Reuni Cinta Carmila

Reuni Cinta Carmila
Istri yang aneh


__ADS_3

"Aku tahu kamu belum tidur" bisiknya.


Mila diam tidak memberi respon apapun, dia memejamkan matanya dibawah selimut, berharap Akbar percaya bahwa dirinya sudah benar-benar tidur.


"Mila! Aku tahu kamu hanya pura-pura tidur".


Masih tidak bergeming, dan akhirnya Akbar menarik paksa selimut yang menutupi tubuh Mila.


Mila terperanjak, lalu berbalik menghadap Akbar.


"Kamu pikir bisa menipu ku, hah ?". Semakin mendekatkan tubuhnya.


"Akbar, jangan seperti ini". Mendorong tubuh Akbar, namun yang didorong tidak bergeser sedikit pun.


"Kenapa? Aku kan suami mu". Akbar mulai menundukkan pandangannya, dan bibir Mila kini menjadi incarannya. Seolah tahu niat suaminya, Mila langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


"Kamu tidak boleh jual mahal seperti ini pada suami mu". Menarik tangan Mila lalu mendaratkan satu ciuman dibibirnya.


Mila yang sebelumnya tidak pernah berciuman langsung diam membeku, dia menatap Akbar yang kini berada diatasnya tanpa berkedip.


"Mila, sekarang kamu adalah milik ku seutuhnya". Kembali mencium bibir Mila, dan kali ini lebih lama, Mila memejamkan matanya, dia mulai menikmati ciuman itu, namun dia belum bisa membalasnya. Perlahan tangan Akbar mulai menyusuri lekuk tubuhnya, dan ketika tangan Akbar ingin menangkalkan bajunya, dengan cepat Mila menahannya.


"Ada apa?" Akbar mengangkat kepala nya untuk melihat wajah Mila.


Mila menggeleng pelan.


"Akbar, bagaimana kalau kita tidur saja, aku belum siap untuk melakukannya" ucap Mila dengan polos. Keringatnya bercucuran karena saking gugupnya.


Akbar menatapnya untuk beberapa saat. Lalu menarik napas panjang.


"Baiklah" jawabnya dengan sedikit kecewa. Akbar pun menjauhkan tubuhnya dari Mila.


Namun setelah Akbar menjauh, Mila malah merasa bersalah, dia menatap Akbar yang mulai memejamkan matanya.


"Akbar!" panggilnya sambil memiringkan tubuhnya menghadap Akbar.


"Hemmm" tanpa membuka matanya.


"Apa kamu marah?" ucapnya lirih.


Mendengar itu, Akbar pun membuka matanya, dan menatap Mila, dia tersenyum lalu menarik tubuh Mila masuk kedalam pelukannya.


"Maaf, aku terlalu terburu-buru" ucapnya sambil mengelus rambut Mila. "Aku tidak akan melakukannya sebelum kamu benar-benar siap" lanjutnya.


Mila mendongak berusaha melihat wajah Akbar.


"Kamu tidak marah?" tanyanya lagi.


"Tidak" jawab Akbar sembari mencium kepala Mila. "Ayo tidur dan istirahat lah, kamu pasti capek sepanjang hari ini" sambil mengeratkan pelukannya.


"Akbar, aku tidak bisa bernapas" keluh Mila berusaha merenggangkan tangan Akbar yang memeluknya.


"Diamlah" dengan sedikit melonggarkan pelukannya.


"Apa kita harus tidur seperti ini" masih tidak mau diam.

__ADS_1


"Iya, mulai sekarang kamu harus terbiasa tidur seperti ini, karena semua suami istri tidurnya memang seperti ini" mengoceh dengan mata tertutup.


Mila pun menurut, gadis itu menenggelamkan wajahnya didada Akbar. Mereka pun tidur dengan saling berpelukan.


**********


Pagi harinya, Akbar terlebih dulu bangun dibanding Mila, dia memindahkan kepala Mila dari lengannya kebantal dengan sangat hati-hati. Ditatapnya wajah polos Mila, hatinya bergetar begitu menyadari gadis yang dia cintai ini kini telah menjadi istrinya. "Akhirnya kamu benar-benar jadi milikku" ucapnya dengan mengecup kening Mila lalu beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan istrinya yang masih berada dialam mimpi. Akbar berjalan memasuki kamar mandi.


Tidak lama kemudian, Mila pun bangun, duduk bersandar dan merenggangkan otot-ototnya. Dia belum sadar betul, rasa ngantuk masih terasa, Mila menguap untuk beberapa kali. Gadis itu mulai turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, belum sempat menggapai pintu kamar mandi, ia dikejutkan dengan Akbar yang tiba-tiba keluar dari sana dengan telanjang dada dan hanya mengenakan handuk di pinggangnya. Sontak Mila pun berteriak dan langsung membelakangi Akbar.


"Kenapa kamu bisa ada disini? Akbar! apa yang kamu lakukan disini?" teriaknya.


Akbar terdiam, dan mematung dibelakangnya.


"Kenapa kamu tidak pakai baju ?" teriaknya lagi.


"Aku habis mandi" jawab Akbar.


"Kamu sudah gila ya, ngapain kamu mandi dirumah ku?" masih membelakangi Akbar.


Tidak ada jawaban, Akbar tersenyum lalu berjalan mendekatinya, memutar tubuh Mila.


"Sayang, apa kamu lupa ? Sekarang kita suami istri, kamu dirumah ku". Mila terkejut dan melihat sekelilingnya. Dia pun kembali sadar dan mulai mengingat kalau kemarin dia sudah menikah dengan Akbar. Mila mengangkat wajahnya dan menatap Akbar.


"Hehehe maaf, aku lupa" ucapnya.


"Kamu memang menyebalkan" sembari mencubit pipi Mila. "Baru saja kemarin kita menikah kamu langsung lupa dengan suami mu" keluh Akbar.


Mila tidak menjawab, dia hanya tersenyum.


Mila mengangguk dan berjalan ke kamar mandi. Akbar menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan kelakuan Mila yang bisa-bisanya lupa kalau mereka sudah menikah.


Akbar membuka lemari bajunya, dan menarik salah satu baju yang tersusun disana. Selesai mengenakan baju, dia keluar dari kamar dan langsung menuju dapur.


"Pagi Tuan!" sapa Bi Lina sembari menyiapkan makanan.


"Pagi Bi" balas Akbar.


"Nyonya dimana Tuan, apa tidak ikut sarapan?" sambil mencari nyonya barunya.


"Mila lagi mandi, Bi tolong siapkan makanan kami, aku ingin sarapan di dalam kamar" ujarnya.


"Baik Tuan, nanti akan saya antarkan ke kamar" jawab Bi Lina.


"Tidak, Bibi siapkan saja, saya sendiri yang akan membawanya ke kamar"


"Baik Tuan" . Dengan cepat menyiapkan makanan yang diminta Tuannya. Setelah selesai, dia pun menyerahkan nampan yang sudah berisi makanan itu pada Akbar.


"Terima kasih Bi" lalu bergegas membawa nampan itu menuju kamarnya.


Sampai di kamar, Mila masih berada di kamar mandi. Akbar meletakkan nampan di atas meja yang ada di kamar itu, ia menyiapkan sarapan sambil menunggu Mila selesai mandi.


Tidak lama kemudian, Mila pun keluar dari dari kamar mandi, namun ketika melihat Akbar duduk disana, dia kembali masuk kedalam kamar mandi.


"Akbar, kenapa kamu masih disini" teriaknya dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Lalu aku harus kemana ?" jawab Akbar dengan dahi berkerut.


"Aku belum mengenakan baju, keluarlah sebentar" teriaknya lagi.


"Tidak mau" balas Akbar.


"Aku malu, keluarlah sebentar sampai aku pakai baju" bujuknya.


"Kenapa harus malu, aku kan suami mu"


"Kalau begitu berbaliklah, jangan melihat ku"


"Kamu sangat menyebalkan Mila" keluhnya, namun menurut untuk berbalik. "Cepatlah keluar dari sana" teriaknya.


Mila mengintip dari kamar mandi, dan setelah melihat Akbar membelakanginya, dia pun keluar dari kamar mandi tersebut lalu berlari menuju lemari.


"Kenapa harus malu, bentar lagi juga aku akan melihat semuanya".


Mila diam tidak menyahutinya, dengan cepat dia mengenakan baju.


"Sudah" ucapnya ketika selesai mengenakan pakaiannya.


Akbar berbalik dan menatap Mila yang berjalan kearahnya.


"Kamu memang istri yang aneh" ucap Akbar. "Ayo kita sarapan dulu" ajaknya.


Mila pun duduk disampingnya. Akbar menyodorkan piring yang berisi makanan ke hadapan Mila.


"Kenapa kita makan dikamar?" dan mulai menyendoki makanannya.


"Biar terlihat romantis" jawab Akbar.


Mila tertawa mendengarnya. Mereka sama-sama menyantap makanan sambil diselingi obrolan ringan hingga menyelesaikan sarapan itu.


Tok tok tok


Terdengar ketukan pintu dari luar.


"Iya" sahut Akbar.


Bi Lina muncul setelah mendengar jawaban dari dalam.


"Maaf Tuan, dibawah ada yang tamu mencari Tuan dan Nyoya" ucapnya.


"Siapa ?" tanya Akbar dengan dahi berkerut.


"Tidak tahu Tuan, saya belum pernah melihatnya sebelumnya" jawab Bi Lina.


Akbar dan Mila saling bertatapan, mereka sama-sama mencoba menebak siapa tamu yang datang.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2