Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Maaf Carmila


__ADS_3

Akbar menatap tajam pada Dara dan Tina, dengan wajah yang seakan siap menerkam Akbar mendekati Dara dan Tina, mereka ketakutan dan mulai berjalan mundur.


"jangan pernah menyentuhnya sedikit pun, atau kalian akan benar-benar menyesal" ancam Akbar masih dengan wajah yang menyeramkan.


"siapapun yang berani menyentuhnya, maka orang itu akan berurusan dengan ku" lalu Akbar melihat kesekelilingnya. Semua orang yang berada disana mengerti kalau apa yang dikatakan Akbar di tujukan untuk mereka semua. Mereka diam tidak ada satupun yang berani protes. Sementara Mila masih diam ditempatnya, matanya tidak berkedip memandang Akbar, tercengang dan tidak percaya dengan apa yang barusan dia saksikan, Akbar melindunginya dan membelanya. Jantung Mila berdetak dengan sangat kencang.


Kenapa dia begitu marah, ya Tuhan... jantungku. Batin Mila.


Sama halnya dengan Mila, Nayra dan Irene juga terkejut dengan apa yang mereka saksikan. Namun berbeda dengan Nando dan Bima, mereka berdua malah tersenyum dan saling pandang.


"kali ini aku yakin seratus persen, Akbar sangat menyukai Mila" bisik Nando ditelinga Bima.


"setuju" balas Bima


Akbar berbalik dan mendekati Mila, dia melihat lutut Mila yang berdarah akibat jatuh tadi. Mila masih terdiam, lalu tiba-tiba Akbar menggendongnya dan membawanya.


"kamu sudah gila ya ? kamu mau bawa aku kemana, Akbar.... turunkan aku" teriak Mila sambil berusaha turun, namun Akbar semakin mengencangkan pegangannya dan sama sekali tidak menghiraukan suara Mila yang melengking ditelinganya.


Semua orang yang berada disana terkejut dengan aksi Akbar, tidak terkecuali Nayra dan Irene, mereka berdua histeris memanggil Mila dan berusaha mengejar.


"Mila.... " teriak Nayra dan Irene, mereka mau menyusul Akbar karna takut terjadi hal buruk dengan sahabat mereka itu, namun baru beberapa langkah, mereka sudah dicegah Nando dan Bima.


"biarkan saja, Mila akan baik-baik saja" kata Bima berusaha menenangkan Nayra dan Irene.


"tapi..... " jawab Nayra


"tidak akan terjadi hal buruk dengan Mila, percayalah Akbar akan mengurusnya dengan baik" sambung Bima.


"gimana aku bisa percaya kalau setiap hari Akbar selalu mengerjainya, bahkan aku juga tidak percaya dengan kalian" jawab Mila dengan menajamkan kedua matanya memandang Bima. Kali ini Bima tidak menyahut, dia hanya tersenyum melihat sikap Nayra.


Kenapa kamu jadi selucu ini sih. Gumam Bima dalam hati.


****************


Akbar mengamati luka Mila, lalu dia mengambil kotak P3k yang ada di UKS dan mengobati lutut Mila. Ternyata tadi dia menggendong Mila ke UKS. Selesai mengobati luka Mila dia mengembalikan kembali kotak P3K itu ke tempatnya semula, kemudian kembali duduk didepan Mila. Akbar memandang lekat wajah Mila hingga membuatnya malu, dia menunduk tidak berani memandang Akbar.


Kenapa dia menatap ku seperti ini. Gumam Mila dalam hati.

__ADS_1


"apa masih sakit? " kata Akbar dengan suara lembutnya.


"hah?.....oh, tidak, sudah tidak sakit" jawab Mila kaku dan mulai mengangkat wajahnya.


"maaf Carmila, aku sudah membuatmu jadi terluka seperti ini" kata Akbar masih dengan suara lembutnya.


"bukan salah mu, kenapa harus minta maaf ?" balas Mila. "justru aku mau berterima kasih karna kamu sudah membantu ku, terima kasih...Akbar" sambung Mila


"mulai besok, kamu tidak usah datang ke kelas ku lagi"


Mendengar itu, Mila senang bukan main, dia tersenyum lebar sambil menganggukkan kepalanya.


Akhirnya aku bisa pulang dengan teman-teman ku, aku bebas. Batin Mila.


"mulai besok aku yang akan menjemput ke kelas mu" sambung Akbar. Senyum lebar Mila seketika hilang dan berganti dengan wajah cemberut.


Sementara disisi lain Nayra masih mencemaskan Mila, dia belum pulang dan masih menunggu Mila di kantin yang tidak jauh dari parkiran. Nayra menunggu bersama Irene, Nando dan Bima. Mereka berempat duduk di meja yang sama dan saling berhadap-hadapan. Padahal Bima dan Nando sudah berulang kali bilang kalau Mila akan baik-baik saja bersama Akbar, namun Nayra tetap saja merasa khawatir.


"sebaiknya kalian pulang saja" kata Bima


"berhenti menyuruh kami pulang, aku tidak akan pulang sebelum melihat Mila" balasnya dengan setengah berteriak.


"justru aku khawatir karna tau betul Akbar itu seperti apa, sama persis dengan mu, kalian berdua adalah makhluk yang harus di hindari" Nayra makin meninggikan suaranya.


"menyebalkan, kamu pikir kami cowok apaan?" bentak Nando dengan emosi. Suasana semakin memanas, Bima mencoba menenangkan Nando, begitu juga dengan Irene dia berusaha menenangkan Nayra.


"Irene..... kamu belum pulang?" tegur seseorang. Serentak mereka berempat melihat ke arah suara itu, ternyata itu suara Ifan, dia datang bersama Yuda dan Parto.


"Ifan..." dengan senyum Irene menyambut kedatangan mereka, "kami menunggu Mila, tadi Akbar membawanya" sambung Irene.


"membawa kemana? " sambung Yuda.


Irene menggeleng, karna mereka memang tidak tau kemana Akbar membawa Mila, akhirnya Ifan, Yuda, dan Parto bergabung dengan mereka.


Mereka menunggu sambil berbincang-bincang santai, sesekali mereka tertawa, dan terkadang Nayra dan Nando kembali beradu mulut. Tidak lama kemudian dari kejauhan terlihat Mila dan Akbar.


"itu Mila... "seru Nayra. "Mila....... "teriaknya lalu berlari menghampirinya. Yang lain pun ikut menyusul.

__ADS_1


"kalian belum pulang? " kata Mila


"Mila, apa kamu baik-baik saja?" Nayra bertanya dengan khawatir. Mila mengangguk pelan. "ahhh...syukurlah, aku sangat mengkhawatirkan mu" sambungnya yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Akbar.


"kamu pikir akan terjadi apa dengannya? " kata Akbar


"entahlah.... " jawab Nayra


"aku baik-baik saja Nay, tadi Akbar membawa ku ke UKS dan sudah mengobati lukaku" kata Mila berusaha meyakinkan sahabatnya itu. Nayra dan Irene tercengang dengan penuturan Mila.


"sebaiknya kalian pulang saja, aku akan mengantar Mila" kata Akbar, Mila pun berpamitan kepada teman-temannya lalu mengikuti Akbar menaiki motornya dengan dibantu Akbar. Mereka meninggalkan SMA PELITA, sementara Nayra dan yang lainnya termenung menyaksikan kepergian Mila dan Akbar.


"kenapa aku merasa ada yang aneh dengan mereka? " kata Yuda setelah Akbar dan Mila menghilang dari pandangannya.


"entahlah, tapi sepertinya Mila baik-baik saja" balas Irene.


"sudah ku bilang, tidak akan terjadi apa-apa dengannya" jawab Nando. "kalian saja yang selalu berfikiran buruk sama Akbar" sambungnya lagi dengan menatap Nayra.


"bagaimana tidak berfikir buruk kalau setiap hari kalian selalu mengganggu dan selalu mengacau" balas Nayra spontan.


"ahhhh.... sudah, dari tadi kalian bertengkar terus" sela Bima.


"Kalian ada acara? bagaimana kalau ikut dengan kami, kami mau mengunjungi cafe milik papanya Parto" ajak Ifan pada Nayra dan Irene. Serentak Nayra dan Irene mengangguk dan tersenyum lebar.


"apa kami boleh ikut? " kata Bima.


"Bim.... untuk apa ikut dengan mereka, yang benar saja kamu, aku tidak mau gabung dengannya" sahut Nando sambil menunjuk Nayra. Sementara Nayra langsung memberi tatapan geram.


"ayolah Nando, ini akan menyenangkan, kapan lagi kita bisa seperti ini". Bima berusaha membujuk Nando dan akhirnya dia bersedia ikut. Mereka berangkat bersama, Ifan menyetir mobilnya dan membawa Parto, Nayra dan Irene, kedua gadis itu duduk dibelakang kemudi, sementara Yuda menaiki motor milik Nayra. Bima dan Nando menaiki motor mereka masing-masing. Mereka mengikuti mobil Ifan dari belakang hingga sampai di cafe tujuan.


-


-


-


-

__ADS_1


-


bersambung....


__ADS_2