Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter21. bunda masuk rumah sakit


__ADS_3

setelah acara selesai Dirga dan aku kembali kekamar, karena lelah aku membaringka tubuk ku di atas kasur, sedangkan dirga langsung menuju kamar mandi.


15 menit kemudian Dirga keluar dari kamar mandi dan mendapati ku sudah tertidur lelap, bahkan tanpa mengganti gaunku.


dirga yg melihat ku begitu jadi merasa tidak tega untuk membangunkanku, dia hanya menarik selimut dan memasangkannya di badanku.


" apa kamu sengaja melakukan ini sayang, ataw kamu memang benar benar sangat lelah...!" tanya nya sambil memandangiku.


jam 12 malam aku terjaga dan melihat dirga sudah tertidur di sampingku sambil merangkulku dengan sebelah tangannya.


" bagai mana bisa aku tertidur begitu saja...." gumam ku.


kenapa dia tidak membangunkanku....! tanyaku di dalam hati.


aku perlahan mengangkat tangannya dari ku karena aku ingin mengganti gaun ku dan mandi.


selasai mandi aku memakai baju tidur ku dan memakai pelembab wajah terlebih dahulu. saat aku hampir naik ke atas tempat tidur tiba tiba rio mengetuk pintu.


" mbak... mbak sia..." panggilnya terdengar panik. aku langsung bergegas membukakan pintu dirga yg mendengar teriakan rio akhirnya ikut terbangun


" ada apa rio.....kenapa apa yg terjadi...." tanyaku ikutan panik

__ADS_1


" bunda mbak..." kata rio terbata bata


" bunda kenapa...." tanyaku semakin panik. tanpa menuggu jawaban dari rio aku langsung lari kebawah dan di ikuti oleh Dirga dan rio.


aku melihat roy sedang berusaha memopong bunda dari kamar tamu.


" roy bunda kenapa..." tanyaku dengan mata yg sudah berlinang air mata


" bunda demamnya makin tinggi mbak..." kata roy.


" ya udah cepet kita bawa bunda ke rumah sakit..." kata Dirga yg bergegas membantu roy memopong bunda keluar dan masuk ke dalam mobil.


semua orang sangat panik Dirga menyetir mobil sedangkan aku duduk di samping bunda bersama roy, ayah duduk di samping Dirga.


tidak lama kemudian rio dan kedua orang tua Dirga pun tiba di rumah sakit.


"gimana ga ke adaan mertua kamu...." tanya Sania.


" belum tau ma..." jawab Dirga.


mama Sania langsung memelukku, dia tidak tega melihat ku yg terus saja menangis.

__ADS_1


tidak lama kemudian dokter pun keluar.


"gimana keadaan istri saya dok..." tanya ayah


dokte menjalaskan keadaan bunda, dan katanya dokter bunda mengalami darah tinggi, dan sekarang keadaannya sudah lebih setabil.


tidak lama kemudian bunda sadar, hanya ayah yg menemani bunda di dalam karena hanya di ijinkan satu orang menemaninya.


kami semua menuggu di luar, saat ayah keluar aku masuk kedalam ruangan.


" bunda udah merasa lebih baik..." kataku sambil mengusap pipi bunda


" bunda baik baik saja sayang...." kata bubda dengan suara lemah.


" jangan menangis sia, bunda akan segera membaik..." kata bunda mencoba menenangkanku.


karena hanya di ijinkan dua orang saja yg berjaga di rumah sakit, seluruh keluarga akhirnya pulang, awalnya aku tetap tinggal, tapi di larang sama rio dan roy.


mengingat semua orang pasti lelah karena pesta tadi siang, rio dan roy ngotot ingin menjaga bunda bahkan ayah juga tidak di ijinkan untuk tinggal.


tiba dirumah aku dan dirga lansung kembali kekamar, aku duduk di atas tempat tidur dan dirga mengambil sebuah handuk dan air hangat.

__ADS_1


" berbaringlah...." kata dirga.


__ADS_2