
Jam 8 malam kita berdua sudah siap untuk turun kebawah karena kita sudah sangat lapar ingin makan.
Sampai di restoran hotel aku melihat kesekeliling ruangan aku melihat dekorasi yg begitu indah, dalam pikiranku ternyata seperti ini lah hotel bintang lima.
Aku dan dirga melihat menu makanan, aku sedikit bingung dan mengerutkan keningku.
" Biar aku yg pesan. " kata Dirga yg mennyadari ke bingunganku.
" Apa ada makanan yg bisa kita makan disini ga. "
" Tentu saja mereka juga menyediakan makanan untuk orang luar negeri, karena hotel ini di datangi oleh orang dari segala penjuru." jelas Dirga.
" Apa sebelumnya kamu udah pernah kemari. !" tanyaku.
" Belum, ini pertama kalinya. "
" Enak ya jadi kamu bisa mengerti dengan mudah apa yg tertulis di dalam menu tadi. "
Dirga adalah orang yg cerdas bisa menggunakan beberapa bahasa, tidak sepertiku yg hanya bisa berbahasa indonesia saja.
" Hai ga...." terdengar suara seorang cewek yg tak asing di telingaku, yg datang dari belakang kita.
Saat aku menoleh dan melihat cewek yg sebelum nya pernah merangkul Dirga di pesta dulu. Dia berjalan mendekati kita berdua.
" Sopia." kata Dirga.
" Sopia, jadi nama cewek ini adalah Sopia. " gumamku di dalam hati.
__ADS_1
" Kebetulan banget bisa ketemu kamu disini. " kata sopia
" Apa ini istri kamu ga, oh ya aku dengar kamu udah nikah dan sory aku nggak bisa datang, soalnya lagi ada urusan beb."
Aku mulai kesal mendengarnya bicara semanja itu pada Dirga.
" nggak masalah kok sop. " kata Dirga songkat.
" Padahal aku masih berharap bisa di pelaminan sama kamu Ga, dan jadi istri kamu, aku pasti bahagia banget. "
Degg
Mendengar kata kata Sopia membuatku benar benar sangat kesal, seperti apa pun perasaannya pada Dirga tidak seharus nya dia mengatakan itu di hadapanku.
" Jangan bercanda Sopia lo tau gue nggak pernah tertarik sama lo. " tegas Dirga.
" Ooh maaf ya mbak, aku nggak bermaksud membuatmu marah. "
" Oya Ga karena lo disini kita mau lo ikut pesta di bar hotel nanti, bukan kah kau juga harus memperkenalkan istri kamu sama kita kita. " kata sopia.
" Bener banget Ga, ayolah, " kata Glend menimpali
Dirga menatap ku sepertinya menanyakan persetujuanku.
" Gimana sayang, kamu ingin pergi. ! " tanya Dirga.
" Ok, " jawabku
__ADS_1
Selsai makan aku pamit pada Dirga untuk ke toilet. Sampai di toilet aku merapikan mekuup ku tiba tiba aku melihat Sopia sudah berdiri di belakangku.
" Aku bingung apa yg di lihat Dirga pada mu hingga dia mau menikahimu. " kata Sopia yg terdengar tidak enak di telingaku.
Aku berbalik menatapnya, dan tersenyum padanya.
" Aku juga penasaran soal itu, kenapa dia sangat tidak menyukai dirimu. " kata ku sedikit merendahkannya.
Terlihat jelas di wajahnya kalau dia sangat kesal, tapi dia malah tersenyum padaku.
" Kau yakin Dirga tidak menyukaiku ? " kata katanya semakin terdengar mencurigakan. aku yakin dia sedang mencoba membuat ku marah saat ini.
" Aku sudah mengenal Dirga sejak lama, dan aku lebih tau apa yg ada dipikirannya, dan saat kau mengetahuinya aku berharap kau tidak akan terkejut. " katanya membuatku semakin tidak memahami apa yg ada di pikiran cewek itu.
Selesai mengatakan hal aneh itu dia langsung keluar dari toilet meninggalkan ku yg sedang bingung.
Aku mulai terintimidasi olehnya, dipikiranku mulai ada pikiran negatif, aku mengakui belum terlalu mengenal Dirga, aku bahkan berpikir apa aku sudah terlalu gegabah menerima Dirga dan menikahinya.
*****
Selesai bersiap siap aku dan Dirga akan turun kebawah menuju bar untuk menghadiri undangan sopia dan teman teman Dirga.
Aku sebenarnya mulai malas untuk ikut, tapi aku sudah terlanjur mengiakan ajakan itu di hadapan salah satu teman Dirga tadi.
Aku menggunakan gaun berwarna krim.
__ADS_1
Dan Dirga menggunakan kemeja putih dilapisi jas merah maroon, di sesuaikan dengan gaunku. Dirga menggandeng tangan ku di lengannya.
Saat kita berjalan masuk semua mata tertuju ke arah kita, semua orang terlihat tersenyum hanya Sopia yg terlihat sangat kesal.