Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter17. Dirga menginap di rumah ku


__ADS_3

Aku hanya bisa mencoba memberi sebuah penjelasan secara singakat sama kedua adik ku itu. walau kedua nya kirang merasa puas tapi mereka tidak terlalu menuntut ku untuk bicara.


saat aku keluar dari lamar aku melihat bunda sudah menghidangkan minuman dan sedikit cemilan untuk Dirga dan ayah.


aku tidak melihat bunda jadi aku kedapur untuk mencari bunda. aku melihat bunda sedang membuat sesuatu.


aku memeluk bunda dari belakang sambil bertanay.


,, bunda lagi ngapain...!,,


,, bunda mau masak untuk makan malam kita...,, kata bunda


,, biar sia aja yg masak bun...,,


,, tapi bunda pengen msak buat putri bunda, lagian kamu pasti masih capek kan....!,, kata bunda.


,, sia gak terlalu capek kok bun, tadi di mobil sia cuma tidur aja, pasti Dirga yg laling capek, dia nyetir seharian sendiri....,, aku menjelaslan pada bunda


bunda tidak mengatakan apa pun, dia terus melanjutkan memasaknya.


,, bunda tidak ingin bertanya...?,, kataku yg sedikit penasaran dengan sikap bunda yg tidak mengatakan apa pun


,, aku adalah bundamu sayang, tanpa bertanya pun bunda yakin cepat atau lambat sia bakal bilang semua nya sama bunda, benar kan....!,, ujar bunda.


,, eeemm....,, aku hanya bisa mengangguk kan kepalaku. aku masih takut bunda akan kecewa karena tidak memberitahunya dari awal sebelum akhirnya aku tiba disini dengan seorang pria.

__ADS_1


sambil bunda memasak aku mencoba memjelaskan segalanya pada bunda secara perlahan, hingga selesai.


,, apa sia bahagia...,, tanya bunda secara tiba tiba


,, apa sia sudah yakin...!,,


,, selama sia bilang kalau sia bahagia dan yakin bagi bunda itu sudah lebih dari cukup....,, kata bunda dengan tatapan hangat di matanya.


aku tersenyum pada bunda sambil berkata


,, sia bahagia dan yakin bun....,,


akhirnya kami menyudahi percakapan kami dan mempersiapkan makannan di mefa makan sederkhana di rumahku.


bunda hanya membuat beberapa lauk pauk sederhana yg sering aku makan saat aku ada dirumah.


bunda mempersilahkan Dirga duduk di kursi yg letaknya ada di sampin ayah ku.


aku memperhatikan wajah dirga saat melihat makanan yg tersedia di atas meja makan, dia tidak terlihat terkejut malah aku melihat sebuah senyuman di bibirnya.


,, silahkan nak, maaf hanya ini yg bisa ibu persiapkan, makanan yg sangat sederhana...,, kata bunda


,, ngak pa2 bun, ini juga sudah lebih dari cukup, selama msakan ini bunda yg membuatnya...,, kata dirga sedikit tersengar sedang menyanjung bunda


,, wuaah. dia benar benar sangat ahli mencari perhatian bunda...,, gumamku.

__ADS_1


,, tenang aja mas, masakan bunda itu yg paling enak di dunia, dan aku yakin mas bakal suka....,, kata rio.


,, oya mas tadi kita belum sempet kenalan, kenalin aku rio....,, rio mengulurkan tangan nya dan di sambut sama Dirga,


,, mas Dirga...,,


,, kalau aku roy...,, kata roy dengan wajah cuek nya, ya begitulah adik ku yg satu itu, tapi percaya sama aku dia anak yg paling baik sedunia setikdak nya bagiku dan keluarga ku.


saat makan semua orang tidak banyak bicara, tapi aku melihat Dirga sangat menikmati makananya, entah karena dia suka atau hanya terpaksa harus seperti itu.


selesai makan Dirga, ayah dan kedua adik ku kembali ke ruang tamu, sedangkan aku membantu bunda ngeberesin meja makan dan membersihkan dapur.


hari sudah sangat malam, jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, ahkirnya semua orang memutuskan untuk tidur.


bunda menyiapkan tempat tidur di ruang tamu, karena hanya ada dua kamar jadi terpaksa sebagian orang harus tidur di ruang tamu.


karena tidak mungkin aku yg tidur di luar akhirnya rio, roy dan Dirga yg terpaksa tidur di ruang tamu.


karena khawatir mungkin Dirga tidak bisa tidur di tempat seperti itu aku memutuskan keluar untuk melihat nya.


saat aku melihat keluar ternyata dirga sudah tertidur bakhan kakinya di tindih oleh sebelah kaki rio. aku tersenyum melihat situasi itu.


aku merapikan selimut mereka yg sudah berantakan, sambil berkata


,, aku gak nyangka kamh benar benar bisa tidur di dalam keadaan kayak gini...,,

__ADS_1


,, malah aku yg gak bisa tidur karena khawatir...,, katamu sedikit berbisik.


aku melihat jam dinding dan hari sudah jam 2 malam. karena merasa tidak akan bisa tidur aku memilih keluar ke teras mermaksud mencari udara segar. mungkin dengan begitu aku bakal bisa mengantuk.


__ADS_2