
Keningku teras dingin, terdapat sebuah handuk kecil yg menempel di balik rambutku.
Ku tatap wajah lelahnya yg begitu pulas tertidur di sampingku. Air mataku mengalir tanpa mampu ku tahan saat aku teringat dengan apa yg ku saksikan di balik pintu lip semalam.
Seseorang yg begitu aku percayanyi dan yg sudah ku serahkan segala hidupku padanya terlihat jelas dimata ku sedang memeluk wanita lain, hatiku begitu teriris hinggabiatku seakan tak mampu lagi bertahan di sini walau hanya sedetik.
" Kamu mau kemana ? mau pergi lagi ? " Tanya nya berusaha menghentikan diriku yg sudah tak sudi menatap wajahnya lagi.
" Apa kamu sadar dengan tindakan mu semalam, meninggalkan suami mu tanpa memberi kabar "
" Apa kamu masih remaja, jika marah pergi seenaknya, tanpa penjelasan membuat orang lain khawatir. "
" Aku ingin pulang. " ucapku di iringi isak tangis ku.
" Kita baru bisa pulang jika kau sudah mau menatap ku lagi. "
" Sia..... aku melamarmu dengan izin dari seluruh keluarga mu, kau adalah tanggung kawab ku sekarang, apa pun yg terjadi padamu aku berhak untuk tau dan kau mempunyai tanggung jawab untuk membagi segalanya padaku. "
" Tatap mataku dan bicaralah padaku. " Tegasnya yg tidak akan pernah melepaskan ku jika aku tetap diam.
Aku berbalik menatapnya, ku keluarkan segala kekhawatiranku dan segala hal yg membuatku jadi seperti itu.
__ADS_1
Dirga menghela napas dan muali memberi penjelasan dari kesalah pahamanku.
" Maaf sayang karena sudah membuatmu menderita, tidak seharusnya aku membiarkan keberadaan orang lain merusak kepercayaan mu padaku. "
Dirga berjanji bahwa kesalahan ini tidak akan pernah terjadi lagi.
" Seumur hidup ku cuma kamu satu satunya wanita dalam hatiku, cuma kamu yg ku inginkan dan ku cintai sayang. " Kata katanya meluluhkan hatiku di iringi sentuhan lembut bibirnya mulai merasuk ke dalam jemariku.
Pelukannya dan belaiannya yg begitu lembut menghangatkan seluruh tubuhku, aku mulai merasakan getaran di balik celana dalamku, saat jarinya menyusuri kewanitaanku tanpa sadar aku menggigit bibirku dan mendesah hingga membangkitkan gairahnya.
" Ga, berjanjilah padaku, jangan pernah meninggalkan ku atau menghianatiku. " ujarku di sela sela desahan ku.
" Aku berjanji padamu sayang, bahwa dirimu tidak akan tergantikan oleh siapa pun, Aku mencintaimu Flesia. "
Ruangan ini di penuhi desahan kita berdua yg sudah hanyut dalam kenikmatan surga dunia layak nya insan yg sedang memadu cinta.
Hentakan demi hentakan di lancarkan hingga sampai pada puncaknya setelah satu jam Dirga pun menumpahkan cairan yg sudah tak dapat di bendung lagi ke dalam rahimku.
Dirga akhirnya tumbang di atas tubuhku, keringat sudah sangat membashi sekujur tubuhnya, tanpa memakai apa pun kami tertidur karena kelelahan.
Seberkas sinar menyilaukan mataku saat aku perlahane membuka mataku, kutatap wajah nya yg begitu sendu, wajakku memerah dan membuatku tersipu malu mengngingat perminan kaita semalam.
__ADS_1
" Ga, bangun sayang. " Bisik ku
Aku membelai wajahnya meminta untuk segera bangun karena matahari sudah tinggi dan bersinar begitu terang.
Di balik jendela kaca aku melihat cahaya di sela sela tirai memasuki ruangan, aku berjalan mendekat lalu menyikap tirai penutup itu dan menyembulkan kepala keluar.
Kurasakan kehangatan dari sinarnya dan sisa kesejukan yg menyelimuti tubuh kita semalam.
Ketika aku memejamkan mata memikmati keindahan pagi dengan lembut sebuah sentuhan melingkar di balik pusarku, kurasakan kehangatan dari hembisan napasnya yg berada di sisi telingaku.
" Selamat pagi sayang. " Suaranya yg terdengar berat namun terdengar begitu lembuat seakan menusuk dadaku.
" Pagi sayang. "
" Bagai mana perasaanmu, apa masih terasa pusing ataw masih demam. "
" Aku baik baik aja Ga. "
Seperti mimpi buruk bagiku dan juga Dirga dalam semalam perasaan kita seakan di aduk aduk, Rasa amarah yg awalnya begitu mengebu gebu seakan lenyap begitu kata maaf itu terucap dan kealahpahaman dapat di selesaikan.
" Sebaiknya kita mandi terlebih dulu baru sarapan, kamu pasti udah lpar kan. ? Kata Dirga
__ADS_1
Setiap selesai bercinta kita selalu mandi bersama karena itu adalah kemauan nya yg tidak dapat aku tolak.