
Buk meneger tiba tiba mengumpulkan semua kariawan, seperti nya akan ada tamu yang harus kami layani lagi.
Setiap ada pemberitahuan seperti ini pasti akan ada tamu yang sangat spesial, entah tamu itu orang yang sulit di layani karena sangat bertingkah orangnya maklum lah anak anak orang kaya yang suka bertingkah.
Atau ada tamu elit lainnya yang sangat sangat spesial, hanya ada dua pilihan itu di butik ini.
"Ingat baik baik hari ini kita akan kedatangan seorang CEO dari perusahaan pusat, jadi saya tidak mau ada kesalahan sekecil apa pun di butik kita."
" saya mau kalian memeriksa segalanya dengan seteliti mungkin..." jelas buk menejer panjang lebar.
Kami semua langsung bergegas melakukan perintahnya. aku tidak tau CEO seperti apa yang akan datang ke butik hari ini. ini pertama kalinya dia datang kesini, semua orang terlihat sangat panik.
Cekriiing...!?
Tiba tiba suara pintu butik pun terbuka, tanda ada seseorang yang datang, aku yang sedang berada di sudut belakang tidak melihat jelas siapa yang ada di sana.
Aku melihat ada dua orang pria yang sedang berjalan menuju ke arahku, salah satunya bersetelan kemeja putih di tutupi jas berwarna hitam dengan dasi rapi berwarna hitam juga. dan pria yang ada di belakang nya berjas abu abu juga memakai dasi sangat rapi.
Kedua nya sangat lah tampan, berbadan kekar dan juga tinggi.
'Ya Tuhan, apa dia seorang pangeran? Bagai mana bisa ada sosok setampan dan sesempurna ini di muka bumi ini!!'
Aku berpikir di dalam hati ' apa dia CEO yg di maksut buk meneger ?'
Kedua orang itu melangkah sangat perlahan ke arah ku, sampai sampai mereka tidak menghiraikan seorang kariawan yang sedang bertanya padanya.
"Tapi kenapa dia terus saja berjalan ke arahku, dan ada apa dengan tatapan nya itu?" gumam ku di salam hati.
"Ya Tuhan dia benar benar berjalan kemari." gerutuku.
Hingga akhirnya dia sudah berdiri di hadapanku dengan jarak yang sangat dekat, sangking sekatnya aku sampai bisa mencium aroma parfum yang di gunakannya, karena jarak kami hanya beberapa senti saja.
" Kamu..!?" Aku mendongak, seakan tersihir aku hanya bisa membeku.
Suaranya bak gemuruh dari suara piano yang begitu merdu mampu membuat pendengarnya melayang ke angkasa.
__ADS_1
" Menikah lah denganku!!" kata nya dengan terus menatap ku tanpa mengedipkan mata.
'Hah!?'
"Apa?" Ucap ku yang sangat terkejut.
" Mulai hari ini jadilah wanitaku!!" katanya lagi sampai membuat seisi ruangan terkejut.
'Ahahahaha. Apa dia sedang mabuk! Tidak, di tidak bau minuman. Atau apa dia sakit jiwa?'
Semua mata tertuju ke arah kami, aku hanya bisa terdiam mendengar hal gila yang baru saja di katakan pria asing yang ada dihadapan ku saat ini.
"A..Apa, yang baru saja anda katakan tuan...?" tanyaku sambil tersenyum ringan padanya.
"Yang kamu dengar tidak salah, jadi saya tidak akan mengulanginya lagi..." Ucapnya tenang.
"Maaf tuan, saya tidak mengerti maksud tuan apa...!"kataku sambil terus terasenyum padanya karena itulah pekerjaan ku.
Tidak boleh membuat pelanggan tersinggung, harus terus teraenyum, harus selalu menuruti kemauan pelanggan, harus selalu bersikap sopan.
'Aku tidak mengerti apa yang kamu maksud mu, orang aneh.'
Karena aku sudah merasa sangat tidak nyaman aku melangkah mundur kebelakang, tapi kakiku malah terpeleset dan aku hampir jatuh dan di langsung menahan ku dengan melingkarkan tangannya di pinggangku.
Mataku pun jadi membualat menatap matanya yang begitu indah, wajah kami saat ini benar benar sanagt dekat bahkan sudah hampir bersentuhan.
Deg!?
Jangungku berdetak saat dia tersenyum padaku,
'Tuhan, bagai mana mungkin pria tampan ini adalah manusia, apa dia seorang malaikat...' kataku di dalam hati mengulangi pertanyaan yang sama.
"Detang jantung mu berdetak sangat cepat beby...!"katanya hingga membuatku terkejut.
Aku memalingkan wajah ku mencoba menghindari tatapan nya, dan aku menolak dadanya berusaha melepaskan diri darinya.
__ADS_1
Dia malah semakin mengeratakan pelukannya, yang sebelumnya hanya melingkar satu tangan di pinggangku sekarang kedua tangannya sudah berada disana.
Semua orang sudah sangat ramai berbisik, ini adalah hal memalukan dalam hidup ku.
"Tuan saya mohon lepaskan saya, semua orang sedang menatap kita...."
"Saya akan melepaskanmu dengan satu syarat..." katanya.
" syarat apa ...?"Tanyaku.
"Syaratnya kau harus mau menikah denganku!"
"Hah?"
"Apa begini caya anda meminta seorang wanita untuk menikahi anda..."kataku yang terus berusaha untuk melepaskan tanganya.
"Jangan bergerak atau saya akan mencium mu disini..." ancamnya.
'Apa dia susah gila! Ya Tuhan kesalahan apa yang sudah ku lalukan sehingga kau kirimkan orang gila ini padaku saat ini!' ucapku di dalam hati.
"Saya tidak sedang meminta , tapi ini adalah sebuah perintah..."Tegasnya.
'Perintah apa? Mana ada perintah seperti ini, dasar manusia dua dimensi.'
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
Terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak dan klik tanda jempolnya ya kakak kakak semuanya.😘😘😘
__ADS_1