Serpihan Luka

Serpihan Luka
EDN


__ADS_3

Sia, Dirga, Lisa dan juga Roy, tertawa setelah kepergian Rio untuk mengejar Sopi.


" Sumpah deh, mba. Mereka itu saling mencintai tapi mereka malah terluka karena cinta. Hadeh, emang ya kalau sudah berurusan dengan perasaan sangat sulit untuk di pahami." Ucap Lisa.


" Maksudnya kayak kalian berdua nih?" Goda Sia.


" Kita kenapa mba?" Tanya Roy.


" Kalian juga sama saja kan? Berkali kali putus tapi ujung ujungnya balik lagi." Tangkas Dirga.


Lisa saling tatap dengan Roy, dan Sia menatap Dirga. Seakan masing masing pasangan sedang mengintofeksi diri tentang apa yang terjadi di masa lalu. Namun setiap badai pasti berlalu, setiap luka pasti perlahan bisa memudar, namun cinta dan kasih sayang, semakin hari akan semakin tumbuh jika kita terus menanamkan cinta setiap detiknya.


💫💫💫💫


" Tidak bukan itu maksudku."


" Lalu?" Tanya Sopi.


" Aku ingin kau tetap tinggal karena aku ingin kau berada disisiku." Ucap Rio. Namun Sopi memperlihatkan wajah tidak mengerti.


" Kak, aku tidak memiliki otak secerdas otakmu, dimana kakak bisa mengerti dengan kalimat sesederhana itu." Ucap Sopi.


" Aku.. Aku ingin kau tetap tinggal, karena aku mencintaimu Sopi.. Aku bilang aku mencintaimu, dan tidak bisa membiarkanmu pergi dariku. Kalau kau pergi maka aku juga akan ikut bersama mu." Ujar Rio panjang lebar.


" Kakak ingin ikut denganku? Apa kakak juga ingin melanjutkan study kakak?" Tanya Sopi.


" Tidak."


" Lalu? Kenapa kakak ingin ikut."


" Sopi..!? Kau sedang mencoba mengalihkan pembicaraan saat ini."


" Aww.." Sopi mencubit lengannya.


" Ada apa? Kau baik baik saja?" Tanya Rio panik.


" Ini bukan mimpi kan? Kakak gak lagi becanda kan?" gumam Sopi.


" Ini bukan mimpi, tapi nyata."


" Hmm, karena lenganku terasa sakit, yang artinya aku lagi gak mimpi."


Rio tertawa, " Kau ini sangat lucu Sop. Bukankah kau merasa reaksimu itu sangat terlambat?" Ucap Rio.


" Karena aku gak pernah nyangka aja kakak bakal bilang.." Sopi menggantungkan ucapannya.


" Bilang apa?"


" Bilang cinta ke Sopi." Ucap Sopi gugup.


" Dasar cewek konyol, saat kau menyatakan cinta padaku, kau terlihat sangat percaya diri dan tidak gugup. Tapi saat aku yang menyatakan cinta kau terlihat sangat gugup, bahkan wajahmu saat ini sangat merah Sop, semerah buah jambu merekah."


" Kakak.. A-Aku tidak gugup. Kenapa aku harus gugup." Ucap Sopi gelagapan.


" Gak mau peluk atau apa gitu? Untuk stempel jadinya hubungan kita!" Ucap Rio. Sopi malah terlihat malu dan menundukkan kepalanya. Air mata yang sudah berlinang di matanya pun mulai menetes.


Rio menarik Sopi kedalam pelukannya karena tidak tahan lagi melihat keimutan wanita itu. Sopi pun membalas pelukan pria yang sudah sangat lama ia cintainya itu.


" Ehem, tapi kak Rio..!?"

__ADS_1


" Hmm."


" Sebenarnya, aku gak akan kemana mana, aku akan tetap disini." ujar Sopi.


" Hah?" Rio merenggangkan pelukannya. Ia menatap bingung pada Sopi. Wanita itu menunjukan senyuman aneh di wajahnya, senyuman yang memiliki arti yang sangat mencurigakan.


" Aku tidak akan pergi kemana pun kak. Tidak ada agenda melanjutkan study atau pun pergi ke New York. Maaf kak, aku dan yang lainnya sudah bohong sama kakak."


" Apa?" Rio melepaskan pelukannya.


" Maaf kak. Ini bukan salahku. A-Aku gak tau kalau mba Sia dan lainnya bakal bohongin kak Rio keyak gini. Maaf ya kak, jangan marah pliss.." Ucap Sopi dengan menyatukan kedua tangannya memohon maaf pada Rio.


Rio terdiam, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


" Kakak kok diem? Kakak marah?" Tanya Sopi ragu. Dia sangat takut kalau Rio akan marah padanya.


" Bukan gitu."


" Lalu?"


Rio tersenyum aneh lalu ia memeluk Sopi, mengangkatnya lalu berputar putar di halaman rumah Sopi.


" Kak.... Udah kak malu kalau ada yang liat." Ucap Sopi.


" Ah, maaf." Rio menurinkan Sopi." Aku cuma terlalu senang saja. Aku tidak marah, mana mungkin aku marah saat aku akhirnya bisa menjadikan wanita secantik dirimu jadi kekasihku." Ucap Rio, seraya mendaratkan kecupan hangat di kening kekasihnya itu.


Setelah itu Rio pun pamit pulang.


" Ya sudah, sekarang kamu masuk. Silahkan mimpi indah, dan jangan lupa mimpikan aku."


" Tapi kalau kakak gak datang kemimpi aku gimana? Dan yang datang malah bang Tejo. Klening serpis kita di kantor." Ucap Sopi sedikit mengoda Rio.


" Lah kan cuma di mimpi kak."


" Karena di dalam dunia Sopi hanya boleh di tempati oleh Rio seorang. Entah itu dunia halu maupun dunia nyata, hanya Rio yang di ijinkan memasukinya."


" Ih, jadi puitis gitu, imut banget sih." Ucap Sopi sambil mencubit pipi Rio gemes.


Rio tidak tahan melihat wajah imut Sopi, ingin sekali ia menerkam wanitanya itu.


" Udah masuk sana. Atau mau aku temenin." Ucap Rio


" Huh? Temenin kemana?"


" Masuk ke dalam rumah, terus minta ijin ma keluarga kamu." Ucap Rio.


" Minta ijin apa?"


" Minta ijin menyeretmu ke kantor sipil." goda Rio.


" Kakak..!?"


" Ahahaha.. Aku bercanda Sop."


" Ih, kakak nyebrlin. Udah Sopi masuk dulu ya kak, daaahh."


" Malam.."


Sopi masuk kedalam rumah sambil melambaikan tangannya. Setelah memastikan Sopi masuk kedalam rumah Rio senyum senyum sendiri kayak kesambet setan mabuk cinta.

__ADS_1


💫💫💫💫


5 bulan kemudian.


Setelah melalui banyak rintangan dan perjuangan, akhirnya yang diharapkan tiba juga 1 hari lagi. Besok pernikahan Roy dan Lisa akan dilaksanakan, dan semua orang sibuh mempersiapkan pernikahan mereka.


💫💫💫💫


Esok harinya.


Setelah pernikahan terlaksana dengan hikmat, tiba waktunya melempar bunga. Sopi sangat antusias ingin sekali mendapatkan bunga itu menjadi miliknya, Sopi sampai diam diam memberi kode pada Lisa dengan mengedipkan sebelah matanya agar Lisa mengarahkan lemparannya ke arahnya.


Setelah hitungan ketiga, bunga pun di lemparka oleh Lisa dan bunga tersebut melayang di udara sebelum akhirnya mendarat ke salah satu tangan yang sudah setia menanti sedari tadi. Lalu bunga tersebut malah mendarat ke tangan seorang pria yang tak lain adalah Rio.


Semua orang bersorak ria, namun Sopi dan para gadis lainnya malah cemberut karena kecewa tidak mendapatkan bunganya.


Rio terdiam sambil menatap bingung wajah kekasihnya yang sedang cemberut.


Rio bangun lalu mendekati Sopi, saat ia sudah berdiri di hadapan Sopi, perlahan pria itu berlutut, sambil menyodorkan bunga itu kehadapan kekasihnya itu.


" Di hadapan seluruh keluargaku dan keluargamu, berlututnya aku hari ini, karena aku ingin memilikimu secara sah dan utuh, memilikimu sebagai kekasihku adalah hal terindah dalam hidupku. Kau selalu memberiku cinta melebihi dari yang ku butuhkan. Semua orang yang ada disini akan menjadi saksi dari setiap ucapanku yang akan ku utarakan padamu." Semua orang terdiam menunggu Rio menyelesaikan ucapannya.


" Sopi.. Aku mungkin bukan pria yang sempurna, karena sempurnanya aku jika ada seseorang yang mendapingiku. Aku mungkin bukan pria yang kaya, karena kayanya aku dengan adanya harta berharga di sampingnya. Karena itu, maukah kau melengkapi kekuranganku agar aku menjadi sempurana dan mau kah kau menjadi harta berhargaku agar aku bisa menjadi pria terkaya di dunia dan akhirat?"


Tes tes tes


Air mata Sopi menetes tanpa ia sadari.


" Sopi... Maukah kau menikah denganku?"


" A- Aku mau kak, aku mau menikah dengan kakak." Jawab Sopi.


Semua orang pun bersorak, senyum kebahagian terpancar di setiap wajah semua orang. Selain si pemeran utama yang paling bahagia adalah orang tua Rio dan juga orang tua Sopi.


Sopi memeluk bundanya Rio dan mendapat kecupan hangat dari calon mertuanya itu. Air mata haru pun mengiringi acara bahagia hari itu.


.


.


.


.


Jika kita berdosa pada tuhan maka, jalan untuk memperbaikinya adalah dengan bertobat. Jika kita bersalah pada ibu dan ayah, maka kita harus memohon maaf dengan bersujud di kakinya sampai kata maaf terucap dari mulutnya. Dan jika kita bersalah pada pasangan maka, perbaikilah dengan kata maaf dan juga limpahan kasih sayang yang tak terhingga, agar di masa yang akan datang goresan luka itu dapat terbalut lagi dengan cinta dan kasih sayang itu sendiri.


.


.


.


.


TAMAT.


Terimakasih banyak author ucapkan bagi para pembaca setiaku, kalian adalah semangat bagi author. Author menerima segala kritik dan saran dari kalian semua. Karena dengan adanya kalian lah author bisa sampai pada titik ini. Untuk segala kesalahan dalam penulisan maupun typo yang berserakan di mana mana. Jika ada kesempatan akan coba author perbaiki.


Intinya author berterimakasih banyak pada semuanya. Salam kasih dari author, dan semoga kita selalu di beri kesehatan oleh sang maha kuasa. Amiiin. Sampai bertemu di karya karya author yang lainnya.

__ADS_1


😘😘😘😘😘😘😘😘😘💓💓💓💓💓💓💓


__ADS_2