_1
Mila setengah berlari menuju kelasnya dan sesampai di depan perpustakaan dia berpapasan dengan Nayra, Irene, yuda, Ifan dan parto, mereka baru saja keluar dari perpustakaan itu.
"Mila, kamu dari mana saja?" tegur Nayra.
"Dari taman" jawabnya singkat
"apa sepanjang istirahat tadi kamu bersama Akbar?" sambung Irene.
"apa? jadi selama istirahat kamu bersama Akbar? " timpal Yuda dengan terkejut begitu juga dengan Ifan dan Parto. Mila tidak menyahut, dia hanya menganggukkkan kepalanya tanpa bersuara.
"gimana ceritanya kalian bisa istirahat bersama, dan kenapa kamu mau Mila? " tanya Nayra dengan hebohnya.
Mila tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya, dia benar benar pusing dengan pertanyaan pertanyaan teman temannya. Tidak puas dengan jawaban Mila, Nayra dan yang lainnya pun saling melontarkan pertanyaan lagi. Mila tidak mau lagi menjawabnya, dia berjalan mempercepat langkahnya hingga teman temannya kesulitan mengejarnya.
Jam pelajaran telah usai, Akbar merapikan bukunya kedalam tas lalu akan bergegas untuk keluar dari kelasnya. Akbar berjalan yang diiringi Nando disampingnya. Begitu sampai di pintu, tiba tiba Bima datang menghampirinya.
"Akbar, bisa tidak hari ini aku numpang denganmu, motor ku masuk bengkel" kata Bima.
"Tidak bisa" jawabnya santai
__ADS_1
"Ayolah Akbar, kali ini saja" kata Bima dengan memelas
"Kau dengan Nando saja, hari ini sudah ada yang numpang denganku"
"siapa? "serentak Nando dan Bima bertanya. Bersamaan dengan itu Mila pun datang dan berdiri tepat di depan mereka bertiga.
"dia" kata Akbar sambil menunjuk Mila, sementara Mila menatapnya tidak suka.
"dia memohon mohon agar aku bersedia mengantarkannya pulang" sambung Akbar dengan senyum memamerkan lesung pipi.
"kamu sendiri yang membuat persyaratan konyol ini" jawal Mila kesal dengan setengah berteriak.
Nando dan Bima mengernyit bingung dan saling pandang. Akbar tidak menyahut ucapan Mila, dia langsung menarik tangan Mila meninggalkan Nando dan Bima.
Semua orang memperhatikan Akbar yang menarik narik tangan Mila tidak terkecuali Dara dan Tina, mereka iri dan kesal terhadap Mila yang bisa dekat seperti itu dengan Akbar.
Begitu sampai diparkiran Mila menepis kasar tangan Akbar.
"lain kali tidak perlu menyeret ku seperti ini, aku bisa jalan sendiri" bentak Mila, Akbar tidak menjawab dia hanya menatap dingin ke arah Mila.
__ADS_1
Akbar mulai menaiki motornya lalu menyalakan mesin motornya, diliriknya Mila yang masih diam mematung.
"kenapa diam saja, ayo naik". Mila pun menurut menaiki motor Akbar. Akbar melajukan motornya meninggalkan SMA PELITA, dari kejauhan Nayra dan Irene histeris melihat teman mereka boncengan dengan Akbar. Mereka berteriak memanggil Mila, namun Mila sama sekali tidak mendengar mereka.