
Author POV
Setelah hari itu, Sia memutuskan untuk kembali ke desa di mana ia dulu dilahirkan. Sudah tiga hari Sia kembali ke kampung halamannya itu bersama putri kecilnya. Pagi ini Sia sedang berada di halaman rumah sambil melihat ke indahan warna warni taman bunga.
Sia menatap ke arah matahari yang baru saja menampakkan sinarnya. Ia mengingat kembali kejadian hari itu, dimana saat ia sedang makam siang bersama Riyon tiba tiba saja Dirga datang, dan melakukan penyerangan tak terduga pada Riyon, sehingga membuat emosi Sia tak terkendali lagi.
Flesback
" Dirga.. Mari kita hentikan saja semua ini." Ujar Sia dengan nada dingin.
" Apa?" Tanya Dirga.
" Sebaiknya, kita berhenti sekarang." Sia mengulangi. " Aku sudah tidak sanggup lagi melakukannya." ujar Sia.
" Flesia.."
" Aku sungguh, menderita. Aku merasa sangat cemas, aku terluka dan aku hatiku sudah goyah." Ucap Sia, Dirga menatap lekat wajah Sia yang menunjukkan keseriusan.
" Aku ingin melakukamnya dengan baik, menjadi istri yang baik dan menjadi ibu yang baik. Namun, ternyata itu mustahil, dan aku baru sadar itu."
__ADS_1
" Sayang!?"
" Karena kamu.. Tidak, karena emosiku yang berada di bawah pengaruhmu, membuat segalanya menjadi berantakan. Aku sudaj tidak bisa melakukannya lagi, karena aku.. aku ingin kembali ke saat saat dimana aki bisa tersenyum dan bernapas tanpa rasa cemas."
" Maaf kan aku, Sia! Maaf karena aku sudah sangat melukaimu, Aku.. Maaf atas segalanya, Sayang." Dirga melangkah mendekati Sia dan berusaha ingin meraih tangannya namun Sia malah menjauh dari nya.
" Jujur aku ingin kembali padamu."
" Kalo begitu kembalilah padaku! Kembalilah, aku janji akan berusaha memperbaiki keadaannya dan membuatmu bahagia, jadi.."
" Bagai mana, bagai mana aku bisa berpegang pada janjimu itu? Jika kau sudah pernah berjanji dan engingkarinya dengan mudah. Yang sangat melukai hatiku bukan karena perlakuan kasarmu padaku, melainkan karen kau mempertanyakan jati diriku dan ketulusan cintaku padamu, kau bahkan tidak menyimpan kepercayaan padaku walau hanya sedikit."
" Sia, itu.. Karena aku terlalu mencintaimu, aku dibutakan oleh bara api cemburu. Aku sungguh tidak bisa menerima pria lain menyentuh milikku, jadi karena itu aku.."
" Jika saja malam itu, kau tidak memperlakukanku sangat buruk dan hampir membuat anak ini lenyap, aku mungkin tidak akan sebenci ini padamu. Kau masih ingat dengan pasti apa yang kau ucapkan padaku malam itu kan, Ga?"
" Sia, apa yang terjadi malam itu. Aku.."
" Aku kurang memahami dan hanya mendengar dan menerima perlakuan itu." Sia sudah tidak mampu lagi membendung air matanya, hingga air bening itu mulai mengalir di wajahnya, tersapu oleh kelopak matanya saat terpejam sesaat.
" Akhir akhir ini aku berusaha menenangkan diri. Namun, kau terus dan terus muncul seperti ini, dan itu sangat menggangguku, kau semakin membuatku cemas dan tidak tenang." Sia menegaskan ucapan nya bertapa ia merasa sangat terganggu dengan keberadaan nya di sekitarnya.
__ADS_1
" Aku sudah memikirkan semua ini, aku akan menjadi egois dan hanya akan fokus pada diriku sendiri. Aku ingin hidup tenang tanpa rasa cemas karenamu, oleh karena itu, aku mohon padamu, tolong biarkan aku sendiri dan jangan pernah bertemu lagi."
" Flesia..!? Apa yang kau katakan..?"
" Aku ingin hidup, aku ingin bahagia, jadi.."
" Tidak, aku menolak, kau tidak bisa melakukan itu, kau tidak beleh meninggalkanku." Tegas Dirga.
" Ternyata, mencintaimu sangat menyakitkan. Aku.. Tidak bisa lagi melakukannya. Aku sudah lupa rasanya bahagia atau tersenyum bebas."
💫💫💫💫
Setelah hari itu, Sia langsung mengambil keputusan untuk sementara meninggalkan Jakarta dan menjauh dari sosok Dirga. Ia kembali ke kampung setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya pada perusahaan Riyon. Sehari setelahnya Sia langsung pergi bersama Kamila, tanpa di ketahui oleh Dirga atau pun orang tuanya.
" Mama..!?" Kamila berlari ke arah Sia yang masih bengong menatap langit. Ia berbalik dan langsung mengankat tubuh mungil gadis kecilnya itu.
" Anak mama.. Mila sudah selesai main dengan Nenek dan Kakek, Sayang?" Tanya Sia sambil memcium pipi cabi putrinya itu.
" Nenek lagi buat sarapan, kakek lagi terima telepon. Makanya Mila cari mama." Jawab Kamila.
" Emm, jadi anak mama bosen karena gak ada temen mainnya." Sia menggelitiki Mila hingga ia kegelian dan memohon ampun padanya untuk di lepaskan.
__ADS_1
Sejak tiba di sana, Bunda atau pun Ayah Sia, tidak bertanya apa alasannya pulang kali ini? Karena ketidak hadirannya Dirga, membuat Binda dan Ayahnya menyadari kalau Sia sedang mengalami masalah. Namun mereka sedang menunggu putri satu satunya itu mengeluhkan sendiri pada mereka, apa yang sedang di hadapinya saat ini.
" Mama, kapan papa datang?"