
Akbar melajukan motornya dengan kecepatan sedang yang diikuti Nando dari belakang. Namun di tengah jalan Akbar menghentikan motornya.
"Ada apa akbar? kenapa berhenti?" tanya Nando yang ikut berhenti disamping motor akbar.
"Saya lupa hari ini ada janji dengan papa, jadi kamu duluan aja"jawab akbar
"hmmm oke, kalau begitu saya duluan" dan berlalu meninggalkan akbar. Setelah Nando menghilang dari pandangannya dia menghidupkan kembali motornya dan melaju melawati jalanan yang ramai ini. Tiba disebuah restoran mewah akbar memarkirkan motornya lalu masuk kedalam restoran tersebut.
"Selamat siang Tuan"sapa para pegawai restoran menyambut kedatangan akbar, dan bukannya menyahut dia malah berjalan lurus meninggalkan para pegawai yang menyambut nya. Akbar menuju ruangan vip dan menemui papanya. Setelah mendapati meja papanya dia langsung duduk di kursi yang persis didepan papanya.
"Kamu sudah datang" dengan senyum papa menyambutnya
"iya pa" jawab akbar singkat
"papa sudah pesankan kamu makanan kesukaanmu, ayo makan dulu"ajak papanya
"tidak pa, tadi akbar sudah makan bersama nando"
"owh sayang sekali padahal papa sudah menyiapkan makan siang ini untuk mu"dengan senyum menatap akbar
"Ada apa papa meminta akbar datang kesini"
"Papa ingin makan siang bersama mu, itu saja" lalu kembali senyum
"tapi akbar curiga, sepertinya ada yang lain" sambil mengamati papanya
"apa kamu tidak senang makan siang dengan papa?" masih dengan senyumnya
"tidak, sebelum papa mengatakan tujuan papa mengundang akbar kesini"ancam akbar
"hahahahhaa" papanya tertawa lepas dan akbar mulai tersenyum yang membuat lesung pipinya terlihat jelas.
"hmmm... papa ingin kamu pindah sekolah ke amerika, supaya pendidikan kamu lebih terjamin dan sejujurnya papa akan senang kalau kamu bisa satu sekolah dengan kakak kamu" memulai pembicaraan serius
"tapi akbar sudah nyaman disekolah ini dan akbar suka disekolah ini" jawabnya dengan sedikit kesal
"kemarin papa mendapat laporan dari pihak sekolah mu, katanya kamu sering bolos, suka melanggar peraturan sekolah dan suka tidur dijam pelajaran berlangsung" menatap akbar dengan tajam
"papa pikir kamu tidak suka di sma pelita, karna kalau kamu suka, kamu tidak akan berbuat seperti ini" lanjut papanya dengan tegas. Akbar terdiam dan menunduk tidak berani menjawab ataupun membantah.
"apa yang membuat kamu sering bolos? bertanya dengan sedikit membentak
"maaf pa, akbar tidak akan mengulanginya lagi" masih menunduk
"Dari awal kamu yang memilih untuk masuk ke sma pelita, tapi lihat apa yang kamu perbuat ? meskipun sekolah itu punya kakek kamu, bukan berarti kamu bisa berbuat seenaknya" mulai mengeraskan suaranya
__ADS_1
"sekarang kamu pilih, pindah sekolah ke amerika atau memperbaiki sifat mu? tanya papa dengan tegas
Akbar punya seorang kakak yang bernama Dika yang saat ini tengah menempuh pendidikan di amerika. Dika adalah orang yang rajin dan disiplin, sangat berbeda dengan akbar yang tidak mau di atur. Meskipun akbar senang dengan Dika namun tinggal satu rumah dengan Dika adalah mimpi buruk bagi akbar karna Dika punya banyak aturan yang selalu harus dipatuhi.
"Bagaimana akbar" tanya papa menghentikan lamunan akbar
"akbar janji tidak akan bolos lagi pa" jawabnya datar berharap pembicaraan ini segera usai.
"baiklah, papa pegang janji kamu, tapi kalau sampai ada satu laporan saja dari sekolah, papa tidak segan2 mengirim kamu ke amerika"ancam papa
Akbar terdiam tidak berani menjawab lagi. Sepertinya papa benar2 marah gumamnya dalam hati. Papa melanjutkan makannya dan sesekali melirik ke arah Akbar.
***Besoknya disekokah
Seperti biasa setiap jam istirahat Mila dan Nayra selalu menghabiskan waktu di perpustakaan. Begitu bel berbunyi mereka langsung menuju perpustakaan.
Begitu sampai di perpustakaan mereka memilih buku yang ingin dibaca lalu duduk di kursi yang ada di dalam perpustakaan. Mereka mulai sibuk dengan buku masing2. Sementara Akbar tidak biasanya di jam istirahat seperti ini hanya duduk di kursinya. Nando sudah berusaha mengajaknya untuk ke kantin namun akbar tidak mau.
"Tumben sekali kamu seperti ini"ketus nando sembari duduk di depan akbar, namun akbar tidak menjawab dia hanya menoleh sekilas ke nando
"ahhh membosankan sekali"gerutu nando, akbar masih tidak menghiraukan nando.
"tadi pagi saya melihat nayra, ternyata dia benar2 siswi sekolah ini juga" memulai pembicaraan dan kali ini akbar melirik ke arah nando.
"dan nayra bersama cewek yang kemarin, sepertinya mereka satu kelas" sambung nando
"akbar, kenapa kita gak mencari kelas nayra"usul nando dengan melebarkan senyumnya. Mendengar usul nando, akbar langsung berdiri dari duduknya yang diikuti nando.
"kamu mau kemana? tanya nando bingung
"bukankah tadi kamu mengajakku untuk mencari kelas nayra?, saya penasaran juga di kelas mana dia" jawabnya datar
"hmmm....penasaran kelas nayra atau penasaran dengan teman nayra" dengan gampang nando menebak akbar
"bahkan saya sudah lupa dengan temannya"sengkal akbar
"baiklah kita akan mencari nayra"seru nando dan berjalan disamping akbar. Mereka berjalan menyusuri kelas ipa, banyak mata yang memperhatikan langkah mereka, terutama yang cewek, mereka berbisik bisik dan bertanya tanya siapa cowok ini, ada yang dengan ramahnya menyapa akbar, ada yang menawarkan bantuan mengantarkan akbar ke tujuannya, nando yang menyaksikan itu dibuat geleng2 kepala.
"enaknya jadi orang ganteng sepertimu, dideketin cewek2 cantik"bisik nando namun akbar tidak menghiraukan. Hingga akhirnya sampailah mereka dikelas x ipa 3.
"kamu yakin ini kelasnya? tanya nando ragu
"kita tanya saja kedalam" jawab akbar lalu masuk ke kelas x ipa 3. Begitu masuk ke dalam kelas tersebut disana tidak terlihat nayra, di sana hanya ada beberapa siswi yang sedang mengobrol, namun ketika akbar dan nando masuk mereka diam menghentikan obrolan mereka.
Nando mendekati mereka sementara akbar menuju meja guru dan memperhatikan denah kelas yang ditempel dimeja guru, lalu tersenyum melihat yang dia cari ada disana. Di denah terlihat nayra duduk di baris kedua yang satu meja dengan carmila. Setelah puas dengan apa yang dia temukan dia menghampiri nando yang sudah bergabung dengan siswi yang tadi.
__ADS_1
"Apa benar ini kelas nayra? tanya nando
Mereka diam dan hanya memandang akbar, kagum dengan sosok yang ada di depan mereka hingga tidak menghiraukan pertanyaan nando.
"teman saya bertanya, apa benar ini kelas nayra? tanya akbar dengan ekspresi datar
"ha.. iii iya betul" jawab salah satu dari mereka dengan terbata bata
"kalau begitu sampaikan padanya kalau kami mencarinya" sambung akbar lalu berbalik yang di ikuti nando.
Lalu mereka pun keluar dari kelas itu.
"Huuu menyebalkan sekali, bahkan saya tidak dihiraukan sama sekali oleh cewek2 itu" ketus nando
Akbar hanya menyunggingkan senyumnya.
"Padahal saya tidak kalah mempesonanya darimu" sambungnya lagi
"iya, kamu begitu tampan dan sangat mempesona, saya yakin semua cewek disekolah ini ingin menjadi pasanganmu" ucap akbar dengan nada mengejek lalu berlalu meninggalkan nando
"hei tidak perlu berlebihan seperti itu juga" teriak nando.
Bel berbunyi yang berarti jam istirahat telah usai. Nayra dan Mila kembali ke kelasnya. Begitu duduk di kursi beberapa siswi mendekati mereka.
"Nayra, bagaimana kamu bisa kenal dengan dia " tanya yang satu
"nay, kenalin aku dengan dia dong"sambung yang satunya lagi
"iya nay, saya juga mau" sambung yang satunya lagi
Nayra bingung, dan mengernyitkan dahinya begitu juga dengan mila.
"siapa yang kalian maksud" tanya nayra
"akbar, anak ips yang tadi mencarimu" jawab salah satu
Mendengar itu, nayra terkejut, secepat itu mereka menemukan kelasku gumamnya dalam hati.
"salah orang mungkin, saya tidak mengenal yang namanya akbar, sebaiknya kalian kembali ke kursi masing2" lalu mengusir siswi2 tadi
"siapa yang mereka maksud, apa kamu mengenalnya? tanya mila setelah para siswi tadi kembali ke tempat masing2
"pasti akbar dan nando tadi kemari mencari ku, mila....mereka itu benar2 menyebalkan, saya benar2 tidak ingin bertemu mereka" jawab nayra begitu frustrasi
"mereka siapa? " tanya mila dengan dahi yang berkerut
__ADS_1
"mereka dua cowok yang kemarin di taman, mereka itu teman sekolah ku dari sd dan smp, mereka suka mengganggu ku, kenapa sekarang harus bertemu mereka lagi" kali ini nayra mulai gelisah
Mila geleng2 tidak mengerti dengan sikap Nayra, mengganggu seperti apa emang gumamnya dalam hati.