Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter29. Jalan jalan


__ADS_3

Aku dengan semangat memakai perlengkapan ku di awali dengan baju santai mek uup ringan terlihat senyum sumringah di wajahku di balik pantulan kaca rias yg berada di hadapanku saat ini. Dirga yg menatap ku dari kejauhan seakan memahami isi hatiku yg begitu bahagia saat tadi dia mengatakan akan mengajak ku untuk jalan jalan melihat ke indahan kota. Sebuah kecupan mendarat di tengkuk leher belakangku lalu di sudut mataku.



" Kau terlihat luar biasa sayang. " Dengan suara sendunya Dirga selalu membuatku seakan melayang dengan kata kata rayuannya setiap saat.


" Apa aku terlihat cantik " Godaku dengan sedikit centil, menebarkan senyuman manja di wajahku.


Sebuah kecupan mendarat di bibirki yg baru saja kulapisi dengan pewarna bibir. Mata sendunya menatapku penuh cinta.


" Kalau kau terus menggodaku seprti itu kita mungkin tidak bisa pergi. "


" eemm, aku ingin tau apa aku benar benar cantik. " Aku masih terus kekeh dengan kemauanku yg ingin mendengarnya memujiku lagi.


Dirga mengangkat tubuhku dan menyandarkanku ke dinding, seprti sedang ingin menerkamku.


" Tidak ada yg bisa menandingi kecantikan mu, di setiap saat kau selalu terlihat sangat cantik luar dalam sayang. " ucapan nya memberikan kepuasan di dalam hatiku.


Dalam perjalanan menuju restoran mataku melirik sosok yg tak ingin ku lihat, Wanita yg sudah membuatku menangis semalaman, terlihat saat ini dia sedang menebarkan senyuman menggoda di wajahnya yang kuyakini bahwa senyumannya itu di tujukan pada suamiku.


" Hai Ga, kebetulan banget kita ketemu disini, kalian mau sarapan kan, bareng kita aja kalau gitu. " Saat ini wanita ular itu pasti sedang mencoba menggoda Dirga entah apa lagi yang akan di lakukannya setelah ini.


" Bener Ga bareng kita aja. " Glend menimpali Sopia.


" Kamu nggak masalah kan sayang. " Kata Dirga merangkulku dengan erat, seakan ia berusaha menyadarkan wanita lain bahwa dia adalah milikku.

__ADS_1


Terlihat jelas di mata Sopia penuh amarah, walau dia tersenyum tetapi senyuman itu hanyalah sebuah tameng untuk menyembunyikan kekesalannya.


" Ok, nggak masalah kok Ga. "


Dimeja makan terlalu banyak perbincangan Dirga yg tidak ku pahami bersama Glend, tatapan Sopia membuatku merasa tidak nyaman, pandangannya hanya pada satu arah dan itu adalah Dirga.


" Oya Ga setelah makan apa yg akan kamu lakukan ?" tanya Sopia masih dengan nada suara yg tidak aku suka.


" Apa aku harus memberi tahumu. " Kata Dirga dengan wajah datar.


" Bener banget Sop, lo gimana cih mereka berdua kan lagi bulan madu disini jadi pasti mereka punya banyak rencana yg harus mereka lakukan, dan nggak seharusnya kitaengganggu mereka " ujar Glend menyadarkan Sopia.


" Maksud aku karena kita kebetulan bertemu disini bukankah akan lebih menarik kalau kita bermain bersama. " kata Sopia yg terdengar semakin tidak masuk akal bagiku, kenapa kita harus bermain dengan nya, apa dia sudah gila.


" Jangan bercanda dengan ku Sop, aku sangat mengenalmu, karena ini lah aku semakin tidak menyukaimu. " Dirga menatap Sopia memperingatkan wanita itu.


" Ga, maksud lo apa ngomong gitu ?" Tanya Glend


" Lo bisa tanya sendiri padanya. "


" Trus apa gue salah ?" Kata Sopia


" Apa ?" Tanya Dirga


" Sop...." Timpal Glend

__ADS_1


" Apa gue salah kalau gue ingin memiliki orang yang aku cintai, kamu tau gimana perasaanku, sejak lama aku cuma mencintai kamu, tapi kamu malah memilih wanita tidak berguna itu. " pekiknya tanpa terkendali.


" Jaga bicaramu Sopia. " Bentak Dirga.


" Kau berpikir cinta ku tidak tuluskan, lalu apa kamu yakin cinta nya sesuci itu, aku akan buktikan kalau pilihan mu itu salah dan pada akhirnya kamu akan menjadi milikku. " ucapnya tanpa malu.


Beberapa saat aku mulai memikirkan kata kata yg di ucapkan oleh Sopia, jika dia benar benar tulus mencintai Dirga lalu bagai mana dengan perasaan ku sendiri.


" Sia, sayang..... " panggil Dirga memecahkan lamunanku.


" Kamu kenapa cih dari tadi bengong aja. !"


" Nggak pa2 kok Ga. " Aku mulai merasa takut bahwa aku tidak lah cukup baik baginya, aku takut suatu hari Sopia bisa mengubah hatinya seperti yg di ucapkan Sopia sebelummna.


" Bukankah kau bilang ingin melihat bunga sakura. "


" Tapi sekarang belum musim semi, jadi bunganya belum mekar. " Aku mulai merasa kecewa karena tidak ada bunga sakura yg dapat aku lihat.


" Lalu apa yg ingin kau lakukan sekarang ?" tanya Dirga.


" Entah lah. " Jawabku yg sudah tidak bersemangat lagi seperti sebelumnya.


" Eeemm, Kalau begitu aku menunjukkan sesuatu yg bisa membuatmu bersemangat lagi. " Kata Dirga yg pasti sudah menyadari perasaanku saat ini yg sedang tidak senang.


" Apa. ?"

__ADS_1


__ADS_2