Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter 35. Makan malam


__ADS_3

" Kau tidak akan memberitahu kita. ?" Kekeh Ciko. Yg memaksa Roy untuk bicara.


Ia menghentikan langkahnya. Ciko yg tak fokus malah menabraknya, ia berbalik menatap mata Ciko dan mendekatkan wajah nya pada sahabat barunya itu.


" Kau benar-benar ingin tau. ?" Kata Roy dengan wajah datar.


Ciko mengangguk kan kepalanya berkali kali, Tobi yg melihat tingkah kedua orang itu hanya bisa tertawa geli.


" Itu, hanya, kecelakaan, jadi berhengilah bicara atau akan kujahit mulut mu itu. " Ancam Roy. Ia langsung berlalu meninggalkan kedua sahabatnya itu.


Tobi tertawa sangat keras, ia merasa situasi saat itu sangat lucu, Ciko yg biasanya sangat bawel jadi mematung tak dapat berkata apa apa lagi.


" Lo sih, Cok, tuan es di lawan. kena batunya kan lo. " Ejek Tobi, yg tak henti henti nya tertawa.


" Lo liat aja, suatu hari bakal gue buktiin kalau insting gue nggak mungkin salah. Gue yakin seribu persen kalau dia suka sama cewek itu. " Ujar Ciko yg masih tetap kekeh pada pendiriannya.


" Udah deh, mending lo fokus sama belajar aja, dari pada ngurusin insting nggak jelas lo itu. " Celetuk Tobi.


Dari depan pintu Roy menatap Lisa, yg sedang memakai kaca matanya dan membuka buku yg sejak tadi terus di bacanya bahkan hampir terjatuh. Roy penasaran dengan gadis itu, bagaimana dia bisa se fokus itu saat membaca.


Ia berjalan mendekatinya walau kelas sangat ricuh dengan suara gadis gadis yg sedang mencoba memcari perhatian Roy, tapi Lisa bahkan tak menoleh sama sekali.


Roy duduk di samping Lisa, Ia memasang hendset ketelinganya, selama apa pun Roy sudah duduk di sampingnya namun ia tak sekali pun menoleh, seakan tak ada siapa pun di sana. Sikap seperti Lisa ini yg sering membuat seorang pria tertarik padanya. Karena ketidak perduliannya membiatnya berbeda dengan yg gadis lainnya.

__ADS_1


Saat Ciko tiba di depan pintu mata nya menyipit, ia menatap Roy penuh amarah.


' Bukan kah dia bilang aku hanya bicara omong kosong, lalu sekarang apa yg di lakukan cecunguk itu ?' Batin Ciko.


******


Di kantor Dirga.


Selesai rapat ia meminta Kevin sekertarisnya ikut ke ruangannya.


" Kevin ! apa masih banyak pekerjaan yg belum beres ?" Tanya Dirga. Ada kegelisahan tetlihat di wajahnya.


" Ada beberapa lagi pak, maaf pak kenapa bapak bertanya soal ini. ?" Kevin penasaran dengan reaksi Atasannya saat ini. pekerjaan yg seharusnya baru bisa selesai hingga malam namun di kerjakan dengan cepat olehnya.


" Ada hal penting yg harus ku lakukan. " kata Risky. terburu buru.


" Tentu saja, saya harus mengajak istri saya makan malam hari ini. " ujar Dirga.


" Tapi Bapak akan ada pertemuan dengan Tuan Kana jam 8 malam, kita tidak mungkin bisa membatalkan nya. " Jelas Kevin.


" Kau benar, aku sampai lupa, pertemuan ini sangat penting." ucap Dirga menutup wajahnya.


" Maaf pak, menurut saya, kenapa anda tidak mengajak istri bapak ke pertemuan itu, bukan kah dengan begitu anda bisa memperkenalkan nyonya pada Tuan Kana.

__ADS_1


" Usul Kevin. Kevin tau betul tuan Kana sangat menyuakai Dirga dan selalu berharap Dirga bisa menikahi putrinya.


" Kau benar, Kevin. Saya suka idemu. "


Dirga mengambil telepon Genggam yg ada di sakunya, lalu menghubungi ku.


Aku sedang memiliki pelanggang yg harus ku tangani, tiba tiba nada dering telepon genggam ku bersuara, aku meminta seseorang menggantikanku, lalu bergegas mengambil hp yg terletak di atas meja.


Saat ku lihat tertera nama Dirga di layar hp denagan segera aku meresponnya.


" Halo ga!" kataku dari balik telepon


" Kenapa lama sekali menjawabnya. ?" celetuk Dirga dari balik telepon.


" Sedang ada pelanggan, Sayang. " Jawabku


" Laki-laki ?" Lagi lagi dia jadi posesif.


" Bukan, Sayang cuma seorang ibu-ibu paruh baya. Ada apa menelpon ku, apa kau menelpon hanya ingin menanyakan itu. ?"


" Bukan, Bukan itu. Pilih lah salah satu baju dari butik, dan ganti pakainmu dengan Gaun itu, Kau harus terlihat cantik, karena aku akan mengajak mu makan malam. " Kelasnya dari balik telepon.


" Bakan malam ! bukan kah kau bilang sedang banyak pekerjaan dan akan pulang terlambat, kenapa jadi bisa makan ?" tanyaku bingung. Kenapa tiba tiba rencana nya jadi berubah.

__ADS_1


" Dengar kan saja kata kataku. jam 7 malam pak Amin akan mengantarmu ke kantor aku akan menunggumu disini. Apa kau mengerti Sayang ?"


" Baik lah. " jawabku.


__ADS_2