Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter44. Manja.


__ADS_3

Pukul 22.00 malam.


Klek.


Pintu kamarku terbuka. Dirga baru saja kembali dari kantor, bahkan malam ini pun ia kerja lembur.


Ia mendekatiku, sebelum ke kamar mandi ia menyempat kan diri untuk mencium pipiku.


" Kamu buru pulang ?" tanyaku yg terjaga karena sentuhan bibirnya di pipiku.


" Hemm." jawabnya singkat sambil membelai rambutku. " maaf, apa aku membangunkanmu ?" ucapnya.


Aku menggelengkan kepalaku. " Kamu udah makan ? Mau aku ambilkan makan malam untukmu ?" tanyaku yg khawatir mungkin saja dia belum makan malam.


" Tidak usah, tadi aku sudah makan bersama klien, Jadi kau kembalilah tidur. "


" Nggak apa-apa, aku tungguin kamu saja, baru kita tidur bersama. " aku menaikan badanku supaya nyaman bersandar pada kepala ranjang.


Setelah mencium keningku Dirga langsung berjalan menuju kamar mandi.


Aku memainkan telepon genggamku agar tak berasa bosan dan mengantuk. Entah apa yg membuatku setelah mencium bau tubuh suamiku barusan aku mulai merasa ingin terus di sampingnya dan memeluknya.


Tak lama kemudian Dirga keluar dari kamar mandi.


Deg deg.


Tiba-tiba jantungku berdebar-debar.


' Ada apa dengan jantungku, kenapa jadi berdebar-debar begini, ini kan bukan kali pertama aku melihat dada terbuka dan rambut basahnya. Jantungku yg baik berhentilah berdebar. '

__ADS_1


Aku seperti sedang jatuh cinta lagi padanya. Sangking bernapsunya aku sampai menelan ludah ku, bahkan wajahku mulai terasa panas.


Melihat tubuh sispeknya itu membuatku ingin menerkamnya.


Saat Dirga melirikku, tiba-tiba aku malah memalingkan wajahku, aku seperti seorang tersangka yg tertangkap basah.


" Ada apa, Sayang ?" tanya Dirga, sambil mendekatkan wajahnya tiba-tiba.


Sontak aku terkejut menjauhkan wajahku darinya.


" Oh, bukan apa-apa. " jawabku gelagapan.


" Apa, kenap kau terlihat sangat gugup, Sayang, apa kau baru saja melakukan kesalahan ?" tanya Dirga dengan wajah penuh sidik. Ia tersenyum sangat aneh seperti sedang menertawakanku.


" Salah, salah apa, tentu saja tidak ." kataku masih tetap terdengar salah tingkah.


" Kesalahan seperti sedang memandang tubuh suami mu, tanpa memgenakan apa pun. " Godanya.


" Apa, aku tidak boleh melakukannya. " ujarku sambil melingkarkan kedua tanganku di lehernya, dan mulai menciuminya.


Tentu saja Dirga bukan seseorang yg bisa menahan godaanku. Ia langsung menindih tubuhku, dan mulai ******* habis bibirku.


" Aku paling suka dirimu yg seperti ini, Sayang. Kau membuatku semakin bergairah. " ucapnya sembari terus bermain.


Selesai ia melucuti tubuhku hingga tak memakai apa pun lagi, dengan santai aku menarik handuk yg ia pakai selasai mandi tadi.


" Ga..." seruku di sela-sela desahanku.


" Hemmm" jawab nya di sela-sela desahannya.

__ADS_1


Napasnya semakin terpacu, setelah milinya keluar dan lelah akhirnya permainan berakhir. Dirga memelukku dengan sangat erat, dan aku pun membalasnya. Aku berman-main dengan dagunya. Entah kenapa malam ini aku benar-benar ingin bermanja-manja dengannya.


" Ga..." panggilku. Kerena tak di respon aku merasa kesal. " Sayang..." seruku lagi.


" Hemm.." jawabnya singkat.


" Aku lapar. "


" Kamu ingin makan, jam segini ?" tanyanya dengan mata masij tertutup.


" Em. Ga..." rengekku lagi.


" Baiklah, ayo kita turun dan aku temani kamu makan. " Dirga bangkit dengan malas. Mengambil baju kaus putih dan celana pendeknya di dalam lemari.


Aku juga mulai memakai bajuku. Ia menarik tanganku lalu kita berjalan keluar menuju dapur.


" Sekarang ambil makanannya dan aku akan menuggumu disini. " Ia duduk di kursi meja makan, menungguku mengambilkan makannan dari dalam kulkas.


Ini adalah pertama kalinya aku merasa lapar di tengah malam, padahal sebelumnya tidak pernah. Saat aku membuka kulkas, aku melihat es krim lalu malah ingin memakannya, aku mengambil es krim rasa coklat semangkuk besar.


" Apa yg kau bawa, bukan kah kau bilang lapar?" tanya Dirga.


" Hemm..." jawabku antusias ambil manggut-manggut.


" Lalu kenapa makan es krim, inj tengah malam, Sayang. Kamu bisa sakit tenggorokan kalau makan es krim tengah malam " jelasnya terdengar sedikit kesal.


" Tadinya aku memang lapar, tapi tiba-tiba aku ingin makan ini. " jawabku sambil menyodorkon semangkuk es krim tersebut kehadapannya.


" Tapi, Sia. " sanggahnya.

__ADS_1


" Boleh ya, aku tidak akan memakan semuanya, hanya beberapa suap saja, boleh ya, Sayang. " rengekku.


Pada akhirnya ia menyerah lalu mengijinkannku untuk memakannya.


__ADS_2