
Love is in the air, everywhere I look around
Love is in the air, every sight and every sound
And I don’t know if I’m being foolish
Don’t know if I’m being wise
But it’s something that I must believe in
And it’s there when I look in your eyes
Love is in the air, in the whisper of the tree
Love is in the air, in the thunder of the sea
And I don’t know if I’m just dreaming
Don’t know if I feel safe
But it’s something that I must believe in
__ADS_1
And you’re there when you call out my name
Kosa terus menyenandungkan lagu Love is in the air berulang kali. Cocok dengan perasaannya hari ini.
Teringat olehnya kemarin saat mengantarkan Vira ke Bekasi dengan vespanya dan hanya diperbolehkan mengantar sampai depan gerbang perumahannya. Kosa pun langsung menuju rumah Mas Andri kakaknya.
Mas Andri ternyata sedang tidak ada di rumah. Setelah ditelpon ternyata Mas Andri sedang dinas ke luar kota dan terpaksa Kosa kembali ke Depok lagi.
Ternyata perjalanan bolak-balik Depok Bekasi tidak terlalu jauh. Dirasakan olehnya cukup menyenangkan di sepanjang perjalanannya. Kosa berpikir untuk pindah kost dan tinggal bersama Mas Andri di Bekasi. Pasti menyenangkan bisa jalan bareng Vira ke kampus.
Suasana hati Kosa sangat baik. Love is in the air, seperti arti dari lagunya John Paul Young, cinta ada di udara, menyebar seperti oksigen yang memberikan kehidupan.
Teringat kembali semalam saat mengantar Vira pulang ke Bekasi, meskipun lebih banyak diam tapi senyum mereka selalu ada. Sesekali Vira mengarahkan Kosa untuk mengambil jalur tertentu menuju ke arah rumahnya.
Kosa paham ketika Vira meminta diturunkan di depan gerbang perumahan dan bukan di depan rumahnya.
Kosa paham ketika Vira tidak mengajaknya ikut dan masuk ke dalam rumah, memperkenalkan kepada keluarga Vira.
Kosa menyadari memang Ini masih terlalu cepat. Mereka baru dekat hanya tiga bulan lebih. Tidak pernah ada pembicaraan intim tentang mereka berdua, yang ada hanya seputar kuliah dan penelitian. Bahkan Kosa tidak menyadari sejak kapan dirinya mulai menyukai Vira. Namun, Kosa tak henti tersenyum. Ini awal yang baik.
Notifikasi chat di ponsel Kosa berbunyi. Dilihatnya sekilas, berharap dari Vira tapi ternyata chat dari Danu.
__ADS_1
D: [Sa, kemarin gue liat elu sama Vira di Gerimis, beneran itu lu kan?]
K: [iya, itu gue sama Vira, liat aja lu]
D: [Muka lu gak nahan pas gue liat, senyum sendirian keq orgil]
K: [emoticon ketawa ngakak]
D: [Elu jadian sama Vira ya? Koq bisa?]
K: [Iya, emoticon ketawa nyengir]
D: [Kalah cepet nih gue]
K: [emoticon ketawa ngakak berulang-ulang]
Tetiba bunyi notifikasi ramai bersahutan dari ponsel Kosa. Ternyata dari chat group jurusan satu angkatan yang ramai mengucapkan selamat kepada Kosa yang resmi pacaran sama Vira. Hahaha, Kosa tertawa, ternyata Danu bocor juga.
Dibacanya satu persatu chat-nya. Dari doa yang baik sampai bahasa mesum khas mahasiswa yang membuat Kosa hanya nyengir.
Baguslah, batin Kosa. Jadi semua temannya tahu bahwa Vira sudah menjadi pacarnya, tidak perlu takut lagi jika ada yang mengejar Vira.
__ADS_1