
" Aku tanya, kenapa kau menangis. ?" Tanya Roy lagi.
" Bukan urusanmu. " celetuk Lisa sembari membalikan badannya. Saat ia melangkah ingin masuk ke dalam minimarket langkahnya terhenti. Ia berbalik menatap Roy kembali.
" Lalu kau, kenapa kau memciumku ?" tanyanya dengan suara tinggi.
" Apa ?" kata Roy terkejut.
' bagaimana bisa mengganggap itu sebuah ciuman. Ternyata otak nya tak jauh cerdas dari otak Ciko. ' ejek nya di dalam hati.
" kenapa kau tidak menjawabku ? kenapa kau menciumku ?" paksanya.
" Apa kau tidak bisa membedakan antara ciuman dan kecelakaan. " ujar Roy.
' kecelakaan palamu, dasar sial, apa kau tidak tau kalai itu adalah ciuman pertamaku, dasar bodoh. kenapa hidup ku selalu saja sial setiap bertemu dengan orang ini. ?' kutuknya di dalam hati.
Dengan wajah cemberut Lisa mendengus langsung masuk kedalam Supermaket untuk melanjutkan pekerjaannya.
Menyadari Roy mengikutinya masuk.
" Kenapa kau terus saja mengikutiku ? " bentak nya.
" Aku tidak mengikutimu, berhentilah menggunakan otakmu itu berpikiran aneh-aneh. " celetuhnya.
" Yg aneh itu adalah otak mu. " balas Lisa yg tak mau kalah dengan gagasannya.
" Aku disini hanya ingin membeli sesuatu, jadi berhenti menatapku seperti itu."
Lisa sudah tak ingin memperdulikan Roy lagi, Dia kembali ke meja kasir.
Entah apa yg membuat Roy ingin berlama-lama disana, yg awalnya hanya ingin membeli peralatan mandi malah membeli beberapa senek dan memakannya di kurssi tunggu.
__ADS_1
' Ada apa dengannya kenapa malah tidak pergi-pergi juga. ' batin Lisa yg merasa sangat terganggu dengan keberadaan Roy.
Sesaat bayangan dari kejadian tadi terus saja terngiang-ngian di ingatanya. Saat tersadar ia menggetarkan tubuhnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Saat tak ada pelanggan lain Roy mendekati meja kasir.
" Jam berapa kau selesai bekerja ?" Tanya Roy Tiba-tiba.
" Kenapa, kau bertanya ?" tanya Lisa balik.
" Jawab saja." tegas Roy.
Lisa menatapnya penuh rasa curiga.
' Apa sejak tadi dia sedang menungguku, Apa dia ingin bermaksud jahat padaku ?'
" Aku tidak akan memberitahumu, jadi pergilah, jangan menggangguku lagi. " Usirnya.
Roy khawatir jika membiarkan Lisa pulang sensiri ditengah malam. Namun ia harus mengurungkan niatnya untuk tetap menunggunya sampai pulang kerja.
Saat melihat pak Amin sampai tertidur di mobil, membuatnya sangat merasa bersalah.
" Pa, pak Amin,,," Roy membangunkan pak Amin dari tidur nyenyaknya.
" Iya den," jawab pak Amin gelagapan sambil mengelap air liur nya yg tak terlihat.
" Maaf, Pa, udah nunggu lama, sampe bapak ketiduran disini. " ujar Roy
" Nggak masalah den, tadi saat ngeliat aden asik ngobrol sama temen ceweknya pak Amin pikir pasti bakal lama, makanya pak Amin milih nungguin Aden sambil tidur, maaf ya den. " jelas pak Amin.
" Iya pak, nggak masalah, ya udah kita jalan sekarang !" ajak Roy.
__ADS_1
Di pagi harinya. Saat semua orang sedang sarapan, tiba-tiba Dirga mendehem.
Ehemm.
Semua orang terkejut tak terkecuali aku. Kita semua menatapnya.
" Roy, Rio, Mas mau tanya, apa kalian bisa bawa motor ?" Tanya Dirga tiba-tiba. Membuat kita bingung.
" Bisa, Mas. " jawab Rio, sedangkan Roy hanya mengangguk pelan.
" Kalau begitu terima ini. " kata Dirga sambil menyodorkan dua buah kunci pada Roy dan Rio. Aku tersenyum padanya.
Semalam Dirga memang sudah membicarakan soal ini padaku. Aku hanya tidak menyangka akan secepat itu kunci motornya sudah ada di tanhannya.
" Ini apa, Mas?" Tanya Roy ragu-ragu.
" Itu kunci motor, mulai sekarang kalian bisa pergi ke kampus atau kemanapun dengan motor itu. Itu hadiah Mas sama Mbak Sia buat kalian. " jelas Dirga.
" Tapi, Mas, ini..." belum sempat Rio menyelesaikan kalimatnya sudah di potong oleh Dirga.
" Terimalah jangan menolak. Mas tau, kalian pasti merasa tidak nyamankan jika harus terus menerus meminta pak Amin mengantarkan kalian kemana-mana. " ujar Dirga.
" Benar, Sayang, lagi pula kalian kan udah dewasa, kalian pasti ingin keluar bersama teman-teman kalian, jadi jangan membatasi diri lagi mulau sekarang, bersenang-senanglah selagi kalian masih muda. Apa kalian mengerti ?" timpalku.
Telihat senyuman lebar di wajah kedua adikku itu.
" Terimakasih, Mas, Mbak, Rio janji akan menggunakannya dengan baik."
" Roy juga, terima kasih babyak."
" Tapi ingat, jaga diri juga baik-baik, terutama saat kalian ngeboncengin cewek. Ok. " godaku.
__ADS_1
" Mbak... " kata keduanya kompak.