Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter51. Menyesal.


__ADS_3

Pukul 22.00


Di ruang makan.


" Rio.... Roy... ayo turun, Sayang. " Aku memanggil kedua adikku, kerena sudah saatnya makan malam, tapi mereka belum juga turun sejak pulang dari kampus tadi.


Tuk tuk tuk.


Suara langkah kaki keduanyaenuruni anak tangga sedikit berlari.


" Wuahhhh..." Kata salah satu putri bi Siti saat melihat Roy dan Rio memasuki ruang makan, dengan mulut terbuka, sepertinya ia tersihir dengan ketampanan kedua jagoanku tersebut.


" Sopi, yg sopan, Nak, tutup mulutmu, nanti masuk kodok. " ucap bi Siti pada putri sulungnya tersebut.


" Kenapa, Sopi...? apa mereka sangat keren dan tampan ?" Godaku. Sopi dan Sari malah mengagguk dengan antusias.


Sopi langsung berjalan memutar untuk mendekati Roy dan Rio.


" Halo mas, aku Sopi... apa mas mau jadi pacarku ?" tanya Sopi blak2kan. Ternyata putri bi Siti satu ini bar-baran juga orangnya.


Dia membuat semua orang terkejut dan tercengang.


" Oh....?" Rio sangat terkejut sampai tak tau harus berkata apa, untuk merespon cewek yg baru di lihatnya itu.


" Sopi... jangan bercanda begitu sama den Rio. " omel bi Siti.


Rio sedikit menunduk mendekatkan mawajnya pada Sopi dan menyentuh pundak kepalanya.


" Apa namamu Sopi ? " Sopi mengangguk pelan, matanya masih menatap lekat Rio, " Kenalin, aku Rio.... Sopi saat ini udah kelas berapa sekolahnya?" tanya Rio dengan nada sopan.


" Kelas 2 SMA. " jawab Sopi.


" Em... kalau gitu, gimana kalau jadi temen Mas Rio aja ? "

__ADS_1


" Kenapa ? apa Mas Rio gk suka Sopi ?" Sopi ini terlihat masih sangat polos, tapi yg membuatku bingung kok bisa sih semudah itu dia nembak seseorang.


" Bukan, bukan itu maksud mas Rio.... gini aja, gimana kalau setelah Sopi udah jadi mahasiswa, tanyakan itu lagi sama Mas, mungkin mas bisa pertimbangin. "


" Mas janji. " Sopi tersenyum saat mendapat anggukan dari Rio.


Sopi kembali ke tempat duduknya, sedangkan Rio juga duduk di samping Roy.


Mungkin bagi Rio janji yg di ucapkannya hanya sebuah alasan agar Sopi tak mendesaknya, tapi seorang gadis janji itu mungkin akan terus melekat dalam ingatannya.


******


Rio yg sudah lama memperhatikan Lisa dan menyukainya mulai berinisiatif untuk mendekatinya dan menunjukkan perhatiannya pada Lisa.


Sedangkan Roy yg masih belum mengerti dengan perasaannya terus saja berdebat dengan Lisa setiap kali meraka bertemu.


" Bro... gue ijin balik duluan ya..." ucap Ciko.


" Ijin buat apan ?" Tanya Tobi.


" Kenapa minta ijinnya sama kita, emang kita ortu lo." celetuk Roy.


" Bukan gitu maksud ue bray... ijinin gue sama dosen ntar. " Cika terdengar kesal.


" Cemen babget cih lo, Cok, baru juga masuk angin udah minta pulang.... sepupu gue udah setahun masuk abri ngak pernah pulang. " Ejek Tobi.


CTAK!


Ciko ngejitak kepala Tobi.


" Itu cih bukan gk pernah pulang, tapi gk bisa pulang, yet..." celetuk Ciko geram.


Hahahaha...

__ADS_1


Roy dan Tobi malah terlihat senang sudah mempetnainkan sahabat mereka tersebut


" Lo.... ikut gue " Ajak Lisa yg tiba-tiba nongol di belakangnya. Roy berbalik dan menatap Lisa bingung.


" Kenapa ?" tanya Roy dengan wajah datar dan dengan nada dingin.


" Ada yg harus gue omongin sama lo. "


" Tapi gue gk ada. " jawab Roy sinis.


" Ya udah terserah. " Lisa langsung meninggalkan Roy dan kedua sahabatnya.


" Woy, woy ,woy. Apa yg terjadi ? ini pertama kalinya kan dia nyamperin lo duluan bro ! tapi kok lo malah jutek gitu sih, apa yg terjadi ?" tanya Ciko, cowok super kepo sejagat raya.


Karena merasa sudah sedikit keterlaluan Roy mengejar Lisa. Ia melihat Lisa sedang berbincang dengan ketua yayasan universitas. Roy mendekat dan mendengar percakapan mereka.


Roy akhirnya mengerti kenapa Lisa selama ini begitu teropsesi dengan nilai bagus, karena dia memiliki alasan soal itu.


Roy mulaj merasa bersalah, karena sebelumnya sudah mengacaukan persentasi mereka dan membuat Lisa harus mulai membayar uang kuliahnya seperti mahasiswa lainnya.


Setelah Kepala yayasan pergi Lisa terduduk dan membenankan wajahnya di atas kedua lengannya.


Roy mendekatinya.


" Apa kau baik-baik saja ?" tanya Roy ragu2.


Lisa menghapus air matanya lalu mendongak menatap Roy. Ia bangkit dan berdiri, dan maju selangkah.


" Lo puas sekarang ?" tanya Lisa dengan nada yg tinggi.


Setelah mengatakan itu Lisa hampir melangkahkan kakinya namun legannya sudah di tarik oleh Roy.


" Jangan sentuh gue. " pekik Lisa bahkan sebelum sempat Roy membuka mulutnya.

__ADS_1


Lisa menepis tanganya lalu pergi menibggalkan Roy yg saat ini sudah merasa sangat menyesal.


__ADS_2