Romansa Di Makara Jingga

Romansa Di Makara Jingga
Over the Moon


__ADS_3

Honor penelitian sudah ditransfer oleh Kimmy ke rekening Vira. Ada dua kali transferan. Kata Kimmy ini perintah Mas Syahran yang berterima kasih kepadanya karena dibuatkan matriks hasil wawancara keseluruhan di Karawang. Alokasi dananya diambil dari honor sebagai analis data.


Vira senang sekali. Berarti ada dana tambahan untuk bisa beli oleh-oleh dari Nepal nanti.


Mas Une sudah mengirim e-tiket penerbangan dari Jakarta – Thailand – Nepal pulang pergi. Sedangkan boarding pass baru akan dicetak di Bandara Soetta. Empat hari lagi. Persiapan semakin dekat.


Tidak ada hal berat yang dilakukan, hanya olahraga kecil dan pengaturan napas. Mas Une wanti-wanti agar tidak melakukan hal-hal yang melelahkan fisik agar tidak kesehatan tidak drop saat hari H.


Vira menyanggupi permintaan Kosa untuk bertemu setiap hari karena mereka akan berpisah cukup lama. Hampir sebulan. Tujuh belas hari pendakian ke Annapurna dan sepuluh hari penelitian skripsi Kosa tentang politik uang di salah satu desa di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.


Kosa sengaja menginap di rumah Mas Andri di Bekasi agar mereka lebih mudah bertemu.


Vira meminta Kosa menemani ke money changer untuk menukar rupiah ke dolar AS. Visa on arrival di Bandara Tribuvhan ada beberapa pilihan. Karena ke Annapurna hanya 15 hari maka biaya visa untuk kunjungan 15 hari sekitar 25 dolar AS.


Vira menukar sekitar 1000 dolar untuk keperluan mendaki. Mas Une juga menyarankan untuk menarik rupee langsung di atm karena konversi bank jauh lebih bagus nilainya daripada menukar dolar di bandara atau motel.


Karena urusan di money changer hanya sebentar, Kosa mengajak Vira ke Dunia Fantasi yang disambut dengan luapan senang. Seperti anak kecil. Sudah lama Vira tidak ke sana. Kosa membayar tiket premium yang berlaku selama setahun untuk mereka berdua. Katanya ini hadiah karena Vira membuat Kosa dipuji habis-habisan oleh Mas Syahran. Kosa mengatakan bahwa untuk penelitian selanjutnya Vira dipastikan akan diajak serta.

__ADS_1


“Bang….Vira mau naik ini dulu ya,” tunjuknya ke arah perahu besar yang diayun tinggi berulang-ulang.


“Mulainya itu tuh yang santai dulu Vir, kayak ini,” tunjuk Kosa ke aah bianglala yang letaknya bersebelahan dengan perahu ayun, kora-kora.


“Gak mau, maunya Ini. Antriannya gak lama Bang. Ayo,” ajak Vira sambil menarik paksa tangan Kosa.


Setelah dua kali naik kora-kora yang membuat tertawa lepas, mereka pergi ke lokasi Halilintar, roller coaster favoritnya Vira. Antriannya mengular panjang sehingga mereka harus mengantri sekitar dua puluh menit.


Kosa mengira Vira itu penyuka wahana permainan yang menantang. Tapi ternyata dugaannya salah. Setelah mencoba Tornado, ternyata Vira seperti kehilangan nyali. Vira menolak naik Histeria, Baling-baling, dan Kicir-kicir. Vira kemudian memilih untuk naik perahu di Istana Boneka.


Vira begitu menyenangkan. Kosa menatap Vira yang sedang asyik menyantap cemilan ayam asal Taiwan berukuran besar. Wajah Vira yang hanya disapu bedak tipis tampak sedikit berkilat. Parfum beraroma buah pir bercampur dengan keringat membentuk aroma yang menakjubkan keluar dari tubuh Vira.


“Abang ngapain dari tadi ngeliatin Vira terus? Abang mau ini?” tanya Vira yang kemudian menyodorkan kantong kertas pembungkus berisi ayam katsu goreng yang bertabur bumbu rumput laut.


“Hahaha, ini abang punya koq!” sahut Kosa sembari menunjukkan ayam katsu miliknya.


“Kirain mau nyoba yang Vira makan.”

__ADS_1


“Abang suka liat Vira makan. Rasanya tuh nikmat banget.”


“Abis enak sih, ya pasti nikmat lah,” seru Vira.


“Abang sayang banget sama Vira,”


 


Sehari sebelum keberangkatan, Kosa datang ke rumah Vira. Bertemu dengan papa Vira untuk pertama kali. Benar dugaan Kosa. Meskipun garis wajahnya keras, namun lelaki paruh baya yang menjadi papa Vira ini menunjukkan kasih sayang luar biasa kepada keluarganya. Entah alasan apa yang membuat lelaki ini menikah lagi.


Papa Vira mengajak Kosa mengobrol tentang vespa yang dikendarainya. Ternyata kesukaan mereka sama. Kosa menjadi pendengar yang baik ketika papa Vira bercerita tentang banyak hal.


Bahkan Kosa menyanggupi bertanding catur sebanyak dua kali yang kemudian dimenangkan oleh papa Vira. Tampaknya Kosa memang sedang mengambil hati kedua orang tua Vira.


Kosa sudah mulai akrab dengan Mirna, adik bungsunya. Hanya Natha yang bersikap dingin kepada Kosa.


Tampaknya konflik antara papa dan mama Vira sudah selesai. Tidak tampak kesedihan di raut wajah perempuan yang sudah Kosa anggap sebagai ibunya sendiri.

__ADS_1


Bahkan hari ini tampaknya adalah berkah luar biasa. Semua anggota berkumpul dengan hidangan nikmat tersaji di meja. Ada sup iga, ayam suwir pedas, brokoli kukus saus bawang, dan peyek udang favorit Kosa. Vira bahkan mengajak Kosa bersama-sama membuat bolu pandan kesukaan papa.


Kosa merasa bahagia. Merasa menjadi bagian dari keluarga ini. Sangat bahagia.


__ADS_2