Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter 34. Wanita pencuri hati 3


__ADS_3

Hari ini Roy dan Rio berangkat ke kampus di waktu yg berbeda. Rio memiliki jadwal jam 10.00 sedang kan Roy masuk jam pagi. terpaksa pak Amin harus kerja doble hari ini.


" Rio, Dimana Roy ?" tanya ku yg tak melihat kehadiran Rio di meja makan.


" Dia masih di kamar mbak, mungkin akan turun nanti. " Jawab Roy sambil menyendok nasi ke dalam piringnya.


" Kenapa nanti ! memangnya dia nggak takut letat ke kampus ?" tambah ku.


" Jadwal mata kuliahnya hari ini agak siang. " kata Roy menjelaskan.


Selesai dengan sarapannya semua orang bergegas berangkat ketujuan mereka masing masing. Namum Dirga tetap mengantarku terlebih dahulu ke Butik.


" Hari ini aku mungkin akan sangat sibuk di kantor. Aku juga mungkin akan pulang telat, jadi pak Amin akan menjemputmu nanti saat pulang kerja. " Kata Dirga dengan tatapan yg lurus ke depan memperhatikan jalanan.


" Iya, baiklah. " Jawab ku singkat.


" Apa di Butik semuanya baik baik saja ?" tanya Dirga tiba tiba.


" Hemm, tentu saja, tetap seperti biasa, ramai bengunjung dan semakin banyak anak anak orang kaya yg datang keButik kita. "


" Yg berkunjung, Pria atau Wanita ?"


" Dua-duanya, dan sekarang lebih banyak pria tampan yg datang, orang-orang di Butik jadi bersemangat berkerja. " jawabku jujur.


Dirga menghela napas. Ia merasa sangat terganggu dengan perkataanku.


" Berhentilah bekerja. " kata Dirga dengan nada yg terdengar serius.

__ADS_1


Aku menoleh menatapnya " Kok berhenti ! memang kenapa ? kok tiba tiba nyuruh aku berhenti kerja !" Aku tidak mengerti jalan pikirannya yg tiba tiba berubah, padahal sebelumnya dia baik baik aja membiarkan ku bekerja sampai aku sendiri yg ingin berhenti.


" Ga, jawab donk !"


" Karena aku tidak menyukainya. " Jawabnya Ambigu


" Nggak suka apa nya ?" Tanyaku semakin bingung dengan petkataannya. Aku tidak mengerti apa yg tidak di sukainya.


" Aku tidak suka, jika kau harus melayani pria pria yg datang ke sana. " Jelasnya menyadarkan ku bahwa ternyata suamiku adalah pria yv bisa cemburuan juga. Aku jadi tersenyum mengetahui itu.


" Ga, kamu cemburu ?" Godaku sambil mendekatkan wajahku padanya.


" Tentu saja tidak, bagaimana bisa kau mengartikan nya seperti itu. " Dalihnya yg tetap tak ingin mengakui, ya tentu saja tak ada pria yg suka di anggap seperti itu.


" Kalau tidak cemburu, berarti nggak masalah donk aku melayanin pria pria tampan disana. " Kataku sedikit menggodanya, aku ingin tau seberapa tinggi harga dirinya agar mau mengakui kalau dia sedang cemburu.


" Ga, kok gitu cih ! "


" Jadi berhenti bekrja atau jangan pernah melayani pria pria yg datang ke sana, minta saja kariawan yg lain yg melakukannya, jika aku tau kau masih melakukannya hari itu juga aku akan langsung menutupnya. " Ancamannya terdengar sangat serius. Aku hanya bisa menghela napas, terserahlah, turuti saja kemauannya.


" Kau mengerti kan " Timpalnya karena belum juga mendapatkan jawaban dariku.


" Iya, aku mengerti. "


*******


Di kampus Roy dan Rio

__ADS_1


Di lorong menuju ruangan kelas. Roy menatap punggung Lisa sedang asik membaca sebuah buku, Lisa tidak memperhatikan jalannya. tanpa di sadarinya ada beberapa anak tangga yg di jejaki.


Saat ingin melangakah Roy menarik lengannya. Repleks Lisa berbalik dan memeluk Roy buku yg ada di tengannya terlempar ke lantai.


Matanya melebar saat menyadari wajah mereka sangat dekat hanya berjarak beberapa senti saja hampir bersentuha.


Roy menatap mata Lisa sangat lama tanpa berkedip. ' Sangat cantik ' batin Roy.


Lisa membeku. " Kau baik baik saja ?" tanya Roy membuyarkan lamunanya.


Lisa mendorok dada bidang Roy. Ia mindur beberapa langkah untuk menjauh dari Roy.


" Perhatikan langkah mu, jika kau terus mundur kau bisa jatuh. " Kata Roy memperingatkan Lisa.


Lisa menoleh. Ia melihat ada dua anak tangga di belakangnya.


" Oh, terimakasih, udah nolongin saya. " ucap Lisa menundukan kepalanya. Ia tak berani menatap wajah Roy, Lisa dengan cepat mengambil bukunya yg berada di lantai dan berjalan dengan cepat meninggalkan Roy.


" huuuu. Apa yg terjadi di sini !" Kata Ciko. Teman barunya selama menjadi mahasiswa.


" Apa yg kita lihat barusan benar benar Roy yg kita kenal, pria yg tak pernah melirik gadis mana pun selama ini, baru saja memeluk seorang gadis. " Goda Ciko. Tipe dingin seperti Roy sangat mengejutkan sahabatnya itu tak terkecuali Dodi yg sudah ikut tertawa sejak tadi.


" Diam lah, sebaiknya kita cepat kekelas sekarang, dari pada ngoceh nggak jelas. "


" Jawab gue, itu tadi kecelakaan atau di sengaja bro. ?" Tambah Ciko. Rasa penasarannya tak menghiraukan celetukan dari Roy.


" Gue yakin cih kecelakaan. " Timpal Dodi.

__ADS_1


" Em, tapi tatapan itu yg buat gue penasaran. " ujar Ciko. Dia memang tipe orang yg sangat cerewet melebihi anak cewek. jika sudah merasa penasaran dengan suatu hal tidak akan berhenti sebelum ia mendapat jawaban yg pasti.


__ADS_2