Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Hubungan Irene dan Aldo


__ADS_3

Pagi ini mereka sudah berada di meja yang sama untuk memulai sarapan. Irene yang tadi malam pulang ke apartemennya pun sudah kembali ke hotel ini dan ikut duduk bersama yang lain.


Sarapan dengan berbagai menu sudah terhidang di meja. Nayra dan Nando sudah memulai sarapan, keduanya terlihat malu-malu sejak memasuki ruangan ini. Sepertinya mereka telah menghabiskan malam yang panjang bersama. Mila juga sudah mulai menyantap sarapannya dengan sesekali membantu Maxwell yang ada disampingnya.


Semua terlihat menikmati, kecuali Akbar. Ia merasa tidak memesan menu sarapan ini dan mulai menduga-duga siapa yang memesannya untuk mereka. Belum lagi ruangan yang mereka tempati saat ini terlihat sepi dan sepertinya memang dikhususkan untuk mereka. Akbar mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, sangat jelas ini adalah ruangan VIP yang sangat mewah. Akbar semakin merasa janggal saat menyadari perlakuan istimewa yang mereka terima dari semua staff sejak kemarin.


"Irene! Apa kamu yang pesan sarapan dan ruangan ini?". Semua langsung menatap Akbar. Mereka pikir kalau Akbar-lah yang menyiapkan ini semua. Secara dari tiket pesawat dan hotel Akbar sendiri yang urus.


"Sayang, yang pesan hotel bukannya kamu ?". Mila mewakili pertanyaan yang ada dipikiran Nayra dan Nando.


"Aku hanya memesan kamar, dan ya, sarapan termasuk juga. Tapi aku sangat yakin sarapan yang seharusnya kita dapatkan tidaklah semewah ini. Dan ruangan ini, aku tidak pernah pesan ruangan khusus seperti ini". Mendengar penjelasan Akbar, serentak mereka beralih menatap Irene. Menatap gadis itu dan berharap segera diberikan penjelasan.


Merasa dirinya dituntut, Irene pun mulai membuka suara.


"Emmm... sebenarnya.... ". Bersamaan dengan itu, Aldo datang dan memasuki ruangan yang mereka tempati. Perhatian mereka pun teralihkan pada pria itu. Mila menatapnya dengan dahi berkerut, mencoba menebak alasan Aldo kembali ke hotel ini dan mendatangi mereka. Begitu juga dengan Nayra, dia langsung memasang muka masam kala melihat Aldo. Sementara Akbar, dengan jelas memberinya tatapan marah. Berbeda dengan Nando yang terlihat biasa saja, dia masih melanjutkan sarapannya seperti Maxwell yang sama sekali tidak terusik dengan kehadiran Aldo. Ya, anak kecil itu tentunya belum bisa memahami situasi saat ini.

__ADS_1


"Kamu mau apa lagi kesini?". Nayra yang pertama bertanya dengan suaranya yang tinggi.


"Aku tiap hari ke sini, Papa ku adalah pemilik saham terbesar di hotel ini dan aku disini membantu Papa mengawasi seluruh staff yang bertugas". Aldo menjawab dengan santai. Menarik salah satu kursi yang masih kosong dan duduk disambung Irene.


"Irene, apa itu benar ?". Nayra yang tidak percaya dengan ucapan Aldo langsung mencari kebenarannya pada Irene.


Irene mengangguk pelan membenarkan ucapan Aldo. Mila memejamkan matanya, ia sangat tidak mengerti dengan sikap Irene ini. Seharusnya dari awak Irene memberitahu mereka kalau hotel ini milik keluarga Aldo, dengan begitu mereka bisa saja mencari hotel lain tanpa harus bertemu dengan Aldo. Apa Irene lupa bagaimana hubungan mereka dengan Aldo, Mila bertanya-tanya dalam hati.


"Astaga Irene, apa sih yang ada dalam pikiran kamu?. Kenapa kamu malah menjebak kami kesini?. Katakan kalau itu tidak benar". Nayra terlihat marah.


"Maaf sebelumnya karena aku tidak jujur. Tapi apa yang dikatakan Aldo itu memang benar. Semua fasilitas dan pelayanan yang kalian dapatkan itu karena Aldo yang meminta semua staffnya untuk melayani kalian dengan baik". Irene memulai penjelasannya dan berharap amarah teman-temannya bisa mereda. Tapi nyatanya hal itu malah membuat Akbar semakin kesal. Suami sahabatnya itu langsung menatapnya gusar.


"Kita pindah hotel!". Langsung membuat keputusan. Ia tidak mau mengambil risiko dengan membiarkan Mila berada disekeliling Aldo, pria yang sebelumnya melukai istrinya hingga membuatnya terbaring dirumah sakit. Ingatannya masih sangat jelas bagaimana Aldo menyiksa Mila saat itu.


"Aku dan Aldo berpacaran". Mata Mila dan Nayra langsung membulat mendengarnya. Akbar yang tadinya mau beranjak pun kini hanya diam, ia mengurungkan niatnya yang akan mengajak yang lain pergi.

__ADS_1


"Irene! Kamu masih waras kan?". Nayra benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Irene.


"Irene". Mila menatap mata Irene.


"Aku tahu kalian akan memberi respon seperti ini, aku juga tahu kalau kalian akan menolak Aldo. Itu sebabnya aku tidak memberi tahu kalau hotel yang kalian booking itu milik keluarganya, dan aku menyuruh Aldo menjemput kalian dibandara supaya kalian bisa melihat Aldo yang sekarang sudah berubah, dulu dia memang melukai Mila, tapi sekarang dia sudah sembuh, dia tidak seperti itu lagi". Irene sangat bersungguh-sungguh membela Aldo. "Mila, kamu mau kan maafin Aldo?".


"Apa sih yang membuat kamu sangat yakin dengan dia?. Kamu tidak takut kalau nanti dia melukai mu juga?. Kamu lupa bagaimana dia... ". Mila menahan Nayra yang masih memberi penolakan atas hubungan Irene dan Aldo. Mila memberinya isyarat untuk diam, dan beralih menatap mata Irene yang mulai berkaca-kaca.


Sejenak mereka pun terdiam. Suasana menjadi sunyi, Irene menahan diri untuk tidak mengeluarkan air matanya. Dari awal hubungan mereka sudah ditentang banyak orang, dan dia sangat berharap kalau teman-temannya akan mendukungnya, namun ternyata mereka malah lebih menolak hubungannya bersama Aldo. Mengingat perbuatan Aldo saat itu memang wajar sih mereka seperti ini, tapi Irene sangat yakin kalau Aldo sudah sembuh, Aldo sudah berubah, dan yang paling penting, dia menyukai Aldo. Dia menyukai pria itu dengan segenap hatinya. Meskipun hubungan mereka baru seumur jangung, tapi ia sangat yakin dengan perasaannya.


"Aku tahu, pasti sangat sulit untuk kalian bisa memaafkan perbuatan ku. Aku juga tidak bisa memaksa kalian untuk melupakan hal itu, tapi tolong beri aku kesempatan untuk bisa memperbaiki kesalahan ku. Aku benar-benar menyukai Irene, dan kami saling menyayangi. Sebagai sahabatnya, Irene sangat ingin mendapat dukungan dari kalian. Irene tidak bersalah, aku yang salah disini. Aku akan berusaha perbaiki kesalahan ku, jadi tolong beri aku kesempatan untuk menebusnya". Aldo menggenggam erat jemari Irene, dan terlihat jelas kalau dia bersungguh-sungguh dengan ucapannya.


Tidak ada yang mengeluarkan suara lagi. Mereka terdiam dan perlahan melanjutkan sarapan masing-masing.


Selesai sarapan, Akbar dan Nando terlebih dahulu beranjak dari tempat duduknya, Akbar membawa Maxwell ikut bersamanya. Melihat Akbar dan Nando yang beranjak, Aldo pun ikut beranjak dan ikut meninggalkan ruangan tersebut. Kini tinggal ketiga gadis itu diruangan ini.

__ADS_1


Introgasi dimulai lagi. Mila dan Nayra kembali menanyai Irene perihal kebenaran hubungannya dengan Aldo. Dan sama dengan sebelumnya, Irene mengaku sangat menyukai Aldo dan percaya kalau Aldo sudah berubah. Hingga pada akhirnya Mila dan Nayra pun memberi restu hubungan mereka. Meski belum sepenuhnya yakin dengan Aldo, tapi seperti yang diinginkan Aldo, mereka memberikan Aldo kesempatan. Terakhir mereka bertiga pun berpelukan.


__ADS_2