Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter22. malam pertama


__ADS_3

setelah dirga membersihkan tangan dan wajah ku yg lembab karena menangis sejak tadi.


"tidurlah, jangan khawatir bunda akan baik baik aja...." kata dirga.


saat dirga mau beranjak dari tempat tidur aku menarik lengannya dan menghentikan langkah nya.


" kamu mau kemana....." tanyaku


"aku cuma mau membersihkan ini..." kata dirga sambil menunjuk ke baskom yg berisi air untuk membersihkan nya tadi.


"aku akan segera kembali...." kata Dirga


tidak lama Dirga kembali dari kamar mandi, dan langsung naik ke atas tempat tidur. dan dia langsung berbaring di sampingku dan meletakkan lengannya di atas leherku.


aku memeluknya dan berkata.


"maaf ya ga...."


" buat apa minta maaf..."


"karena tadi langsung ketiduran..." aku takut Dirga merasa kecewa karena bagaimana pun ini adalah malam pertama kami dan karena kecerobohanku malah langsung tertidur.


"aku tau sayang, lagi pula kita semua juga sangat lelah..." kata Dirga.


"makasih ga, karena sudah merawat bundaku dengan baik...."


"sia, aku ini suamimu dan bunda itu juga sudah menjandi bundaku, jadi jangan berterimakasih tentang masalah yg kayak gini....."


wajahku yg awalnya terbenam di dadanya kuangkat mendongak dan mentap wajah Dirga sangat dekat, aku bisa merasakan napasnya yg sudah tak beraturan perlahan dia langsung mendekatkan wajahnya.


dan akhirnya Dirga **** bibirku dengan lembut. saat sentuhan itu terasa semakin menjadi ******* tiba tiba dirga menghentikannya dan menarik ku kedalam pelukannya dan membenamkan wajahku didadanya.

__ADS_1


" tidur lah, sebentar lagi sudah subuh, besok pagi kita tarus cepat ke rumah sakit...." kata Dirga


Entah kenapa ada rasa kecewa di hatiku saat Dirga tidak melanjutkan yg baru saja dilakukannya.


aku bingung kenapa dia selalu bisa menahan dirinya, bahkan dalam situasi yang sudah seperti ini.


********


pagi ini aku bangun jam 6 pagi, saat aku membuka mata aku langsung mentapa wajah Dirga yg masih tertidur lelap.


aku menatap wajahnya yg begutu tampan,


"bagaimana bisa aku menikahi pria setampan ini dan bahkan masih muda pula...."kataku di dalam hati


perlahan aku melepaskan pelukan Dirga, aku terkejut saat melihatnya tiba tiba membuka matanya.



" K--Kamu udah bangun, Ga?" tanya ku gugup melihatnya begitu dekat di wajahku. Dengan tatapannya yang begitu membekukan darahku.


Dalam hitungan menit Dirga sudah tertidur lelap kembali namun aku tidak bisa tidur lagi setelah terbabgin. Perlahan aku melepaskan pelukan Dirga dari pinggangku dan turun dari tempat tidur, aku langsung berjalan ke kamar mandi untuk mandi.


selesai mandi aku keluar hanya menggunakan jubah mandi, dan aku membangunkan Dirga


" ga... bagun ga.... sayang ayo bangun..."


dirga langsung membuka matanya dan mengucek uceknya dengan kedua tangannya.


saat membuka mata dia menatapku dengan tatapan yg sulit di artikan.


"kenapa, kok ngeliatnya gitu banget, apa ada yg aneh di wajahku...."

__ADS_1


"apa kau sedang menggodaku..."kata Dirga


,, apa...!" kata ku terkejut


" apa kau tau sekeras apa ushaku untuk bertahan selama ini...." kata nya dengan suara beratnya


aku muali iseng ingin menggodanya karena dia terlihat sangat menggemaskan,


" apa aku pernah memintamu untuk bertahan sayang...." kataku dengan suara sedikit manja.


"apa aku semenggoda itu...." tambahku


dengan gerakan cepatnya tubuh ku sudah di di tindih olehnya.


" aku tidak tau kalau kamu seberani ini, jangan salah kan aku kalau tidak bisa menahan nya lagi.... katanya sambil langsung me**m*t lembut bibirku, dan langsung dilumatnya dengan penuh hasrat.


cukup lama dia bermain di bibirku dan ciuman itu sudah turun ke leherku. saat tangannya ingin melepas tali jubah mandiku aku sontak menghentikannya dan mendorong dadanya hingga ciuman nya yang berada di leherku pun terlepas.


" ini udah pagi ga,,,,, dan aku juga udah mandi...." kataku dengan terbata bata.


"kamu bisa mandi lagi beramaku nanti sayang..." katanya yg langsung membungkam bibirku dengan bibir nya.


tentu saja dia sudah tidak bisa dibhebtikan lagi saat ini, jangankan dirinya yg aku yakin sudah lama menahan diri saat ini aku yg sudah mulai terbuai sangat menginginkannya.


setelah puas me**m*t bibirku dia mulai melepaskan jubah mandiku, yang sejak awal memang belum ku pakai kan b*a dan celana dalam membuat ku langsung terlihat tanpa apapun.


aku menutup mataku dengan lenganku karena merasa sangat malu, dirga dengan cepat melepaskan pakaiannya hingga tak tersisa, bibirnya mulai me**m*t leherku sedangkan salah satu tangannya sedang bermain di bagian bawah ku.


karena aku yg sudah mulai terangsang dan desahanku membuat milihknya sudah sangat menegang akhirnya dirga lasngsung ingin melancarkan serangannya.


Dirga membelaiku dengan sangat lembut, dia melakukannya dengan perlahan walau terasa sangat sulit untuk di tembus karena ini adalah pertama kalinya, dengan beberapa kali dorongan akhirnya dapat diterobis, aku pun nenjerut karena terasa sangat sakit, terasa sangat jelas kalau milikku tersobek.

__ADS_1


serangannya semakin menggila karena sepertinya Dirga sidah sangat terangsang, desahan kami pun memenuhi ruangan, setelah hampir setengah jam dorongannya terasa semakin cepat dan akhirnya Dirga menumpahkan cairannya yg terasa sangat hangat.


akhirnya permainan kami pun ber'akhir dan dirga membaringkan tubuhnya di sampingku.


__ADS_2