
Aku mencoba untuk berpikir jernih dan menahan emosiku setidaknya demi bayi yang ada di dalam kandunganku saat ini.
Sayang.. tenanglah, apa pun yang kamu lihat ini tidak seperti yang kamu pikirkan, jadi..".Kalimatnya terhenti.
" Aku belum sempat memikirkan apa pun Ga.. karena itu aku bertanya padamu". ucapku dengan serius.
" Sayang... !", Dirga menggenggam tanganku, aku melihat sorot matanya begitu sendu.
" Wanita itu, untuk kedua kalinya dia membuat hatiku merasa seperti ini Ga ! aku merasa terhianati olehmu", Aku sudah tak mampu lagi membendung air mataku.
" Tuan.. !!", Sekertaris Dirga terkejut melihat Tania masih ada di ruangan itu.
" Bawa nona Tania keluar dari ruangan ini ", Titah Dirga.
" Baik tuan, ayo nona Tania ikut saya ", Ucap si sekertaris.
" Jangan sentuh aku, aku bisa keluar sendiri ", Celetuk Tania.
Setelah kedua orang itu keluar.
" Sia... lihat aku sayang, tolong jangan salah paham padaku kau tau kan aku sangat mencintaimu, hmm !!", Mohon Dirga.
" Huaaahhh.... aku percaya sama kamu, cuma rasanya hatiku sakit aja liat kamu sama wanita lain, aku udah janji sama kamu kalau aku akan selalu percaya sama kamu", Jawabku mulai meredakan amarahku.
Dirga langsung memelukku.
" Tidak ada wanita lain yang sebanding denganmu sayang, karena istri tercintaku ini adalah satu-satunya wanita paling cantik fan terseksi di dunia ", gombal Dirga.
" Eleh gombal ", celetukku sambil mencubit pinggangnya.
" Aww... kok di cubit sih bab, bukannya di kasih kiss kek, kan udah di puji sama suaminya ", goda Dirga yang menemperlkan keningnya di keningku.
" Bodo ah, masih sebel ", ucapku kesal.
" Hmm... yeh masih marah, kan udah di peluk kok masih matah cih, nak mama ternyata PMS nya masih parah ", ucapnya seraya mengelus perutku.
" Abis papa nakal, masak main sama cewek ular di ruangan berdua-duan, untung mama datang kalau gak bisa di patuk ni papamu sayang ", Ledekku yang masih belum puas menyeletuknya.
__ADS_1
" Oh ya, kok kamu ke sini gak kabarin aku, trus kesininya sama siapa ?", tanya Dirga bingung.
" Tadinya aku mau kasih kejutan, eh malah akunya yang terkejut, liat suamiku sama cewek lain ", Jawabku di tambah celetukan.
" Sayang, mau sampai kapan menyiksa diri sendiri, jangan di inget terus si ularnya dong", kesal Dirga.
" Bodo ", kesalku, memalingkan wajah.
********
" Woy.... kantin yuk ", ajak Ciko.
" Lo pergi aja berdua gue ada urusan lain ", tolak Roy.
" Eh... tuggu dulu, urusan apa nih !", Tanya Ciko penasaran.
" Kepo lo, kek mak-mak ", celetuk Roy.
" Eh.. mau kemana lu ?", Tanya Ciko yang di hentikan Tobi.
" Lo ngerasa gak cih si es batu itu mulai berubah sekarang ?", tanya Ciko.
" Bodo, kantin yuk, tadi ngajakin ", ajak Tobi.
" Aiss ni temen satu, gak ada asik-asiknya banget sih, paling gak bisa di ajak ngibahin orang ", kesal Ciko
Di parkiran.
Roy ngechat Lisa.
Roy : di mana lu ?
Lisa : napa ? mau tau aja.
Roy : udah jawab aja napa !
Lisa : Idih ngegas,,,, di perpus gue napa sih nanyak"
__ADS_1
Roy : Suka" gue lah, hidup" gue.
Lisa : Yee nyolot ni orang, udah jangan ganggu gue, reseh lu.
Di perpustakaan.
" Ni orang maunya apa sih ? dasar aneh ", kesal Lisa.
Lisa yang masih fokus dengan buku bacaannya tiba-tiba di kejutkan oleh Roy yang langsung menarik lengannya.
" Hoy om-om reseh, santai dong, ini tangan bukan gagang cangkul ", kesal Lisa.
" Ikut gue ", Ajak Roy.
" Apaan, datang-datang main tarik-tarik aja ", celetuk Lisa.
" Udah nurut aja deh ", kekeh Roy.
" Ya gak bisa gitu dong, lo gak liat gue lagi ngapain ! Hah ?", tolal Lisa. " Lagian lu itu mau bawa gue kemana sih ", tanya Lisa penasaran.
" Woy, bisa diem gak, ini perpus bukan kebun binatang ", kesal mahasiswa lainnya.
" Kalo ini kebun binatang lu monyetnya ", Balas Lisa.
" Udah lu ikut aja, toh lu gak bakal bisa belajar lagi ", paksa Roy.
" Haih.. serah lo deh ", kesal Lisa.
Lisa mengikuti Roy sampai parkiran.
" Nih pake ", suruh Roy menyodorkan helm padanya.
" Kita mau kemana sih ", tanya Lisa penasaran.
" Udah deh banyak nanyak lu, entar juga tau ", kesal Roy, memasangkan helm di kepala Lisa.
Lisa melototi Roy kesal, tangannya di tarik Rou naik ke atas motor.
__ADS_1