
Lisa mendekati Sopi dan dia sedikit menundukkan kepalanya, dan menarap Sopi dengan mendekarkan wajah mereka.
" Tapi aku bisa melihat cinta dari matamu ini, Sop." Ujar Lisa, Sontak Sopi mengangkat wajahnya dan menatap Lisa, Sopi mundur selangkah ke belakang. Dari wajahnya dia terlihat gugup.
" A-Aku tidak.."
" Emm.. Tidak!?" Lisa malah tertawa karena memergoki Sopi yang salah tingkah.
" Ehem.." Aku pun datang untuk membantu Sopi yang sedang di sudutkan oleh Lisa.
" M-Mbak, Sia!?" Ucap Sopi gugup.
" Lihat mba, calon adx ipar mba yang satu ini." Ujar Lisa, " Dia masih saja tidak mengerti kalau kita tau apa yang sedang coba ia sembunyikan dari kita." Lanjut Lisa.
" A-Apa yang ku sembunyikan kak Lis. Itu tidak benar mba Sia." Sanggah Sopi.
" Lisa.. Berhenti menggodanya." Ucap ku.
" Maaf mba. Aku hanya gemas saja melihat tingkah kedua orang ini. Sudah jelas jelas saling cinta tapi kenapa sih mau aja menderita karena cinta itu sendiri." Ucap Lisa.
" Itu gak bener mba. Kak Rio itu gak cinta sama Sopi."
" Lalu kamu? Kamu juga gak cinta sama adik mba?" Tanyaku.
Sopi menundukkan kepalanya, Lisa merangkul pundaknya.
" Udah deh gak usah bohong ma kita. Hmm?" Ucap Lisa.
" Walau aku mengaku menyukainya, tidak ada bedanya kan kak." Ucap Sopi yang akhirnya mengakui perasaannya.
" Kak Rio tidak menyukaiku sama sekali." Lanjut Sopi.
" Kau yakin?" Tanya Lisa.
" Hmm. Kak Rio sendiri sudah menolakku dua kali. Awalnya aku berpikir dengan berjalannya waktu kak Rio akan membuka hatinya untukku, tapi.. Ternyata aku salah, nyatanya sampai kapan pun tidak akan ada tempat bagiku di dalam hatinya." ucap Sopi lirih.
Aku dan juga Lisa jadi merasa bersalah karena telah membuat Sopi menangis. Aku merasa ada yang salah, tapi aku tidak bisa mengatakan apa apa karena aku sendiri belum yakin dengan perasaan Rio saat ini.
💫💫💫💫
Kita bersantai hingga malam tiba. Kita semua memutuskan untuk mengadakan acara makan malam di teras atas sambil bakar bakar daging dan minum anggur.
__ADS_1
Kami semua saling bercakap cakap dan sesekali tertawa saat ada yang membuat tingkah lucu dan parcakapan lucu.
" Berikan Nat padaku, aku akan menidurkannya di kamarnya." Ucap Sri.
" Baiklah, terimakasih Sri."
" Sama sama non." ucapnua sopan.
" Lalu setelah itu, kau bisa kembali kesini dan bergabung bersama kami." ujarku.
" Baik non.'
Setelah Sri membawa putraku kedalam bersama Mila, tiba tiba Roy meminta kita semua mendengarkannya. Karena ada sebuah pengumuman yang ingin di sampaikannya.
" Ehem.." Roy berdiri lalu berbalik dan kini berlutut di depan Lisa dengan romantis dan penuh cinta. Aku dan Dirga saling tatap sambil melempatkan senyuman labar.
Roy merogoh sakunya lalu mengeluarkan sebuah kotak, yang aku rasa adalah kotak yang berisi cincin di dalamnya.
" Lisa.. Maukah kau menikahiku?" Ucap Roy penuh percaya diri. Lisa tertegun, begitu pun kita semua. Tidak pernah menyangka kalau Roy akan menggunakan kesempatan ini untuk melamar Lisa.
" Aku tidak menjanjikan kau akan hidup bahagia jika bersamaku.. Tapi aku betjanji akan tetap setia mendampingimu dalam senang ataupun susah. Jadi maukah kau menjadi istriku, pasangan hidupku, ibu dari anak anakku, menjalani kerasnya kehidupan bersamaku, dan menjalani panjangnya usia betsamaku untuk selamanya.." ucap Roy.
Lisa meneteskan air matanya karena terharu, lamaran yang di lakukan adikku ini sangatlah menyentuh hati. Bahkan aku saja ikut menangis, menyaksikan momen ini.
" Ya, aku bersrdia.." jawab Lisa.
Kami semua bersorak mendengar jawaban Lisa. Kita juga mengucapkan selamat pada kedua pasangan itu. Di hari kebahagiaan ini kita lewati dengan linangan air mata haru. Semua penderitaan yang pernah dirasakan seakan tergantikan dengan kebahagiaan yang belum pernah ku rasakan sebelumnya.
💫💫💫💫
Author POV
" Jadi sekarang bagai mana?" Tanya Sopi pada Rio.
" Bagai mana apa nya?" Tanya Rio bingung.
" Ya karenamu aku tidak jadi ke New York, jadi.." Sopi menggantungkan ucapannya.
Rio tersenyum, " Ya mau bagai mana lagi. Mau tidak mau kau harus tetap tinggal disni. Apa lagi!?" Ucap Rio enteng. Membuat Sopi menjadi kesal.
Flasback on
__ADS_1
Di hari Roy melamar Lisa perubahan dari hubungan Sopi dan Rio pun akhirnya terjadi. Entah mengapa Lisa dan Sia merasa sangat gatal melihat Sopi dan Rio.
" Aku benar benar tidak bisa tinggal diam mba, aku harus melakukan sesuatu pada kedua orang bodoh itu." Ucap Lisa, lalu Sia pun tersenyum pada Lisa. Seakan keduanya memiliki pemikiran yang sama.
Sia dan Lisa bahkan mengikut sertakan Dirga dalam rencananya mendekatkan Rio dan Sopi. Dengan membuat ide kalau Dirga akan mengirim Sopi ke New York untuk melanjutkan study nya.
Lalu saat Sopi pamit pulang, Sia memaksa Rio untuk mengantarnya tapi Sopi menolaknya dengan tegas.
Rio langsung berlari keluar setelah menyambar konci mobil Roy, ia mengejar kepergian Sopi setelah beberapa waktu wanita itu pergi dari kediaman Dirga. Iya mendapat sebuah pesan dari Sopi yang berisikan kalimat.
Jika suatu saat kakak merindukanku..!!
Carilah aku di dasar hatimu yang terdalam..
Aku tidak pernah pergi kemana pun..!!!
Hanya tertindih di antara orang orang
yang mungkin lebih kau sayanggggg.. Selamat tinggal kak, semoga kebahagiaan selalu menyertai kehidupanmu..
Rio merasa hatinya sangat tidak rela membiarkan Sopi pergi, setelah beberapa hari ini dia menyadari kalau saat ini dia juga sudah mencintai Sopi.
Entah berapa kecepatan yang Rio lajukan hingga dia bisa tiba di apartemen Sopi leboh dulu. Saat Sopi keluar dari dalam taksi yang ia tumpangi dia terkejut melihat Rio sudah berada di depan rumahnya. Sedang berdiri di samping mobil Roy yang ia bawa.
"Kak Rio!?" Ucap Sopi. Lalu Rio pun mendekati Sopi yang masih mematung di tempatnya berdiri.
" Ada apa kak? Kenapa kakak datang kesini?" Tanya Sopi pada Rio yang saat ini sudah berdiri tepat di hadapannya.
" Apa kau akan tetap pergi?" Ucap Rio.
" Huh!?" Sopi terlihat bingung.
" Apa kau akan tetap pergi?" Tanya Rio mengulangi kalimat yang sama.
" Tentu saja kak. Ini adalah kesempatan bagus untukku, lagi pula mana mungkin aku bisa menolak niat baik dari mas Dirga dan mba Sia.." Uajr Sopi yang tetap melanjutkan ektingnya.
" Walau pun aku memintamu tetap tinggal, kau akan tetap pergi?"
Sopi sedang berusaha berpura pura tidak mengerti dan menahan keinginanya untuk terseyum.
" Maksud kakak apa? Kenapa aku harus tinggal kalau kakak memintaku tinggal? Alasannya apa kak, apa kau tidak rela membiarkanku pergi karena sulit mencari seorang sekertaris sebaik dan sepintar diriku?" Ucap Sopi.
__ADS_1
" Tidak bukan itu maksudku."
" Lalu?" Tanya Sopi.