
Pagi ini aku telat bangun karena semalam terlalu lama mengobrol bersama kedua adik laki laki ku yang paling tampan, setiap ada kesempatan aku memang selalu menghubungi orang rumah, apa lagi aku sangat jarang bisa pulang kerumah, mengingat biaya untuk pulang kerumah itu sangatlah besar.
Walau sangat merindukan mereka aku lebih memilih untuk menabung uangku agar nanti bisa ku pergunakan buat biaya kuliah mereka.
Roy adalah anak yang selalu berpikiran sangat dewasa, dia selalu memberiku rasa aman dari seorang sawdara, Roy selalu bilang jangan terlalu memaksakan diri, hiduplah dengan baik sesuai keinginan hatimu.
Semalam dia juga mengingatkan ku lagi,
" Jangan pernah lagi tertipu oleh seorang pria, mbak harus menghargai diri mbak sendri, ingat bagi kami semua mbak sangatlah berharga melebihi apa pun di dunia ini "
Kata kata itu lah yang selalu memberiku kekuatan untuk bisa bertahan dalam keadaan apa pun.
Karena sangat terlambat aku bahkan sampai tidak sempat sarapan, kau bahkan harus berlari takut kalau bus nya sudah berangkat.
Dan secepat apa pun aku berlari ternyata aku tetap ketinggalan busnya, terpaksa aku pagi ini naik ojek ke butik, khawatir buk meneger akan marah.
Saat tiba di butik aku telat 10 menit, terlihat dari kaca luar bahwa buk menger sedang memberikan pengarahan pada semua kariawan.
"****** lah aku, akan di sambar petir pagi pagi..." Gerutuku
Aku ragu ragu melangkah masuk ke dalam butik, tapi mau tak mau aku harus menghadapinya, karena sifat buk meneger sangatlah tegas. Dia paling tidak suka dengan yang namanya keterlambatan apa lagi sebuah kesalahan.
Saat perlahan akan berjalan mendekatinya, bahkan tanpa menoleh ke arahku dia langsung berkata.
"Kamu ikut denganku..." Titahnya.
Sambil menundukkan kepala aku memejamkan mata sejenak dan aku pun mengikutinya dari belakang.
Saat ini kami sudah berada di ruangan buk meneger, dia diam sejenak sambil membelakangiku. Dia meletakkan tangannya di pinggang.
__ADS_1
" Sekarang bicaralah..." Ucap nya dingin.
" Maaf buk..."
" Aku tidak memintamu minta maaf " katanya sambil berbalik melihat ke arahku.
" Kamu tau kan apa yang paling aku benci.." tambahnya.
" Tau buk..." kata ku sambil menundukkan kepala.
" kalau kamu tau, setidaknya katakan padaku, bagai mana caranya agar aku tidak memacatmu..." Serunya yang membuatku sudah tidak mampu lagi bicara.
Buk meneger paling tidak suka seseorang mengatakan kata maaf setelah melakukan kesalahan, dia juga tidak mau mendengar alasan apa pun, lalu apa lagi yang bisa aku lakukan saat ini.
Yang bisa kulakukan menerima keputusan apa yang di berikan olehnya padaku.
" maka kali ini aku akan melupakan nya..." tambah buk maneger.
Mendengar ini aku akhirnya merasa sangat lega dan menghela napas.
" tapi kamu harus ingat bahwa ini adalah keslahan pertama dan terakhir kamu, apa kamu mengerti..." kata buk meneger.
"Baik buk." Jawab ku.
Sebelum aku keluar dari ruangan, dia mengatan satu hal lagi yang menyadarkanku akan perjuangan yang kulalui hingga aku sampai pada tahap ini.
" ingatlah untuk bisa bertahan hidup, kamu harus punya kedisiplinan dan prinsip, karena kita hidup dengan mengandalkan diri sendiri bukan orang lain..." nasihatnya.
" baik buk, saya akan terus mengingatnya..." kataku dan lalu keluar dari ruangan.
__ADS_1
Qlaudia langsung menghampiriku dan menarik ku ke ruang istirahat.
" Apa yang di katakan buk meneger...! dia tidak akan memecatmu kan?"
"dia bilang apa sama kamu, lagian kamu kok bisa telat cih, bukan nya kamu paling konsisten ya sama waktu....!"
Tanya nya panjang lebar hingga aku bahkan tidak punya kesempatan untuk menjawab.
" aduh ni mulut...." aku mencubit bibirnya
" aaaw sakit tau Sia..." rengeknya.
" gimana aku mau jawab kalau kamu ngoceh terus.." kataku.
" tenang aja aku gak di pecat kok..."
Qlaudia langsung memeluk ku sambil berkata.
" Syukurlah.."
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak dan klik tanda jempolnya. Terimakasih😘😘😘
__ADS_1