Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Menjemput Mona


__ADS_3

Akbar melangkah pergi setelah mobil yang membawa Mila hilang dari pandangannya, dia memasuki mobilnya dan meninggalkan tempat itu. Dari dalam mobil ternyata Mila juga melihat Akbar, dia memandang wajah Akbar dari pantulan kaca spion.


"Kamu liat apa?" tegur Aldo sambil melirik ke arah Mila.


"Tidak ada" jawabnya berbohong, lalu memalingkan wajahnya dari kaca spion itu.


"Kamu sudah makan? Aku lapar, bagaimana kalau kita makan dulu" ajak Aldo.


"Kamu belum makan ?" bertanya balik, Aldo menggeleng. "Jangan bilang dari bandara kamu langsung... " Mila sengaja menggantung ucapannya.


"Iya, aku kan sudah bilang, begitu menginjakkan kaki di kota ini, aku akan langsung menemui mu" jawab Aldo dengan bangga.


"Aldo! Apa kamu masih waras?" balas Mila dengan tertawa. "Dari Kanada ke sini bukanlah perjalanan dekat, setidaknya kamu harus istirahat dulu baru menemui ku" lanjutnya.


"Aku tidak mau membuang-buang waktu" jawab Aldo.


Lima belas menit kemudian mereka pun sampai di sebuah restoran mewah. Mereka memasuki restoran itu dan mulai memesan makanan.


Disisi lain, Akbar melaju menuju kediaman orang tuanya. Dia akan menjemput Maxwell dan membawanya pulang ke rumahnya. Sesampainya disana, Mamanya membukakan pintu.


"Kamu sudah datang" ucap Mamanya.


"Iya... Maxwell dimana Ma?" tanya nya sambil berjalan mengikuti Mamanya dari belakang.


"Dia bersama Papa mu di kamar" jawab Mamanya.


Akbar berjalan menuju kamar, lalu melihat Maxwell yang berbaring disamping Papanya. Papanya sedang membacakan dongeng untuk cucunya itu. Sementara Maxwell terlihat mendengarkan dengan serius.


"Maxwell..."panggil Akbar.


Mendengar suara Daddynya, anak itu pun langsung melonjak dari tempat tidur, dan berlari menuju Akbar.


"Daddy...... " teriaknya lalu menghambur ke pelukan Daddynya. Akbar tersenyum dan melebarkan tangannya untuk menyambut Maxwell.


"Apa kamu bersenang-senang?" sambil menggendong Maxwell.


"Tidak, disini sangat membosankan" keluhnya.


"Bosan ?" jawab Papa Akbar dan mulai menghampiri mereka. "Kakek sudah membacakan kamu dongeng, dan sepertinya kamu sangat menikmatinya" sambungnya.


Maxwell terdiam lalu menggelengkan kepalanya. "Aku ingin jalan-jalan, tapi Nenek dan Kakek tidak mau membawa ku" ucapnya dengan cemberut. Bicaranya yang menggemaskan membuat Akbar dan Papanya tertawa mendengarnya.


"Kami tidak sanggup membawanya ke luar rumah, dia sangat aktif dan lari-lari terus" ucap Papanya.


"Baiklah, besok kita akan jalan-jalan" bujuk Akbar.


"Benarkah?" seolah tidak percaya dengan ucapan Daddynya.


"Iya, kita akan ke mall dan membeli banyak buku dongeng" sambung Akbar, wajah Maxwell langsung berubah bahagia. "Sekarang kita pulang ke rumah, ayo pamit dulu sama Kakek dan Nenek"


Mereka pun pamit, lalu bergegas dari rumah itu. Kedua orangtuanya mengantarkan mereka sampai depan rumah.

__ADS_1


"Kapan susternya akan kembali?" tanya Mamanya, karna sudah seminggu ini suster yang biasa menjaga Maxwell pulang kampung.


"Lusa dia akan kembali" ucap Akbar sembari membantu Maxwell masuk kedalam mobil. "Ma, Pa, kami pulang" pamit Akbar lalu memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan kedua orangtuanya.


*******


Mila sudah menyelesaikan makannya, begitu juga dengan Aldo.


"Bagaimana kabar paman di Kanada? Aku sangat merindukannya" ucap Mila memulai pembicaraan.


"Baik, dia titip salam untuk mu" jawab Aldo


"Paman memang paling terbaik, dia banyak membantu panti hingga sekarang" kata Mila mengenang kebaikan Papanya Aldo. "Kamu tahu, dulu aku ingin sekolah di Kanada seperti Paman"


"Umm... padahal aku tidak begitu menyukai sekolah di sana"


"Konyol sekali, kenapa malah tidak suka" balasnya. "Oh iya, besok aku akan ke panti, Mona akan masuk SMA, dan dia akan tinggal dengan ku" kata Mila memberi tahu.


Aldo memang sudah sering ke panti, dan dia cukup mengenal semua orang yang berada di panti.


"Ahh... sayang sekali besok aku ada meeting jadi tidak bisa ke sana" keluhnya.


"Tidak apa-apa, orang panti juga tidak merindukan mu" ucap Mila disertai gelak tawa.


"Cih, semua di panti sangat menantikan kedatangan ku" ucapnnya dengan sombong. "Kalau begitu, kita harus belanja untuk anak-anak di panti" ujarnya.


"Tidak usah, itu tidak perlu" tolak Mila


"Kita bukan belanja untuk mu, ini untuk anak-anak, kenapa kamu langsung menolak ? pokoknya nanti kita belanja, dan besok kamu harus membawakannya untuk anak panti"


"Ini amanah, kamu tidak boleh menolaknya"


Akhirnya Mila pun menyerah. Tentunya Mila senang kalau Aldo peduli dengan anak-anak di panti, namun dia juga tidak ingin kalau Aldo memanjakan mereka dengan barang mewah. Namun sekeras apapun Mila menolak, itu akan percuma saja, karna Aldo akan tetap pada pendiriannya.


Selesai membayar makanan, mereka menuju pusat perbelanjaan, dan memborong banyak mainan dan baju untuk anak-anak panti.


Besok harinya, Mila pun berangkat ke panti. Kehadirannya sudah di nanti-nanti sejak pagi oleh anak-anak panti, begitu juga dengan Bunda Rita, ia sudah membuatkan Mila masakan khusus.


Mila tiba di panti, anak-anak bersorak menyambutnya. Mila menurunkan barang bawaannya dari mobil yang ditumpanginya, anak-anak mulai berbaris seperti biasa, Mila pun membagikan satu per satu barang bawaannya.


Bunda Rita menghampirinya dan langsung memeluknya.


"Bunda, aku sangat merindukan mu" Ucap Mila dipelukan Bunda Rita.


"Bunda juga sangat merindukan mu" balas Bunda Rita. "Ayo masuk, Bunda sudah menyiapkan masakan spesial untuk mu"


Mereka sama-sama masuk, dan langsung ke meja makan. Mila sengaja tidak makan dari rumah supaya bisa makan di panti. Hal yang tidak disukainya semenjak tinggal sendiri adalah tidak bisa makan masakan Bunda Rita. Makanya setiap berkunjung ke panti dia akan makan banyak sepuasnya.


Menjelang sore, Mila pun pamit dari panti. Mila membawa Mona dan akan tinggal bersamanya di kota. Bunda Rita sangat sedih melepas Mona, namun dia cukup tenang karma Mona tinggal bersama Mila.


Mereka menaiki taksi untuk kembali ke kontrakan Mila, namun sebelum ke rumah, terlebih dulu Mila dan Mona berkunjung ke mall untuk membeli beberapa perlengkapan sekolah Mona. Sesampainya di mall, Mila dan Mona turun dari taksi, mereka berjalan memasuki mall, lalu menuju salah satu toko perlengkapan sekolah yang ada di dalam mall tersebut.

__ADS_1


Mila memilihkan baju seragam untuk Mona, tas hingga sepatunya. Setelah semua di rasa lengkap mereka pun keluar dari toko tersebut.


"Apa masih ada yang kurang" tanya Mila pada Mona.


"Sepertinya sudah semua Kak" balas Mona sambil memeriksa isi tas yang di tangannya.


Tidak jauh dari tempat mereka, terlihat sepasang ayah dan anak sibuk memilih buku dongeng. Mereka tidak lain adalah Akbar dan Maxwell. Sesuai janjinya, Akbar kini membawa Maxwell jalan-jalan dan membeli buku dongeng.


"Maxwell apa mau buku ini?" sambil menunjukkan buku yang ditangannya, anak itu hanya mengangguk. "Baiklah kita beli ini". Akbar berjalan mengelilingi rak buku sambil memandang tangan Maxwell, anak itu sangat aktif, dan akan lari kesana kemari jika dilepas. Semua buku yang di rasa bagus Akbar masukin ke keranjangnya. Pun dengan Maxwell yang ikut memilih buku, memunguti semua buku dengan gambar yang ia suka.


Setelah di rasa cukup Akbar berniat akan ke kasir untuk membayarnya. Namun ketika melihat keranjangnya, Akbar baru sadar kalau buku yang ada di keranjangnya itu begitu banyak.


"Maxwell, kenapa bukunya jadi sebanyak ini?" tanya Akbar pada Maxwell, yang ditanya hanya tertawa dan lagi-lagi memasukkan buku ke dalam keranjangnya.


"Hei... ini terlalu banyak, untuk apa sebanyak ini?" ucap Akbar sembari mengeluarkan beberapa buku yang dimasukkan Maxwell.


"Aku suka ini Daddy" jawab Maxwell sambil menunjuk gambar di sampulnya.


"Iya, tapi ini terlalu banyak, sekarang pilih yang paling Maxwell suka" sambil menjejerkan beberapa buku. Maxwell menunjuk tiga dari tujuh buku yang dikejutkan Akbar. "Baiklah, kita beli yang ini" lalu memasukkan buku itu kedalam keranjangnya. Akbar berjalan ke kasir sambil terus menggandeng tangan Maxwell yang mungil.


Selesai membayar semuanya, Akbar dan Maxwell pun keluar dari toko buku tersebut.


"Daddy, aku ingin melihat bukunya" ucap Maxwell.


"Nanti saja di rumah" tolak Akbar.


"Aku ingin melihat gambar nya" katanya lagi. "Sebentar saja Daddy" bujuknya. Akhirnya Akbar mengalah dan memberikan Maxwell satu buku untuk dilihatnya.


"Ini gambar pesawat terbang Daddy" ucap Maxwell sambil memperhatikan sampul buku itu. Akbar tidak menjawab, dia hanya tersenyum melihat tingkah anak itu.


"Daddy, aku juga bisa terbang" ucapnya dengan semangat. Maxwell mengembalikan buku itu ke tangan Akbar.


" Daddy mau lihat Maxwell terbang?" sambil menarik tangannya dari genggaman Akbar. Maxwell berhenti melangkah, ia terdiam menunggu jawaban Akbar. "Apa Fandy mau melihat aku terbang?" mulai merentangkan kedua tangannya.


"Mau terbang kemana?" balas Akbar dengan tertawa gemas melihat tingkah mengemaskan Maxwell.


"Terbang seperti ini" lalu berlari sambil membentangkan kedua tangannya.


"Maxwell jangan lari-lari" kata Akbar sambil mengejar Maxwell, dan baru beberapa langkah Maxwell sudah terjatuh karna menabrak seseorang.


"Hei sayang, hati-hati" kata orang yang di tabrak Maxwell. Lalu membantunya untuk berdiri. "Mama dan Papa kamu dimana?" tanya nya.


"Maxwell..." Akbar mendapati Maxwell dengan seseorang yang ia kenal.


"Mila... " ternyata yang ditabrak Maxwell adalah Mila.


"Akbar " Mila tidak kalah terkejutnya melihat Akbar.


-


-

__ADS_1


-


bersambung......


__ADS_2