
“Vira,” teriak Kosa yang langsung berdiri, memanggil perempuan berjilbab coklat susu yang baru saja melewatinya.
Vira menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
“Eh, Kak Kosa. Lagi makan di sini juga? Sama teman?” tanya Vira dengan ekspresi cukup tenang.
“Eh, ini sama keluarga. Koq bisa elu di sini Vir? Baca WA gue gak?"
“WA? Aduuuh, maaf Kak, gak bawa hape, tadi buru-buru dijemput malah ketinggalan di kamar. Kenapa Kak? Ada perlu apa Kak?" terlihat wajah Vira agak sedikit menyesal.
"Eh, ini kenalin teman Vira. Ini yang ada kumisnya Mas Dody dan yang pakai kacamata Mas Une. Kenalin Mas, ini senior di Kampus Vira, namanya Kosa," sambung Vira seraya memperkenalkan mereka.
Kosa terlihat sedikit kecewa karena Vira memperkenalkannya sebagai senior dan bukan kekasihnya.
“Ini kenalin Mas Andri, kakak gue dan Rosma adik gue. Mas, Dek, kenalin Vira pacar Kosa,” ucap Kosa sambal menarik tangan Vira.
Mas Andri, Rosma, Mas Dody, dan Mas Une terkejut sesaat. Vira malah cengengesan diperkenalkan demikian. Kosa sedikit salah tingkah.
Mas Une menghampiri dan menepuk pundak Vira.
“Vir, gue sama Dody mau ke bawah cari barang. Ntar lu samperin aja ke sana tapi jangan lebih dari jam tiga. Lu kan gak bawa henpon.”
__ADS_1
“Sip Mas Une, Mas Dody, Vira nyusul bentaran lagi ya!” ucap Vira sembari menautkan ibu jarinya dengan telunjuk membentuk bulatan dan membiarkan tiga jari lainnya berdiri. Kode tanda setuju.
Sesaat setelah Mas Une dan Mas Dody pergi, Kosa meminta izin ke Mas Andri dan Rosma untuk jalan dengan Vira.
“Sebentar Mas, pergi dulu sama Vira, nanti ketemuan di Bioskop aja ya!”
Kosa menggandeng tangan Vira dan meninggalkan Mas Andri dan Rosma yang saling memandang, menaikkan alis, dan tersenyum simpul.
Kosa menggenggam erat jemari Vira, melekatkannya dengan jari-jarinya yang besar. Mereka menyusuri koridor dalam diam, menjejakkan kaki di eskalator yang mengantarkan ke lantai di bawahnya.
Dengan langkah tidak terlalu cepat, Kosa menjejakkan kakinya bersama Vira ke arah salah satu coffee shop lokal yang tidak terlalu ramai pengunjung dan menempati meja pojok yang menempel pada kaca dengan pemandangan luar.
Dipesannya kopi susu, minuman kebiasaan Kosa dan cokelat hangat yang diminta Vira. Mereka terdiam cukup lama sampai minuman pesanan diantarkan oleh pramusaji.
“Ikut sama Mas Dody. Rumahnya di Bekasi juga,” jawab Vira yang juga menyesap cokelat hangat.
“Mas Dody itu siapa Vir?” tanya Kosa sekali lagi sambil melempar pandangan ke arah luar.
“Sodara,” jawab Vira singkat.
“Kalau Mas Une?”
__ADS_1
“Temen.”
“Koq bisa mainnya jauh banget ke sini? Kenapa gak di Bekasi aja? Mas Dody kan rumahnya di Bekasi juga? Trus elu ke sini bareng Mas Dody? Koq bisa henpon lu ketinggalan? Tadi emangnya pergi jam berapa?” Kosa memberondong Vira dengan banyak pertanyaan yang membuat mata Vira membulat terbelalak.
“Apa Vira harus menjawab semua yang Kak Kosa tanyakan itu?” Vira menghela nafasnya. Tidak terlihat rasa kesal di mata Vira, hanya sedikit rasa bingung.
Kosa meraih tangan Vira dan mencengkeramnya dengan kuat. “Gue pacar elu Vir, gue mau kejelasan, gue mau lu jujur cerita semuanya ke gue,” sergah Kosa dengan suara yang sedikit meninggi.
“Kayak apaan aja sih Kak, Vira gak ngapa-ngapain koq. Lagian pacaran baru dua hari apa harus cerita semua kegiatan Vira ke Kak Kosa?”
Kosa terkesiap tidak menyangka Vira akan menjawab itu. Dilepasnya cengkeraman tangannya. Kosa menghela napasnya lalu menyesap kopi susunya yang sudah mulai berkurang hangatnya. Mereka terdiam dan tidak saling pandang.
“Vira janjian sama Mas Dody dan Mas Une dari seminggu lalu Kak," ucap Vira memecah keheningan di antara mereka.
"Janjiannya itu sebelum Vira jadian sama Kak Kosa. Kenapa janjiannya di Penvil soalnya Mas Une itu rumahnya di Bogor dan sekalian mau ambil barang di Pejaten, jadi minta ketemuannya di sini. Mas Dody itu suaminya Dita, sepupu Vira. Mas Une juga sudah punya istri. Yang nyuruh Vira ikut motor Mas Dody juga Dita. Soal henpon Vira benar lupa bawa Kak, soalnya lagi dicas. Vira itu dijemput jam setengah sepuluh dan terakhir Vira lihat, gak ada pesan atau call dari Kak Kosa.” Vira menjelaskan panjang lebar dengan nada tenang.
Kosa tersenyum mendengar penjelasan Vira.
“Kalian ada acara apa sih?”
“Kami mau ke Nepal Kak, mau daki Annapurna. Ada lima orang cuma yang dua tinggal di Surabaya, nanti ketemuannya si Suvarnabhumi, Thailand. Sekarang kontaknya di chat group aja. Kita mau koordinasi, ketemuan buat persiapan barang dan mental.”
__ADS_1
“Hah, Nepal? Daki Annapurna?” Kosa kaget luar biasa mendengar penjelasan Vira.
Pertama kalinya Kosa merasa bahwa dirinya tidak tahu siapa Vira sebenarnya.