Romansa Di Makara Jingga

Romansa Di Makara Jingga
Rindu Mendera di Karawang


__ADS_3

Ujian akhir semester berlalu begitu cepat. Tidak ada yang perlu dilakukan karena semua mata kuliah yang diambil Vira, ujiannya berupa paper atau makalah ilmiah.


Pengerjaannya sudah dicicil karena sejak awal masuk kuliah semua plot dan tema tugas sudah diberitahukan dosen kepada mahasiswanya.


Tim satu pengumpul data lapangan untuk Kabupaten Bekasi, Rizki dan Widodo sudah mulai turun lapangan setelah pekan ujian selesai. Mereka bilang semakin cepat dikerjakan semakin baik karena bisa langsung terima honornya.


Untuk tim dua di Karawang, Vira sebenarnya mau lebih cepat saja karena harus mempersiapkan diri juga ke Annapurna. Tapi sayang, Melati dan Handoko memilih waktu di pekan kedua pasca ujian akhir. Alasannya mau istirahat dulu.


Briefing dengan Kosa, Kimmy, dan Mas Danu lumayan menyita waktu. Apalagi Vira juga diminta Kimmy untuk menyimpan peti kas selama penelitian di Karawang. Peti kas digunakan untuk makan, fotokopi, beli pulsa, transport dan acara tak terduga.


Kimmy wanti-wanti untuk pengeluaran peti kas harus selalu disertai bon sebagai tanda bukti. Agak merepotkan untuk Vira tapi Kimmy memaksanya. Alasannya hanya karena Vira pacarnya Kosa maka Kimmy percaya memberikan peti kas dalam jumlah yang cukup besar.


Vira lumayan senang ternyata tim dua ini diberikan fasilitas hotel bintang tiga yang sangat nyaman selama penelitian. Tidak jauh dengan lokus penelitian mereka.


Tadinya Handoko sempat menawar agar diberikan penginapan sederhana saja karena toh cuma dipakai untuk tidur saat malam saja, dan sisa budget hotelnya ditambahkan ke honor tim pengumpul data. Permintaan Handoko langsung ditolak Kimmy dan malah ditertawakan. Semua budget ini sudah diatur anggarannya dan tidak bisa seenaknya diganti.


Vira diberikan kamar berdua dengan Melati dan Handoko sendiri. Awalnya Kosa akan ikut memantau kerja tim dan sekamar dengan Handoko tapi ternyata tidak bisa. Kosa diminta Pak Irsyam dan Mas Syahran menemani mereka bertemu dengan beberapa politisi partai untuk menjajaki kerjasama penelitian marketing politik menjelang pemilukada.


Udara di Karawang panas sekali di awal Juni ini. Ada sekitar lima belas narasumber yang harus ditemui mereka bertiga. Paling banyak memang di kantor dewan tapi ada beberapa staf ahli yang meminta pertemuan dilakukan di restoran atau rumah mereka. Mengendarai motor sewaan menuju tempat pertemuan dengan matahari yang begitu terik memang menyiksa.


Vira beruntung hotel tempatnya menginap memiliki fasilitas kolam renang yang luas. Berenang malam hari bersama Melati dan Handoko membuat segar badan.


“Gila lu Vir, jago berenang juga lu ya,” cetus Handoko.


“Hahaha…. Berenang mah cingcay Dok,” sahut Vira sambil mengatur napas setelah selesai dua putaran gaya bebas.

__ADS_1


“Noh si Melati ngobak-ngobak gak jelas di kolam bocah,” ucap Handoko sambil menunjuk ke arah Melati yang sepertinya terlihat main air dan bukan berenang.


“Mel, sini,” teriak Vira kepada Melati. “Sini Mel, gue ajarin berenang,” ajak Vira.


“Ogaaaaah, gua kagak mo mati tenggelam. Besok masih ada satu narsum yang gua kejar,” teriak balik Melati.


Vira dan Handoko tertawa terbahak-bahak. Mereka berdua kemudian kembali melanjutkan untuk berenang. Tidak banyak tamu hotel yang berenang malam ini karena memang weekdays biasanya sepi. Kolam sebesar ini seperti menjadi milik mereka sendiri.


_________


Selepas berenang, Vira kemudian menyusun berkas wawancara untuk esok hari. Pedoman wawancara, pertanyaan, tape recorder ukuran mini yang merupakan inventaris Pusat Kajian.


Vira selalu rajin memindahkan rekaman hasil wawancara ke laptop dan mengirimnya melalui googledrive ke Kosa.


Matriks semacam ini mempermudah dalam analisis data secara cepat meskipun biasanya peneliti utama akan membaca transkrip secara detailnya juga.


Drrrttt…….dddrrrtttt…….ddrrrttt…..


Vira mengusap ikon bergambar telpon berwarna hijau. Telpon dari Kosa.


“Halo Bang, ada apa?”


“Gimana Vir wawancaranya tadi? Udah semua? Besok rencananya apa? Ada kesulitan gak?” tanya Kosa bertubi-tubi.


“Iiih abang nanyanya penelitian sih. Kirain mau bilang sayang ke Vira,” candanya.

__ADS_1


“Kan sebelah kamu pasti Melati, gak enak lah kalo kamu ketauan pacaran sama Ketua Tim Lapangan.”


“Hahaha…iya nih, Melati di sebelah lagi cengar cengir gitu mukanya.”


“Jadi gimana besok?” tanya Kosa sekali lagi.


“Besok tinggal Melati aja yang wawancara dari Fraksi Pangkal Perjuangan. Mintanya setelah rapat Fraksi besok jam empat sore. Paginya Vira sama Doko mau ke Sekretariat buat ambil beberapa data dan risalah rapat. Lusa kelar Bang.”


“Hotelnya sudah dibayar sampe hari Sabtu Vir. Kalo jumat udah balik, sayang aja. Masih mau jalan-jalan keliling Karawang gak?”


“Vira sama Melati mau balik aja Bang. Kangen sama rumah. Tapi Doko katanya mau ajak temennya dari Jumat nginep di sini. Ada tiga orang, jadi kamar Vira dan Melati juga dipake.”


“Oh yasudah, cingcay lah!’ Salam buat Melati sama Doko ya!”


“Baik Bang, terima kasih.”


Kosa mematikan ponselnya. Sesaat kemudian bunyi notifikasi dari aplikasi pesan di ponsel Vira. Dari Kosa.


K: [Abang kangen Vira]


V: [Abang yang sehat ya, jangan lupa makan]


K: [Seminggu gak ketemu itu Vira, seperti separuh jiwa abang hilang]


V: [Iiih, abang gombal banget sih!]

__ADS_1


__ADS_2