
Setelah puas bermain aku dan kembali ke hotel lalu membersihkan diri.
Selama dua hari kita bermain dan bersenang senang hari ini kita kembali ke Jakarta. Kemarin aku membeli cukup banyak oleh oleh untuk orang di rumah.
Tiba di bandara pak Amin sudah menjempu kita.
" Selamat datang Aden dan non. " Sapa pa Amin
" Terima kasih pa. " kata Dirga.
Setelak kita bertiga sudah berada di dalam mobil dengan cepat pa Amin melajukan mobil meninggalkan bandara. Aku bersandar di bahu Dirga sedangkan dia sedang asik dengan lebtopnya, aku mendesah.
" Ada apa Sayang apa kau lelah ? "
Aku hanya menggeleng, yg membuatku lelah adalah mengingat besok aku sudah mulai masuk kerja lagi, tapi aku tidak bisa mengeluh soal ini pada Dirga karena dia pasti langsung menyuruhku untuk berhenti bekerja.
" Pa, bagaimana kabar si kembar ! mereka berdua nggak nyusahin bapa kan selama kita nggak ada. " Tanyaku pada pa Amin.
" Nggak kok non, aden Rio dan den Roy itu anak anak yg baik dan sopan, kemarin bapa cuma ngantar mereka ke kampus. " Jelas pa Amin.
" Oh ya Ga mulai besok kan mereka udah masuk kuliah. "
" Benar juga, apa mereka sudah membereskan pendaftarannya ?" tanya Dirga.
" Kayak nya udah den, kemarin bapak denger percakapan mereka saat bapak jemput sepertinya sudah beres semua. " tambah pa amin
" Syukurlah, kita malah lupa bertanya. " kata Dirga.
Tiba dirumah aku bergegas turun dari mobil lalu berlari ke dalam rumah.
" Roy, Rio, mbak pulang. " panggilku dengan suara sedikit berteriak
__ADS_1
" mbak Sia " kata Roy
" Mbak baru nyampe ? " timpal Rio.
Dengan cepat aku berlari dan memeluk kedua nya, Dirga yg melihat ku pecicilan tersenyum heran.
" Mbak, kayak nya mbak Sia harus mulai berubah deh. " Kata Rio.
" Maksud nya. ?"
" Kita bukan anak kecil lagi mbak, jadi berhenti meluk kita kayak gitu. "
" Uuw Adik aku yg satu ini udah merasa dewasa nih, udah tau malu di peluk mbaknya. " godaku.
" Berhentilah menggoda mereka sia. " kata Dirga
" Kamu lupa kalau mulai besok mereka sudah jadi mahasiswa. " tambah Dirga.
" Dengerin tu kata mas Dirga besok kita udah jadi mahasiswa, jadi Rio nggak mau entar ada cewek yg naksir Rio malah jadi ilpil gara gara mbak." ujar Rio dengan narsisnya.
" Jangan berbaring sebelum mandi. " kata Dirga namun tak ku hiraukan karena mataku sudah sangat mengantuk dalam hitungan detik aku sudah tertidur.
Di akibatkan selama dua hari ini Dirga terus saja menguras tenagaku siang malam. Walau tanpa di pungkiri kalau aku juga sangat menyukainya, Walau sempat ada komplik.
" Sia, bangun sayang. "
Dirga berusaha membangunkanku, aku mengucek ucek mataku menggeliat di atas tempat tidur, aku mengulurkan kedua tanganku meminta di raih oleh Dirga, Dirga hanya menuruti kemauanku aku melingkarkan kedua tanganku di leharnya.
Dirga mengankatku ke kamar mandi, lalu meletakkanku kedalam bet uup.
" Buka bajumu Sia. "
__ADS_1
Aku menggeleng manja.
" Kau ingin aku membukanya. " tanya Dirga dan aku mengangguk dengan semangat.
" Apa kamu siap dengan akibatnya nanti. " tegas Dirga.
" Keluarlah aku akan buka sendiri bajuku. " kataku dengan senyuman manja.
*******
Pukul 6 sore aku terjaga, lalu aku membangunkan Dirga.
" Ga, bangun udah pagi. "
Dirga menatapku dengan tatapan mesum nya.
" Jangan menggodaku Ga, atau kamu bakal menyesalinya. " kataku balik menggodanya, Dirga tersenyum lebar, mengetahui diriku yg semakin berani sekarang.
Rio dan Roy di antar pa Amin ke kampus sedangkan aku berangak bersama Dirga.
" Kapan pun jika kamu ingin berhenti bekerja kamu bisa melakukannya. " kata Dirga.
Sejak awal Dirga memang sudah memintaku untuk berhenti bekerja, tapi aku tetap ingin bekerja setidaknya hingga aku hamil nanti, karena takut merasa bosan di rumah aja.
" Aku tau kok Ga, tapi nggak sekarang ya sayang. "
Selesai mengantarkku Dirga langsung melajukan mobilnya menuju kantornya. Semua orang di butik menyambut kedatanganku seperti biasa.
Rio dan Roy mengambil jurusan yg berbeda dan memiliki teman teman yang berbeda pula, tidak sedikit cewek cewek yg mulai menggoda keduanya, Walau Roy terlihat dingin tak seceria Rio malah membuat cewek cewek semakin tertarik padanya.
" Hai Rio, aku shila kamu inget sama aku kan. " Sapa salah seorang cewek yg terlihat lumayan cantik.
__ADS_1
" Roy itu Roi kan adik lo. " kata salah satu teman Roy.
Roy melihat ke arah Rio saat ini yg sedang duduk di kantin kampus. Roy hanya tersenyum tipis tak memperdulikan apa yg sedang terjadi di sana.