Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter30. Senyumanmu.


__ADS_3

" aaaaaa. " Aku berteriak kerika aku melihat begitu luas dan indah nya lautan itu begitu biru dan menyejukkan hati, tak henti hentinya aku tersenyum.


Aku berlari kesana kemari seperti anak remaja, ini pertama kalinya aku melihat lautan, aku bersyukur bisa melihatnya saat ini.


" Aku senang bisa melihat senyumanmu lagi. " Bisik Dirga yg sudah memelukku dari belakang.


Tidak ada hal yg bisa aku sembunyikan darinya, suasana hatiku yg sebelumnya sedikit menciut mulai kembali mekar, yg harus aku pikirkan saat ini adalah kebahagian yg kurasakan saat ini adalah nyata, pria yg memelukku saat ini adalah milikku dan yg harus aku lakukan adalah terus menjaganya agar tidak lepaa dari genggaman ku.


" Maaf ya Ga. "


" em, maaf untuk apa. ?"


" Karena banyak hal yg masih mengusik pikiran dan hatiku, yg terkadang masih mudah goyah. "


" Lupakan saja, selama kamu bersama ku, aku tidak perduli apa pun, aku akan membuat mu mencintaiku tanpa keraguan lagi, akan ku buat kau menjadi wanita yg paling abhagia di dunia ini. "


Itu lah Dirga laki laki yg telah berhasil menaklukkan hatiku yg sudah membeku selama bertahin tahun, dia tanpa ragu selalu mengutarakan isi hatinya.


Aku berbalik menatap Dirga dengan senyuman ringan yg ku tunjukkan padanya.


" Aku mencintaimu. " ujarku


" Aku tau sayang. "


Hadiah terindah dalam hidupku adalah menjadi istrinya, dengan lembut sentuhan bibirnya membuatku terhanyut kedasar jemari hasratku, tanpa memperdulikan sekitar kita terus saja memadu ******* bibir.


Hingga akhirnya napas sudah berpacu kita tau harus menghentikannya karena saat ini kita sedang berada di tempat umum.


" Ingin kembali kehotel. " Kata Dirga yg membuatku tertawa, menyadari bahwa saat ini pasti dia sudah terangsang.

__ADS_1


" Nanti saja ya Ga, aku masih ingin disini. " kataku


Dirga mengangguk, dia hanya bisa menahan hasratnya sampai kita kembali ke hotel nanti, mengingat hari masih siang dan kita baru saja tiba di sini, Dia pasti ingin membuatku senang dan hanya bisa menuruti ke inginanku, walau saat ini di balik celana nya sudah sangat mengeras yg membuat nya sulit bergerak karena terasa sakit.


Tapi dengan jenakanya aku malah meloncat ke arahnya dan dengan cepat dia me nangkapku, hingga saat ini aku sudah bergelantungan di atasnya, ku lingkarkan kakiku di pinggangnya agar tak jatuh dan sesekali aku mencium kening, pipi dan juga bibirnya.


" Apa kau sebahagia itu ?" tanya dirga lalu aku mengangguk dengan semangat.


" Aku sangat bahagia. "


" Karena bisa melihat laut !" Tanya Dirga lagi, namun aku menggelengkan kepalaku.


" Bukan ! lalu karena apa. ?"


" Karena aku memilikimu. "


" Em, tapi kenapa ? "


" Apa kau sadar saat ini adalah penyiksaan terbesar dalam hidupku. "


Aku mengerutkan keningku mencoba memahami ucapannya.


" Saat ini kau sedang menyiksa Dirga kecilku. " Bisik Dirga hingga membuat wakahku terasa panas aku pun melompat turun dari tubuh kekarnya.


" Bermainlah, aku akan membelikan sesuatu untuk mu. " Kata Dirga yg berlalu pergi meninggalkan ku.


Dirga mencari sebuah toilet terdekat untuk mendinginkan otak dan Dirga kecilnya.


" Aku bisa gila jika terus tidak bisa mengendalikanmu seperti ini. " Gumamnya pada senjata pamungkasnya.

__ADS_1


Dirga pergi cukup lama Aku sudah mulai bosan bermain sendiri dengan kerang kerang yg ada di tepi pantai. Berapa pria berkulit putih di sekitarku menatap ku dengan sangat aneh, mereka mulai berbisik walau terdengar olehku namun tak dapat ku pahami kata katanya.


Saat mereka mendekat tiba tiba Dirga sudak merangkulku entah datang dari sudut mana mengejutkan ku.


" Maaf sayang aku agak lama, ini minumanmu. "


" Kamu kemana aja cih Ga, hampir aja orang orang aneh itu...." semua pria aneh itu pergi menjauh melihat tatapan tajam dari mata Dirga.


" Mau duduk di mobil dan minum disana. " ajak Dirga.


" Ga, apa kau tidak marah saat orang orang itu menatap ku. " Entah apa yg membuatku selalu ingin menggodanya.


" Tentu saja tidak. "


" Apa ? kamu bilang tidak, jadi tatapan mu tadi itu di sebut apa sayang. " Aku mulai mengelitiki nya sampai dia mulai meraung raung.


" Hentikan Sia, apa yg kamu lakukan, ok aku akan bicara dan memberitahumua satu rahasia. "


" Apa ? Rahasia apa ?"


Dirga mulai mendekatkan wajahnya dan tersenyum manja padaku, aku menutup mataku lalu.


" Tidak ada yg boleh menatap wanitaku seperti itu. " Bisik Dirga.


Sepertinya dia sedang balik menggodaku, aku mengerutkan keningku dan mulai mencium bibirnya dengan cepat, sudah tidak ada yg kutakuti saat ini, Dia adalah milikku jadi aku bisa melakukan apa pun padanya.


Tangan ku mulai liar dan bersikap nakal aku meraba Dirga kecilnya dari balik celananya hingga membuat Dirga jadi mengila, dengan berutal dia melepas baju ku dan mulai bermain sesuka hatinya, hasrat yg sejak tadi susah payah di tahannya.


Karena tempat nya yg kurang nyaman kita hanya bermain sebentar walau tetap dengan hasrat yg memuaskan.

__ADS_1


__ADS_2