Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter58. Bayi yang aktif


__ADS_3

Di dalam kamar.


Selesai mandi aku mengeringkan rambutku dulu sebelum tidur, kulihat Dirga masih asik bergutat dengan leptobnya.


" Kamu masih ada kerjaan sayang.. ", tanyaku seraya berbaring berbantalkan pahanya.


Dirga melingkarkan salah satu tangannya di perutku.


" Hm", jawabnya singkat.


" Kok gak di kerjain di kantor aja sih Ga.. kalo di rumah juga kerja kapan istirahatnya.. ",


" Kalo aku kerjain di kantor, aku harus lembur lagi sedangkan aku pengen sama kamu", jawabnya seraya mengecup keningku.


" Em, oh ya sayang, besok kamu temenin aku aku kerumah sakit kan ?", tanyaku.


" Tentu, aku kan udah janji, lagian aku juga pengen selalu ada disaat kamu cek up, apa lagi kali ini kita bakal tau jenis kelamin bayi kita, aku gak mungkin lewatin hal spesial ini kan ?", jawab Dirga.


" Oh.. Kamu rasain juga kan Sia.. ", Dirga terlihat terkejut, karena ini pertama kalinya Dirga merasakan gerakan dari dalam perutku karena dari tadi tangannya terus mengelus perut buncitku.


" Hm ", Jawabku sambil tersenyum lebar, bagiku ini bukan hal yang mengejutkan lagi karena bayiku ini sangat aktif sangat sering aku mendafatkan tendangannya sampai-sampai aku susah tidur karena keaktifannya itu.


" Wuaah, ini mengagumkan, apa dia menaydari kata-kataku sayang.. ?", Dirga terlihat begitu bahagia mendafat sambutan dari anaknya.

__ADS_1


" Coba katakan sesuatu padanya, mungkin dia akan menjawabnya ?", ucapku. Dirga pun langsung menempelkan telunganya di perutku dan mulai bertanya pada anaknya itu yang masih ada di dalam perutku.


" Ehem.. Nak, apa kau bisa mendengar papa ? Papa sangat menyayangimu dan mama melebihi apa pun, kau adalah pelita bagi mama dan papa yang akan menyinari kehidupan kita dengan kehadiranmu, terima kasih papa ucapkan karena telah menjaga mama selama ini, sehat selalu ya sayang ", Ucapnya penuh cinta.


Dug.. Dug..


Bayiku merespon perkataan Dirga, sontak kita tercengang dan tertawa.


" Wuaah.. dia mendengarku, bayi kita mendengar kata-kataku Sia... Aaaa ",


Cup.. Cup.. Cup..


Dirga mulai menciumku di setiap sudut wajahku, karena begitu bahagia.


" Bagiku tidak masalah apa pun jenis kelaminnya, karena dia tetap anak kita, darah daging dan buah cinta kita, aku akan sangat mencintainya ", ucapnya begitu antusias.


" Em.. lalu bagai mana denganku ?", goda ku.


" Apa, apa masih perlu kupertanyakan sayang.. akan ku berikan cintaku kalian tampa batas, itu janjiku ", ucap Dirga.


*********


Keesokan harinya.

__ADS_1


Pagi sekali Dirga sudah pergi kekantor, untuk mengadakan meeting pagi, itu dilakukakannya agar dia tidak telat menjemputku dan pergi kerumah sakit. Karena janji temu dengan dokternya pukul 10.30 siang. Seperti janjinya Dirga datang tepat waktu dan kami pun langsung bergegas menuju rumah sakit.


Di Rumah sakit HOSPITAL SHIP.


Saat ini aku sudah berada di ruang pemeriksaan, beberapa menit lagi aku dan Dirga akam segera megetahui jenis kelamin bayi kami, apa pun hasilnya tidak lah penting karena aku mau pun Dirga tidak mempermasalahkannya kita akan menerima hasilnya dengan senang hati yang terpenting bagiku saat ini adalah bayi ku sehat.


" Baik.. tolong perhatikan layar monitornya.. ", ucap dokter yang sedang membantuku melakukan pemeriksaan USG.


Dug.. Dug.. Dug..


Mendengar detak jantungnya membuat hatiku begitu tentram, air mataku mengalir tanpa kusadari, Dirga menggenggam tangan ku erat.


" Apa anda bisa melihatnya tuan, bayi kalian berjenis kelamin perempuan.. ", jelas dokter.


" Benarkah dok ?", tanya Dirga antusias, Dirga menatapku dengan senyum lebarnya begitu pun aku membalas senyumannya itu, aku merasa bahagia karena menyadari betapa bahagianya Dirga saat ini, ucapannya semalam ternyata memang benar, tak masalah baginya bayi kami perempuan mau pun laki-laki.


" Dan bayinya juga sangat sehat.. selamat ya tuan saya ucapkan sekali lagi", ucap dokter memberi selamat.


" Aku pikir dia laki-laki, tidak kusangka bayiku perempuan.. ", ucap ku.


" Kenapa anda berpikir begitu.. ", tanya dokter.


" Ahh.. karena aku merasa dia sangat aktif dok, sangat sering dia melakukan tendangan di dalam sana ", jelasku.

__ADS_1


" Itu pertanda bagus, karena baginya sangat sehat jadi sudah sewajarnya bayinya sangat aktif ", jelas dokter.


__ADS_2