Serpihan Luka

Serpihan Luka
Chapter 57. Apa ini cinta !


__ADS_3

Lisa melototi Roy kesal, tangannya di tarik Rou naik ke atas motor.


" Serah deh, yang waras ngalah ", kesal Lisa.


Roy langsung menghidupkan mesin motornya. " Pegangan, kalo lu gak mau jatuh ", perintah Roy.


" Iya bawel ", kesal Lisa yang langsung melingkarkan kedua tangannya di pinggang Roy.


1 jam dalam perjalanan.


" Wuah... ", Lisa takjup, matanya berbinar-binar.


" Biasa aja mangapnya, tu kodok bisa masuk kemulut lu ", ejek Roy.


" Aiss... Bodo, tapi ini indah banget, lu kok bisa sih nemu tempat sebagus ini ", kagum Lisa.


" Lo suka ?", tanya Roy.


" Hmm... ", jawab Lisa.


" Sama gue ", jebak Roy.


" Huh ! gila lu ", celetuk Lisa.


" Gila tapi kan ganteng ", bangga Roy.


" Idih narsis ", ledek Lisa.


" Narsis-narsis tapi lo suka kan ?", goda Roy.


Lisa memejamkan matanya.


" Iyain aja biar diem tu bacot bawel ", ucap Lisa.


" Beneran nih !", kekeh Roy.


" Udah deh, Eh beliin makanan dong, laper nih ", minta Lisa.


" Yee nyuruh-nyuruh, siapa lo minta di beliin sama gue, pacar bukan, saudara bukan, mak gue apa lagi ", Celetuk Roy.


" Woy bawel, kalo gitu ngapain lu pake culik anak orang, tanggung jawab dong, kalo gak mau beliin ya udah gue balik ", Kesal Lisa.


" Yeeh ngambek ", ledek Roy.


" Ngerusak mood gue aja lu ", kesal Lisa.


" Oke, oke gue beliin, jelek lu kalau cemberut", celetuk Roy.


" Bodo.... ", kesal Lisa.


Tak lama kemudian Roy balik bawa makanan martabak telur, sama dua botol minuman.


" Nih makan", Roy meletakkan piring martabak tersebut di tangan Lisa.


" Emmm bawunya harum, enak ni kayaknya ", Antusias Lisa, " Lah kok cuma satu, punya lunya mana ?", tanya Lisa bingung.


" Udah lo makan aja, gue gak laper", jawab Roy.


" Sumpeh lu !", tanya Lisa.


" Hmm...", Jawab Roy yang langsung menyerubut minumannya.

__ADS_1


Lisa dengan cepat langsung mwnyantap martabaknya sampai habis, emang Lisa udah laper banget sih soalnya belum sempet makan siang.


" Wuahhh.... lu laper atau rakus lu.... cepet banget abisnya", celetuk Roy.


" Laper sekalian rakus, puas lu", kesal Lisa.


Uhuk...uhuk....


" Nih....minum, makanya kalau udah di kasih sama orang bilang makasih bukan malah di jutekin", celetuk Roy.


" Iya iya, makasih makanannya", ucap Lisa.


Roy tersenyum.


Drrrr drrrrr.


Roy melihat layar HPnya dan melihat nama ' bunda ' tertera di sana, dengan cepat Roy langsung menerima panggilan itu.


Roy : " Assalamu alaikum bun..." Sapa Roy sopan.


Sumpah beda banget nada bicaranya, ternyata dia anak baik kalau di rumah, Batin Lisa.


Bunda : " Roy.. kamu lagi dimana nak ! kok belum pulang ?" tanya Bunda


Roy : " Oh, Roy lagi di luar bun, nanti pasti Roy pulang " Jawab Roy sopan.


Bunda : " Kamu di luar sama siapa nak ?" tanya Bunda kepo.


Roy : " Em... sama temen kok bun " jawab Roy.


Kok hatiku ngerasa aneh ya denger suara dia selembut itu, untuk pertama kalinya ini gue rasaain, ahh gak mungkin. Batin Lisa coba menepis pikirannya.


Roy : " Iya bunda cantik " jawab Roy polos, " Lah kok bunda tau temen Roy cewek ". Roy tersadar.


Deg.


Jantung Lisa berdetak saat Roy mengatakan kata cantik.


Itu yang lagi di omongin bukan gue kan ? . Batin Lisa.


Bunda : " Ahahaha, anak bunda ternyata udah besar Ayah, udah tau cewek cantik " goda Bunda


Roy : " Bunda.... "


Bahkan ada ayah, mati gue, malu banget gue, bunda reseh ah. Batin Roy.


Bunda : " Udah dek entar bawa aja kerumah kenalin sama mbak calon adik iparnya " Godaku yang menggantikan Bunda bicara.


Roy : " Mbak sia.... gimana mau bawak kerumah, belum ada kode lampu ijonya mbak " Jelas Roy seraya menatap Lisa dengan senyuman tipis.


Bunda : " Yeeh belum toh, gerak cepat dong dek, sebelum di serobot ma yang lain " ledekku. " Ya udah lanjutin aja PDKT nya, kita gak ganggu lagi deh, kasian ceweknya di anggurin dari tadi di tinggal nelpon ", lanjutku yang langsung mengahiri panggilan dengan ucapan salam.


" Siapa, nyokap ?", tanya Lisa penasaran.


" Hmm, bunda gue ", jawab Roy.


" Di tanyak apa ?", tanya Lisa.


" Em.. nanyain lo... ", jawab Roy jujur.


" Huh ! kok gue ?", bingung Lisa.

__ADS_1


" Bunda ngundang lo kerumah gue ", jawab Roy jujur.


" Huh ! Kok gitu, emang lo bilang apa sama mereka tentang gue, sampe di undang kerumah lo segala ?", tanya Lisa bingung.


" Biasa aja kagetnya ", Roy mengusap wajah Lisa, " Ya gak gue bilang apa-apa". jawab Roy


" Bohong lo Roy ", ucap Lisa.


" Tenang aja, belum gue bilang pacar kok, masih gebetan yang abakal jadi pacar ", goda Roy.


" Parah lu becandanya ", celetuk Lisa.


" Gue serius kok", salaing tatap, " Gue gak becanda ",


" Apanya ?", tanya Lisa bingung.


" Gue mau lo jadi pacar gue ", jawab Roy


Deg.... Deg....


Tuhan kenapa gini lagi ni jantung, moga-moga aja dia gak denger detak jantung gue. Batin Lisa.


" Muka lo merah tu, kayak kepiting rebus ", ucap Roy.


" Huh ! G Gak tuh ", Lisa salah tingkah seraya memegangi wajahnya.


Masak sih gue jatuh cinta sama no orang, beneran gak ya ini cinta, atau cuma rasa simpati aja, karena dia satu-satunya orang yang mau deket sama gue. Walau sikap gue jutek bebek tapi dia terus aja mau deket sama gue. Batin Lisa.


" Woy... jangan bengong entar kesambet setan sungai ini ", celetuk Roy.


Lisa mengendus.


" Gue tau lo pernah bilang, kalo gak percaya sama cinta, jujur gue juga gak percaya kok ", jelas Roy.


" Trus perasaan lo sama gue lo anggep apa ?", tanya Lisa.


" Hmm, suka, sayang.... ", jawab Roy


" Hmm !!". Bingung Lisa.


" Cukup banyak hubungan yang terjalin di muka bumi ini, yang aku tau satu hubungan yang terus ku lihat, yaitu hubungan Bunda dan Ayah, aku tidak pernah mereka mengungkapkan kata cinta, mencintai, tapi mereka terus saja saling melengkapi satu sama lain, saling menjaga, memberikan rasa aman, dan saling menyayangi, bahkan pada anak-anaknya, mereka mencurahkan kasih sayangnya dengan berlimpah bagi kami ketiga anaknya, jadi.... sebuah hubungan bisa terjalin walau tanpa kalimat cinta itu, dan kalo perasaan itu yang di sebut cinta, maka kedua orang tuaku memng saling mencintai ", jelas Roy panjang lebar.


Lisa merebahkan tubuhnya di atas rerumputan.


" Aaahh.... Haih... kayaknya tuhan segaja ngirim lo ya dalam hidup gue ", ucap Lisa mengejutkan Roy.


" Oh ya, gue malah mikir sebaliknya ", ucap Roy yang ikut membaringkan tubuhnya di samping Lisa.


" Gue mau jadi pacar lo ", ucapnya tiba-tiba.


" Huh !! Sontak Roy bangun dan duduk menatap tajam Lisa.


" Gak ada pengulangan ok ", tegas Lisa.


" No No... gue gak denger jelas Lisa, bisa lo ulangi sekali lagi ", pinta Roy.


" No...",


" Lisa... ",


" No...", Roy menggelitiki Lisa, dan Lisa mulai berlari di kejar Roy kesana kemari, kedua orang itu seperti anak kecil saling bercanda.

__ADS_1


__ADS_2