Romansa Di Makara Jingga

Romansa Di Makara Jingga
It Takes Two to Tango Part 2


__ADS_3

Dengan meminjam ponsel Kosa, Vira menghubungi Mas Dody dan minta maaf tidak bisa menemuinya sekaligus izin pulangnya nanti bersama Kosa.


Kosa pun menghubungi Mas Andri minta maaf tidak bisa ikut nonton bersama. Mas Andri meminta Kosa bertemu di parkiran untuk mengambil oleh-oleh dari Semarang. Ada mocha, wingko, dan lunpia yang jadi favoritnya.


“Vir, bentaran ya, tunggu di sini! Gue ke parkiran dulu sebentar ambil barang dari Mas Andri.”


Lima belas menit kemudian Kosa menampakkan dirinya di depan Vira dengan membawa satu paper bag berwarna coklat dengan motif batik. Napasnya terdengar tak beraturan, agak tersengal - sengal.


Setelah duduk, Kosa mencecap sisa-sisa kopi susu di cangkirnya dan mulai mengatur napas.


“Ada salam dari Mas Andri dan Rosma, ucap Kosa. Nanti dibawa juga ya Vir buat orang rumah.”


Vira ternyata sudah memesankan dua cangkir melati dengan gula batu dan dua potong cheesecake. Kosa meyakini pesanan Vira ini menunjukkan akan ada pembicaraan cukup panjang di sini, antara mereka berdua.


“Maaf Kak, Vira pesenin teh melati soalnya kopinya tinggal dikit banget. Tadi juga makan gak kenyang jadi sekalian pesan kue juga.”


“Emang tadi maksinya makan apaan Vir?”


“Cuma nasi goreng Kak, porsinya kurang besar,” kekeh Vira memperlihatkan deretan giginya.


“Hahaha, suka makan besar juga rupanya.” Kosa sedikit terkejut karena selama ini perempuan yang berada di dekatnya selalu menjaga porsi makan mereka.


“Iya, lupa tadi pesan dimsum penutupnya. Kurang afdol itu Kak. Jadi sekalian pesan cheesecake juga biar mulut gak gatel.”

__ADS_1


“Yeaaah, breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a pauper [sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti pengemis],” seloroh Kosa.


“That’s me [itu saya banget],” tunjuk Vira ke arah dirinya sendiri.


Suara tawa renyah mereka membuka suasana baru ke arah pembicaraan yang lebih terbuka.


 


“Beneran lu suka mendaki gunung, Vir? Sejak kapan? Koq gue gak pernah tahu? Sama anak Mapala?” tanya Kosa memandang lekat kedua mata Vira.


“Oh, itu. Vira sudah lama naik gunung Kak, sejak kelas dua SMA. Cuma waktu itu yang deket-deket aja pas liburan. Seputaran Bogor, Sukabumi, sama Garut aja. Bareng sama Mas Dody dan Dita juga sih! Baru pas sudah kuliah cari yang agak jauhan kayak Kerinci, Semeru, Rinjani gitu deh.”


“Gak bareng sama anak Mapala di kampus?”


“Tapi, beneran kamu mau ke Annapurna? Itu Himalaya bukan? Kamu beneran mau ke sana? Udah siapin semuanya?” Kosa bertanya banyak dengan nada tidak terlalu yakin.


“Hahaha, Vira gak ada tampang pendaki ya, Kak?” seloroh Vira.


“Iya, eeh..bukan, bukan itu. Ya gitu deh, gak kelihatan kalau kamu anak pecinta alam,” aku Kosa.


“Padahal Vira rajin posting di medsos loh, Kak!”


“Lu punya medsos, Vir? Padahal gue cari setengah mati gak nemu-nemu. Pake apa? IG apa Twitter?”

__ADS_1


“Fesbuk Kak, old fashioned [kuno] ya? Vira terkekeh. Cocok aja karena bisa pasang gambar dan teks yang banyak.”


“Namanya apa di fesbuk Vir? Gue cari gak nemu. Pake e-mail sama nomor hape juga gak nemu? Gue pikir elu anggota klub anti-sosial.” Kosa tertawa.


“Kinan the Explorer [Kinan Sang Petualang],” jawab Vira malu-malu.


“Koq kayak Dora the Explorer [Dora Si Petualang], sih Vir? Kosa tertawa geli. Tapi koq namanya Kinan, gak Vira aja?”


“Ya memang Vira niru Dora, Kak. Kinan itu nama samaran aja, biar gak dikenalin.”


“Aneh, pake medsos koq gak mau dikenal.”


“Ih, suka-suka dong Kak, ngapain punya banyak teman tapi gak ada yang dikenal juga,” kilah Vira membela diri.


“Vir, ini koq gak nemu juga sih? Aksesnya lu tutup ya?” Kosa menunjukkan tampilan medsos berwarna biru itu ke Vira.


“Eh, iya sengaja ditutup. Kak Kosa temenan sama Melati gak di fesbuk? Cari di list friend [daftar teman] Melati dulu baru bisa ketemu, hehehe, maaf ya Kak agak ribet,” ucap Vira sambil menyengir.


Ada banyak hal yang diceritakan saat itu. Tentang kesukaan Kosa minum kopi susu, makan udang yang kebalikan dari Vira yang justru alergi dengan udang, kesamaan mereka dengan buku, kesukaan Kosa dengan pantai dan hobi berenangnya, kesukaan Vira akan gunung dan suasana pedesaan. Kosa yang suka film aksi dan horror namun Vira yang suka film komedi romantis.


Ada persamaan dan perbedaan dari mereka yang diutarakan satu sama lain. Menghabiskan waktu bersama saling bercerita, saling mengenal agar dekat.


“Vir, panggil gue Abang ya sekarang! Jangan Kakak lagi. Biar kita bisa lebih dekat,” pinta Kosa

__ADS_1


__ADS_2