Romansa Di Makara Jingga

Romansa Di Makara Jingga
Well Begun is Half Done


__ADS_3

Seharian Vira di kamar. Keluar hanya untuk ke kamar mandi dan makan saja. Tugas review artikelnya sama sekali tidak ada kemajuan, stuck hanya di judul saja.


Beberapa kali terdengan bunyi notifikasi dari ponselnya. Vira enggan membukanya. Mengintip sedikit pun tidak tertarik. Dibiarkan begitu saja ponselnya yang tergeletak tepat di sisi kiri tubuhnya yang sedang rebahan.


Vira memandang ke arah luar jendela kamarnya yang terletak di lantai dua. Tidak disadarinya waktu berlalu begitu cepat. Sudah menjelang sore ternyata.


Ada bunyi ketukan pintu. “Vir, ini Mama.”


Vira langsung membuka pintu kamarnya. Tampak perempuan paruh baya di depannya tersenyum menggoda.


“Vir, itu ada cowok yang mau ketemu sama kamu, tuh ada di teras depan,” ucap Mama dengan nada sumringah.


“Hah, siapa Mah? Mas Yudha?” tanya Vira


“Bukan Yudha, emang kamu lagi nungguin Yudha ya? Kamu pacaran sama si Yudha?” Mama malah langsung balik bertanya.


“Enggak lah Ma, siapa sih? Tukang kredit kali aah,” Vira masih penasaran.


“Gak mungkin Vir, ganteng ini kayak masih mahasiswa, eh bukan ganteng. Tampan. Kulitnya putih bersih. Kamu cuci muka dulu, pake jilbab, kasihan kalau dibiarkan lama nunggu sendirian gitu,” perintah Mama.

__ADS_1


Digantinya celana pendek dengan celana jeans lusuh bekas dipakai saat kuliah senin kemarin. Tak lupa Vira mengenakan kardigan hitam untuk menutupi tangan karena Vira malas mengganti kaos lengan pendeknya. Warnanya selaras dengan jilbab kaos instan berwarna hitam untuk menutupi rambutnya.


“Kak Kosa? Koq bisa?" Vira agak sedikit teriak kaget ketika mendapati ternyata Kosa lah yang datang ke rumah mencarinya.


“Eeh Vir, iya Abang nih!” Kosa tertawa nyengir sambil menggaruk kepalanya.


“Gak nyasar kan Kak?” Vira masih setengah tidak percaya dengan kehadiran Kosa di hadapannya.


“Masih hapal koq, cuma nomor rumahnya nanya sama Melati tadi. Kemarin kan nganternya cuma sampai depan komplek saja.”


“Eeh masuk Kak, di dalam saja duduknya ya!” ajak Vira


Dilihatnya perempuan paruh baya yang tadi membukakan pintu depan untuknya sedang duduk di sofa berwarna hijau tua menonton berita sore. Perempuan itu berdiri ketika Vira dan Kosa menghampirinya.


“Ma, kenalin ini pacar Vira, Kak Kosa.”


Kosa terkejut sekaligus sumringah. Tak disangka Kosa langsung dikenalkan sebagai pacar di depan orang tua Vira.


“Wah, pacar kamu Vir? Beneran ini?” Mama agak sedikit terkejut mendengarnya.

__ADS_1


“Iya Tante. Kenalin, saya Kosa, pacarnya Vira, senior Vira juga di kampus. Kosa memperkenalkan dirinya dengan yakin.


“Vira gak pernah cerita kalau punya pacar, eeeh tau-tau malah datang ke rumah,” seloroh mama sambil memukul pelan pundak Vira.


“Baru jadian seminggu Ma, belum sempat cerita,” kilah Vira cengengesan.


Mama kemudian meninggalkan mereka berdua, menuju ruang dapur yang terletak di arah belakang ruang keluarga. Vira kemudian mempersilahkan Kosa duduk di ruang keluarganya yang didominasi gradasi warna hijau dan putih.


Tampak foto keluarga besar dengan bingkai kayu berukir tergantung tepat di atas televisi berukuran cukup besar. Ada beberapa souvenir dengan nama-nama negara sebagai pajangan, vas berisi bunga anggrek lateks berwarna ungu berbintik dan benda lainnya memenuhi ruang keluarga ini. Kesan hangat yang terpancar dari ruang keluarga ini menghampiri Kosa.


Vira menjamu Kosa dengan kopi susu buatannya. Kosa menatapnya lembut. Tidak disangka Vira akan menyuguhkan minuman favoritnya. Tidak disangka pula rasa kopi susu buatan Vira ini tidak kalah dengan buatan café-café yang biasa Kosa kunjungi.


“Kak, koq gak bilang mau ke sini?” Vira bertanya sekali lagi ketika Kosa menikmati sesapan kopi susunya.


“Kamu sama sekali gak balas chat Abang, gimana bisa ngasih tau kamu Abang mau ke sini,” kilah Kosa.


“Eh maaf. Tadi seharian kepala pusing Kak. Ngerjain tugas gak kelar-kelar, jadi males buka hape.” Vira memberikan alasan untuk membela dirinya.


“Abang kangen kamu.”

__ADS_1


Suara pelan dan lembut Kosa seolah berbisik sontak menggetarkan hati Vira. Semburat merah terlihat dari wajahnya yang nampak tersenyum malu mendengar ucapan Kosa itu.


__ADS_2