
Di ruang makan.
Semua orang sedang bersiap untuk sarapan, semua orang terlihat begitu antusias dengan kabar yang mereka dengar tentang jenis kelamin bayiku.
" Apa bun.. ? ", tanya ku terkejut, yang aku yakin semua orang juga terkejut.
" Kenapa terburu-buru bunda.. tinggallah beberapa hari lagi ", cegah Dirga.
" Benar bun, ayah.. kalian baru bebrapa hari disini, setelah ini entah kapan lagi bunda dan ayah bisa datang lagi.. Hm..", rengek ku.
" Kenapa harus pulang, kenapa tidak disini saja sampai mbak Sia lahiran.. ", timpal Rio.
" Bunda dan Ayah harus pulang sayang, kita sudah terlalu lama meninggalkan pekerjaan di kampung, lagi pula bunda dan ayah akan segera kembali lagi saat kamu lahiran nak.. ", kekeh Bunda.
Yang akhirnya kita pun mengalah, walau aku masih berharap bunda dan ayah tidak segera pulang.
" Pulang nya masih besok kan bun.. ?", tanya Roy.
" Iya sayang.. ", jawab bunda.
" Kenapa dek.. nanyak nya gitu ?", aku sedikit bingung.
" Ya gak pa pa.. aku akan usahain besok untuk antar bunda dan ayah ke halte bus.. ", jawab Roy sedikit gelagapan.
*********
" Roy.. mau balik bareng gak ?", ajak Rio.
" Lu balik duluan aja gue masih ada urusan.. ", tolak Roy.
Setelah perdebatan yang terjadi sebelumnya Rio terus berusaha memperbaiki hubungnnya dengan Roy. Yah setidaknya Rio sudah menyadari kesalahannya pada saudara kembarnya itu.
" Hei.. kenapa cuy, kok lo nolak ajakkan Rio, apa masih belum baikan juga.. ", tanya Ciko kepo.
__ADS_1
" Gak ada yang perlu di perbaiki.. cuma emang lagi ada urusan aja.. ", jawab Roy.
" Hm, akhir-akhir ini lo emang selalu sibuk kan ? masih belum mau cerita sama kita, hubungan lo sama si kutu buku udah sampai tahap apa ?", tanya Ciko.
" Yakin pengen banget tau.. ?", ucap Roy.
" Ya iya lah, apaan.. ?", tanya Ciko antusias, Tobi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kepo sahabat satu nya itu.
" Kalo lo bisa kalahin gue main basket baru gue pikir-pikir mau ngasih tau apa gak.. ", goda Roy.
" Haisss ni anak satu.. kalo kasih tantangan peke otak donk bro.. jangankan masukin bola kekeranjang pegang aja aku udah gemetaran.. ", ucap Ciko.
" Itu karena lo cojad.. ", celetuk Tobi.
" Cojad apaan.. ?", bingung Ciko.
" Cowok jadi-jadian.. setengah cewek setengah lagi cowok.. ", ledek Tobi.
" Ahahahaha.... ", tawa Roy dan Tobi pecah.
Kedua sahabatnya bukannya perduli malah meninggalkan laki-laki satu itu pergi ke kantin.
" Haisss... kedua orang ini pasti aku akan membalasnya.. lihat saja nanti ", gumam Ciko.
Ciko berusaha mengejar kedua sohibnya tersebut.
" Woy.. main tinggal-tinggal aja, gue juga pengen ikut kali, perut gue juga udah keroncongan dari kemarin ", lanjut Ciko.
" Perut lo kan mang persis tong sampah, udah di isi berulang-ulang tetep aja gak kenyang.. ", celetuk Tobi.
" Aku rasa alasan lainnya karena dia lagi kere tuh, belanja bulannan udah abis.. ", timpal Roy.
" Setuju gue.. ", tambah Tobi.
__ADS_1
" Haisss.. tau aja lo.. Hahahahaha... ", gabung Ciko membenarkan ucapan Roy.
Setibanya mereka di kantin Roy melihat Lisa untuk pertama kalinya di kantin bersama seorang pria, yang Roy tau pria itu adalah seorang senior di kampus itu.
" Mau makan apa kali ini cuy.. ?", tanya Ciko.
" Bisa lo pesanin buat gue juga gak sama yang kayak kemarin ", pinta Roy yang masih terus menatap tajam kearah Lisa saat ini.
" Tapi lo teraktir gue ya.. ", pinta Ciko.
" Hm.. ", jawab Roy singkat.
" Yuk cuy kita capcus.. ", ajak Ciko pada Tobi.
Roy langsung berjalan kearah Lisa dan akhirnya menghentikan langkahnya tepat di samping Lisa.
" Hi.. Boleh aku gabung duduk disini.. ?", tanya Roy.
" Roy kamu.. !", Lisa terkejut melihat Roy tiba-tiba datang, matanya membulat melihat tatapan tajam Roy pada Senior.
" Apa ? Tapi kenapa ? apa kau tidak lihat aku sedang bicara padanya, apa kau pikir sikap mu ini sopan.. aku adalah... ", kata-katanya di hentikan Roy
" Senior ? lalu apa seorang senior akan tetap di anggap sopan saat mengajak kekasih orang lain makan bersama.. ?", balas Roy
" Apa ?", tanya Senior itu kesal.
" Roy.. kau, Ahh.. ", Lisa di tarik Roy sampai berdiri.
" Wanita ini adalah pacarku, jadi tolong lain kali kalau senoir ingin mengajaknya makan minta ijin dulu padaku.. ", tegas Roy.
" Wow... Ini benerankan ?", Ciko dan Tobi tercengang.
Yang terkejut bukan hanya kedua sohib nya itu semua orang yang ada di sekitar meraka saat ini pun mulai berbisik-bisik karena tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
__ADS_1
Karena Roy dan Rio adalah bintang baru di kampus itu, semua mahasiswi begitu menagagumi mereka, bagi mereka ini terlalu mengejutkan karena tipe Roy adalah dingin dan kaku.Tak ada yang menyangka seorang kutu buku seperti Lisa bisa menaklukkan hati laki-laki itu.