
" Kamu yakin, tidak masalah mengajakku ikut dalam pertemuan penting seperti ini. " Kataku di sela sela langkah kita memasuki Hotel.
" Tenang lah, jangan berpikir berlebihan, ini hanya makan malam biasa, kau hanya perlu memikirkan diriku. " Ujar Dirga.
Seorang pelayan Restoran membimbing langkah kita menuju meja yg sudah di booking sebelumnya. Dari kejauhan sudah terlihat empat laki-laki yg duduk di sana.
Mereka adalah rekan bisnis Dirga, Tuan Tama Kusuma dan juga tuan Hardi Kardian, dua pria lainnya adalah sekertaris mereka.
" Selamat malam tuan Tama dan juga tuan Hardi, maaf karena saya sedikit terlambat. " sapa Dirga pada para tamu penting tersebut.
" Selamat malam, Tuan Dirga. " jawab keduanya bergantian.
Aku hanya bisa terdiam kaku di samping Dirga, dengan rasa gugup aku menunjukkan senyuman tipis di wajahku.
" Oya, perkenalkan, ini Flesia dia adalah istri saya. " Kata Dirga sembari merangkul ku dan aku sedikit menunduk untuk menayapa mereka semua.
" Oh, jadi kabar itu benar adanya ? karena saya tidak dapat hadir pernikahan anda jadi saya kira itu hanya kabar burung saja. " Kata Tuan Hardi.
" Sebaiknya kita duduk terlebih dulu, agar lebih nyaman berbincangnya. " Kata Dirga, dan semua orang pun langsung duduk di kursi yg sudah di sediakan
__ADS_1
" Jadi, apa yg terjadi ! Sehingga Tuan Dirga langsung memutus kan untuk menikah di usia yg masih sangat muda. ?" tanya tuan Hardi.
" Mungkin karena sudah menemukan yg dicari. " jawab Dirga singkat.
" Benarkah ! anda membuat banyak ayah kecewa dan para putrinya. " tambah Tuan Tama.
" Benar sekali, karena anda merupakan menantu impian setiap para pebisnis krlas atas. " timpal Tuan Hardi.
" Anda berdua terlalu menyanjung, saya tak se istimewa itu." kata Dirga.
" Ini buakan sanjungan, tetapi realita, siapa yg tidak ingin menjadikan anda sebagai menantunya, memiliki wajah tampan, pintar, dengan usia muda sudah menjadi pengusaha tersukses di segala penjuru negara. " Sanjung tuan Hardi.
" Tapi apa anda tau, nilai derajat seseorang tidak seberharga itu dibandingkan dengan memiliki seseorang yg derajatnya sangat tinggi di hati kita." ujar Dirga dengan tegas.
Semua orang seketika menjadi terpaku, tidak banyak orang kalangan atas yg memiliki pemikiran seperti itu. menurut kebanyakan orang derajat seseorang di lihat dari seberapa kaya dirinya di dunia ini.
" Namun sayang sekali, Saya masih berharap anda bisa menjadi menentu dan suami putri saya Tania. " ucap tuan Tama.
" Maafkan saya tuan, namun masalah putri anda, saya tidak pernah menganggapnya lebih dari seorang teman, jadi maaf karena tidak bisa mewujutkan harapan anda. " tegas Dirga.
__ADS_1
" Tapi bukankah kita tidak pernah tau akan seperti apa kehidupan kita di masa yg akan datang ? " terdengar nada tidak menyenangkan dari kalimat yg di lontarkan Tuan Tama.
Kita menangkap arti, bisa saja akan ada hal buruk yg terjadi dengan hubunganku dan Dirga.
" Maaf tuan, kita harus memulai meeting nya, karena setelah ini akan ada pertemuan lainnya lagi. " Kata sekertaris Kevin, yg mengerti pembahasan y ini sudah terlalu melenceng dari jalurnya.
Semua orang akhirnya terfokus dengan urusan pekerjaan mereka, walau terlihat kesal namun Dirga mencoba menahan diri.
Setelah semua urusan beres dan tamu nya sudah pergi, Dirga dan aku masih tetap duduk sedangkan sekertaris Kevin sudah menuggu di mobil.
" Apa kau sedang kesal. ?" tanyaku sambil menatap wajahnya yg tak membalas tatapan ku sejak tadi.
" Sayang !" panggilku mencoba mengalihkan pandangannya agar menatapku.
Dirga mendesah. Ia menatapku dengan raut wajah menyesal.
" Apa kau tidak kesal ?" tanyanya dengan wajah datar.
" Em, tentu saja, aku kesal karena seseorang membuatku terlihat kecil di dekatmu, aku juga kesal karena tidak bisa terlihat setara denganmu, dan aku juga kesal karena mengetahui kalau ternyata kau lebih mencintai dan menghargaiku, dan aku tidak mengetahui itu selama ini, maaf, Sayang. " ujarku panjang lebar.
__ADS_1
Menyadari ada seseorang ygencintai dan menghargai kita melebihi diri kita sendiri sangatlah mengerikan, kenapa kita tidak pernah berpikir betapa berharganya diri kita, tapi terkadang kita sangat suka mengutuk dan membenci diri sendiri karena keadaan yg kita alami.