
Setiap hari orang rumah memang selalu menghubungiku secafa bergantian. terkadang rio terkadang roy yg menelpon ku.
,, sia baik baik aja sayang...,, kata bunda.
,, iya bun, sia baik baik aja. bunda sama ayah dan kedua jagoan ku gimana kabarnya bun...!,, tanyaku.
,, kita semua juga baik baik aja di sini sayang...,,
,, bukan nya kemarin malam sia baru aja ngomong sama adik kamu roy...,, kata bunda
,, iya sih bun...,,
kami bicara lumayan lama, membahas hal hal yg seperti biasa.
akhirnya pamitan mau memutuakan panggilan telponnya,
,, bunda...,, pangilku
,, ada apa sayang....,,
tersirat di pikiranku ingin mengatakan semuanya.
,, sia...,, pangil bunda lagi karena aku hanya terdiam setelah memanggilnya.
,, iya bun, sia cuma mau bilang kalau sia kangen banget sama bunda dan juga sama yg lainnya...,, aku mengubah kata kata ku.
bunda bilang kalau mereka juga sangat merindukan aku, dan berharap kalau aku bisa pulang walau cuma sebentar.
Selesai mandi aku duduk di depan meja riasku yg sederhana, saag aku mau mengoleskan krem kewajahku, aku memperhatikan wajah ku secara menyeluruh di cermin.
,, dia bilang dia tidak tau alasannya jatuh cinta padaku...,, gumam ku
,, apa benar semudah itu seseorang jatuh cinta...,,
,, dan apa keputusan ku sudah benar, bagaimana jika aku terluka lagi, apa benar keluarga nya bisa menerimaku...,,
lagi lagi kenangan masa lalu itu menghantui pikiranku.
deerrr,,
terdengar hp ku bergetar, yg menelpon adalah Dirga.
__ADS_1
,, halo...,, kataku
,, halo beby, apa yg sedang kau lakukan...!,, kata Dirga
,, saya lagi memasang krim wajah...,, jawabku dengan polos nya entah jenapa aku bisa sejujur ini.
,, kamu baru siap mandi sayang...,, kata Dirga
,, iya....,,
,, tidak busakah aku menjemputmu sekarang saja...,, katanya
,, apa...,,
,, kemari lah sekarang juga...,, tambahnya
aku tersenyum nendengarnya merekek seperti itu.
,, bukan kah kamu sudah berjanji padaku tadi...,, kataku
,, baik lah, aku akan bersabar untuk malam ini, tapi sebagai gantinya, aku ingin mendengar mu memanggil namaku....,,
,, kalau menolak, maka aku akan langsung kesana untuk menjemputmu, putuskan sekarang juga...,, ancamnya
,, tidak bisa kah aku melakukannya setelah aku merasa nyaman dengan hubungan kita...,, kataku
,, kalau tidak sekarang, besok akan ada hukuman untuk mu...,, kata Dirga.
,, hukuman...!,,
,, eem...,,
,, hukuman apa lagi, apa lebih sulit dari memanggil namamu....!,, tanyaku
,, tentu saja, kau harus memberiku sebuah ciuman...,, kata Dirga.
degg
jantungku berdetak tak beraturan mendengar ucapannya.
,, jadi keputusannya ada ditangan mu, pilih salah satunya....,, tegasnya.
__ADS_1
aku menghela napas beberapa kali dengan kasar.
,, pak Diiiirga...,, kataku ragu ragu.
,, flesia, aku ini akan menjadi suami mu bukan jadi papa tirimu sayang...,,
degg
lagi lagi dia mengejutkanku bagaimana bisa dia bisa memanggil namaku semudah itu, seakan kami sudah pacaran lama. jika aku berlama lama bicara dengannya jantungku bisa berhenti berdetak.
bahkan belum sampai sehari, tapi kenapa aku harus terkejut dengan hal seperti ini, bukankah dia bahkan sudah melakukan hal yg paling gila dengan melamarku di depan semua setelah beberapa benit dia melihatku.
,, aku merasa sangat lelah kita bicara lagi besok, selamat malam....,, aku langsung memutuskan pangillannya
Aku sudah siap untuk berangkat kerja seperti biasa, aku keluar dari rumah saat aku membuka pintu aku melihat Dirga dudah berdiri di depan gerbang rumahku.
dia bersandar pada mobilnya sambil menyilangkan kedua tangannya di perut, seperti apa pun di lihat dari sudut mana pun dia memang sangat tampan.
,, pagi sayang....,, katanya
saat aku melangkah mendekatinya,
,, apa yg an...
belum sempat aku nenyelesaikan kata kataku dia sudah membungkam mulutku dengan mulutnya, dengan cepat dia langsung mencum ku, cepat cepat aku menarik tubuhku mundur ke belakang, sambil menutup mulutku dengan tangan kanan ku.
dia selalu saja seenaknya, selalu mengejutkanku dengan kelakuan anehnya.
,, itu hukuman untuk semalam...,, katanya
tiba tiba dia menarik ku masuk kedalam rumah.
,, kamu sudah memberreskannya...,, tanya nya
,, apa...,, kataku
,, barang barang mu...!,, tanya nya lagi.
,, lupakan saja, aku akan minta seseoranv untuk mengurusnya...,,
Dirga lansung menarik tanganku keluar dari rumah, dan kami berdua langsung masuk ke dalam mobil. dia pun dengan segera melajukan mobilnya.
__ADS_1