Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter45. Cewek tangguh.


__ADS_3

" Ga.. bangun Sayang. " Aku membangunkan Dirga yg masih tertidur lelap bahkan saat majahari sudah cukup tinggi.


" Hari ini aku tidak akan ke kantor, jadi tidurlah sebentar lagi. " ucapnya dengan mata masih tertutup.


" Kamu tidak kekantoe ! tapi kenapa ?" tanyaku heran, bahkan semalam saja dia masih sangat sibuk di kantornya lalu kenapa hari ini malah libur.


" Kerena tidak ada kerjaan yg penting hari ini, jadi temani aku tidur sebentar lagi. " Dirga sudah menarikku kedalam pelukannya.


" Tapi, Sayang, aku kan harus masuk kerja." Ujarku, tapi ia malah semakin mengeratkan pelukkannya.


" Aku sudah menyuruh sekertarisku mengabari maneger mu bahwa kau tidak masuk kerja hari ini, jadi berhentilah berargumen denganku saat ini, aku benar-benar lelah, dan semua ini adalah salahmu. " celetuknya.


" Tapi, bukankah kau juga menyukainya, Sayang. " Godaku.


Dirga mencium keninggku. " Tidurlah. " ucapnya. " Setelah ini banyak hal yg harus kita lakukan " Tambahnya.


" Hemm. " tanyaku bingung. Namun sudah tak di respon olehnya.


*******


" Mana bagian mu?" Tanya Lisa pada teman sekelompoknya alias Roy.


" Aku belum membuatnya. " jawab Roy ketus.


" Kenapa kau belum membuatnya ! kau tau kan kita sudah harus menyerahkan tugas itu pada pa Radit dua hari lagi. " jelas Lisa.


" Aku tidak bisa membuatnya karena kau tidak menjelaskan padaku tugasnya. " sanggah Roy.


" Karena itu setidaknya perhatikan saat seorang dosen sedang memberikan pengarahan. " Celetuk Lisa.

__ADS_1


" Benarkah, lalu kenapa kau tidak menjelaskannya padaku, bukankah ini adalah tugas kelompok, jadi kita seharusnya mengerjakannya bersama kan. " Roy itu bukan lawan yg mudah saat berargumen.


" Ok, baiklah, jam 2 siang di perpustakaan kita kerjakan tugasnya bersama. "


" Perpustakaan, aku tidak suka kesana." sanggah Roy.


" Apa, apa maksud nya tidak suka. Lalu kita harus membuatnya di mana. " tanya Lisa bingung.


" Jam 2, aku akan menunggumu di parkiran. " ujarnya.


" Parkiran ! apa kau sudah gila ? " pekik Lisa


" Apa, kau baru saja menyebutku gila ?"


" Oh, orang waras mana yg mengerjakan tugas di parkiran. " celetuk Lisa, yg jelas-jelas oikirannya itu tak masuk akal.


" Oh. " jawab Lisa singkat.


Roy tersenyum melihat tingkah lucu Lisa.


*******


Saat Lisa sedang berjalan menuju parkiran, tiba-tiba Kak Alpan senior yg sebelumnya pernah mengajak Lisa pacaran menarik lengannya.


Entah takdir atau kebetulan hal itu selalu di ketahui oleh Roy. Karena khawatir mungkin senior tersebut melakukan sesuatu pada Lisa, ia mendekati mereka.


" Saya nggak bisa kak, bukankah sebelumnya saya sudah kasih alasannya sama kakak. " tolak Lisa lagi.


" Tapi aku nggak percaya sama alasan yg kamu kasih. " kekeh kak Alpan " Atau jangan-jangan kamu udah punya pacar ya ?" tambahnya.

__ADS_1


" Nggak, aku nggak punya pacar. "


" Lalu, kenapa ?"


Lisa membeku. Ada segudang alasan yg bisa ia ungkapkan untuk menolaknya, namun Lisa adalah tipe orang yg selalu jujur. Tanpa sungakn, ia menjawab, " Saya nggak percaya cinta."


Bukan hanya Alpan yg terkejut mendengar jawaban Lisa bahkan Roy pun ikut terkejut.


" Baru kali ini saya mendengar itu. Kenapa ?"


Lisa rikuh. Ia menyibukkan diri dengan terus melihat jam tangannya.


" Boleh tau alasannya, Lisa ?"


Tak jelas balasan yg diminta, apakah proposal kak Alpan atau penyebabnya taknpercaya cinta, Lisa justru bertanya, " kenapa kak Alpan nembak saya?"


" Karena menurut saya, kamu itu baik, manis, lucu, cerdas. Saya suka kamu. "


Lisa tersenyum tipis. " lihat, nggak ada kata-kata cinta di sana. Itu karena cinta memang nggak nyata. Kak Alpan hanya mengartikan baik, manis, lucu, cerdas itu sebagai cinta. Dengan barter yg bukan cinta itu," Lisa menirukan tanda kutip khayalan. " Kak Alpan ingin jadi pacar saya."


" Oke, kalau memang nggak suka, tinggak tolak saja. Nggak percaya cinta ? Alasan macam apa itu ?"


"Alasan paling jujur yg pernah saya berikan pada laki-laki. Itu karena kak Alpan tidak menerina penolakan saya sebelumnya. "


Ada cibiran kecil di mulut kak Alpan. " Kamu bisa ada di dunia ini saja pasti karena cinta."


Lisa menggeleng. " Ibu dan Bapak saya dijodohkan kak. Saya lahir karena nafsu."


Roy yg mendengar gagasan Lisa sampai sangat terkejut.

__ADS_1


__ADS_2