Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter4. aku bisa gila...


__ADS_3

aku benar benar tidak pernah bermimpi akan bertemu pria seperti dirinya, walau sangat tampan tapi aku rasa dia juga sudah gila.


bagaimana bisa dia memberiku perintah untuk menikahinya, aku bahkan tidak mengenalnya, aku tidak tau nama nya, tidak tau asalnya, intinya aku tidak tau apa pun tentang orang ini. tapi kenapa dia ingin menikahiku.


,, maaf pak CEO....,, kata buk meneger


,, apa...? dia adalah CEO kami...!,, gerutuku di dalam hati


,, saya sudah menunggu kedatangan bapak sejak tadi...,, katanya lagi.


,, baiklah, dion pergilah dengannya dan urus segalanya, karena aku masih punya urusan disini...,, katanya.


dia benar benar tidak berniat melepaskan tangannya, sedangka aku sudah mulai merada panas diseluruh tubuhku.


aku merasa malu setengah mati, dan ini benar benar membuat ku merasa tidak nyaman.


tidak lama kemudian buk meneger dan sekertarisnya pun keluar. dia pun akhirnya melepaskan tangan nya dari pinggangku, dan aku pun mulai merasa lega. aku berfikir bahwa diriku sudah terbebas darinya, tapi ternyata.


,, jadi saya sudah bisa membawa nya pergi kan...?,, katanya


,, apa....,, aku terkejut


dia labgsung menarik tanganku dan membawaku keluar dari butik.

__ADS_1


,, tunggu dulu tuan, apa yg anda lakukan, apa maksudnya membawa saya, anda akan membawa saya kemana...,, tanya ku panjabg lebar namun tak dihiraukan olehnya.


dia langsung membuka puntu mobil dan menyuruhku untuk masuk, saat aku menolak dia malah mendorong ku mosuk kedalam mobil.


dia tidak bersikap kasar tapi hanya sedikit memaksa. aku juga tidak mengerti dengan tindakannya.


sepertinya dia terlihat masih sangat muda, aku yakin umurnya pasti lebih muda dariku, lalu bagai mana dia bisa menyukaiku, tunggu dulu apa dia menyukaiku....? seingatku sejak tadi dia tidak pernah mengatakan kalau dia menyukaiku atau tidak.


yg terus di katakanya adalah mimintaku untuk menikah dengannya, jadi apa maksudnya ingin menikah denganku, apa dia sudah mengenalku.


di dalam mobil kepalaku hampir meledak memikirkan segalanya, yg jelas hanya ada dua kemungkinan yg bisa kupikirka, yaitu antara dia jatuh cinta padaku atau dia sudah gila.


kalau jatah cinta setidaknya dia harus mengenal diriku kan, kalau gila dia seharusnya berada di rumah sakit jiwa, bagaimana bisa dia menjadi seorang CEO.


dion menyerahkan senuah mab berwarna biru padanya, dia membaca isi di dalamnya dengan sangat teliti, saat aku berusaha melihat apa yg di lihatnya ternya berkas itu adalah berkas milik ku.


aku terkejud, apa yg sebenarnya di inginkannya dariku, kenapa dia melihat data pribadiku, aku sudah tidak bisa berpikir lagi, jadi dia benar benar tidak mengenalku, lalu apa yg dia inginkan.


dan saat ini sebenarnha dia ingin membawaku kemana.


,, kita kembali ke kantor terlebih dahulu...,, katanya pada sekertarisnya.


,, baiklah pak...,, jawab dion.

__ADS_1


,, minta semua orang menyiap kan segalanya...,, kata nya lagi


,, baik pak...,,


,, apa yg akan ada lakukan pada saya...!,, tanyaku


aku sudah mulai merasa ketakutan, pikiran pikiran negatif mulai menguasai otak ku, aku ingin melarikan diri dari orang orang ini tapi tidak bisa.


akhirnya kami tiba di depan sebuah perusahaan yg sangat besar dan juga tinggi, entah berapa lantai yg ada di gedung itu.


dia lansung keluar dan meminta ku untuk keluar juga dari mobil.


,, kamu angin aku paksa atau kamu akan menurut untuk keluar sendiri...,, katanya dengan nada sangat lembut.


akhirnya aku pun turun menurutinya, karena aku tudak ingin diseret olehnya lagi seperti tadi.


lagi lagi tanpa ragu dia langsunv menggenggam tsnganku, dan menarik ku masuk ke dalam gedung mewah itu, dan sepertinya itu adalah sebuah perusahaan.


saat mereka berjalan di lobi menuju lip, semua orang yg ada di sana semuanya melihat kearah kami semua orang pun mulai berbisik, aku hanya bisa menutup wajahku dengan salah satu tanganku.


dia tidak menarik ku dengan paksa karena mungkin dia merasa kasihan melihatku kesulitan berjalan cepat karena sepatu yg lumayan tinggi tumitnya.


dion mengikuti langkah kami dati belakang, saat sudah berada di depsn lip dua kangsung menekat tombolnya, setelah lip terbuka kami bertiga pun langsung menaikinya.

__ADS_1


__ADS_2