
AUTHOR POV
Roy sedang duduk di sofa sembari memangku Kamila, ia sedang bermain dengan keponakannya itu sembari menunggu Sia mandi.
" Mila, besok mau ikut paman dan bibi Lisa ke taman Sayang?"
" Mau aman. Mila mau main di taman. Naik kuda putar."
" Ya udah, besok kita pergi main ya."
" Apa mama gak di ajak?" Ucap Sia yang akhirnya selesai membersihkan diri. Roy menatap tajam ke arah Sia yang baru duduk beehadapan denagnnya.
" Sia di temani bibi dulu ya. Aman mau bicara dengan mama dulu." Kamila pun langsung menurut dan pergi ke belakang untuk menemui pelayan disana.
" Mba tau apa yang mau kamu bicarakan." Ucap Sia.
" Lalu, apa yang terjadi mba? Pasti mba kesini bukan cuma karena alasan Kamila merindukan ku dan Rio kan? Mba, aku ini adx mu, apa kau tidak bisa percaya padaku dan membagi masalahmu denganku?"
Sia menarik napasnya dalam dalam sebelum akhirnya ia memceritakan semua yang terjadi pada dirinya dan tentang hubungannya dengan Dirga saat ini. Roy terlihat mengepalkan tangannya, ia tak percaya kalau Sia mengalami hal seburuk itu dan dia tidak tau sama sekali. Ia juga tidak pernah menyangka Dirga yang selama ini begitu baik dimatanya, yang ia jadikan sebagai panutan ternyata sanggup berbuat sekejam itu pada wanita yang sudah menjadi istti dan ibu dari putrinya.
Tes tes tes.
Air mata Sia jatuh tanpa seijinnya, setiap kali mengingat apa yang terjadi Sia tidak akan mampu mengendalikan emosinya. Roy mendekati Sia dan memelukknya dengan erat. Ia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga nya dengan baik dan membiarkan Sia mengahadapi semua itu seorang diri.
" Apa maksudnya semua itu, mba?" Tanya Rio, yang baru masuk kedalam rumah, entah berapa banyak yang sudah ia dengar. Namun dari rawut wajahnya Roy dan Sia menebak kalau Rio sudah lama mendengarkan percakapan mereka.
" Rio!?" seru Sia.
" Aku tanya, apa maksudnya mba tidak bisa lagi kembali pada mas, Dirga? Jawab mba?"
" Maaf Rio. Tapi itulah yang sebenarnya, mba.."
" Aku harus memberinya pelajaran." Ucap Rio yang sudah mengepalkan tangannya dan hampir beranjak keluar.
" Rio!?" Sia dan Roy menghentikannya.
__ADS_1
" Lepas mba. Mas Dirga gak bisa melakukan ini ke mba. Gue gak bisa terima itu, bisa bisa nya dia menyiksa mba Sia dan tidak mengakui anaknya sendiri. Dia itu manusia atau iblis?"
" Cukup Rio.." Ujar Roy.
" Cukup lo bilang. Lo kenapa diem aja dan gak melakukan apa pun, mba Sia itu mba kita Roy."
" Apa aku pernah menyangkal itu." Seru Roy.
Setelah di bujuk oleh Sia akhirnya Rio sedikit melunak dan tidak mermaksud untuk menemui Dirga dan memberinya perhitungan padanya.
💫💫💫💫
Pagi ini Roy dan Lisa akan membawa Kamila bermain ke taman seperti janjinya kemarin pada gadis kecil itu.
" Mba yakin gak mau ikut kita?" Tanya Roy yang sudah berada di luar rumah dengan menggedong Kamila.
" Gak, Sayang. Mba ada janji sama bos mba, Mila baik baik ya nak. Jangan nakal, dan bersenang senanglah bersama bibi Lisa dan aman Roy." Pesan Sia setelah memberikan kecupan di pipi mungil gadis kecil itu.
Roy pon akhirnya membawa Kamila untuk menjemput Lisa. Setelah putri dan adiknya pergi Sia kembali kedalam rumah. Di ruang tamu Rio sedang menonton televisi, anak itu sepertinya tidak punya rencana untuk keluar dari rumah, padahal hari ini adalah hari weeken.
" Gak mba." Jawabnya singkat.
" Kemarin mba gak nyangka lo waktu liat Lisa datang kesini. Anak itu benar benar udah banyak berubah ya. Sekarang dia tambah cantik." Ujar Sia, " Ohya, apa yang terjadi pada Sopi kemarin? Mba merasa sebelum ia keluar sepertinya ia hampir menangis. Apa dia baik baik aja?"
" Dia baik baik aja mba. Aku juga bingung kenapa tiba tiba dia bisa nangis." Seru Rio.
" Kamu yakin gak tau alasannya? Apa jangan jangan kamu lagi lagi menolaknya, karena mba tau sejak dulu dia sudah sangat menyukaimu."
Rio sejenak terdiam, ia tak tau harus menjawab Sia seperti apa. Tapi entah mengapa sampai saat ini perasaannya pada Sopi tidak bisa tumbuh walau Sopi sudah berkali kali mengutarakan perasaannya padanya.
" Rio!? Apa jangan jangan kamu masih menyimpan perasaan pada Lisa sampai sekarang, Sayang?"
Sia tau Rio memiliki perasaan pada Lisa, bahkan ia pernah mengatakan nya sendiri pada Sia beberapa tahun yang lalu. Rio tidak bisa menjawab pertanyaan Sia, karena yang di katakan Sia benar adanya, kalau sampai saat ini ia masih menyimpan perasaan itu untuk Lisa.
" Rio!? Mau sampai kapan, Sayang? Kau menutup hatimu untuk yang lain? Ketahuilah Lisa itu sudah menyerahkan hatinya untuk Roy, mba mohon mulai lah merelakannya dan mulai lah hal yang lebih membahagiakan dengan yang lain." Ujar Sia.
__ADS_1
" Aku sudah merelakannya mba." Seru Rio.
Setalah itu tak lama kemudian Sia bersiap untuk berangkat untuk menemui Riyon. Akhirnya Sia tiba di tempat janjinya dengan bos sekaligus teman lamanya itu.
" Sia!?" Panggilan itu membuat Sia menoleh ke arah sumber suara.
" Riyo!?" Sia mendekati Riyon, " Kenapa kau mengajakku bertemu disini? Mana klien yang kamu sebutkan, apa dia ada di sekitar sini?" Tanya Sia.
" Tidak ada klien, aku hanya ingin mengajakmu keluar dengan alasan itu. Karena kalau tidak aku yakin kamu pasti akan menolak." Ujar Riyon.
" Apa? Jadi kau menipuku? Kalau begitu aku pulang saja." Ujar Sia pura pura marah.
" Tolong jangan pergi Sia. Oke aku akui aku salah, aku minta maaf karena sudah membohongimu. Tapi aku mohon tolong temani aku sekali ini saja, aku hanya ingin makan siang di luar, tapi kaj tau kan aku ini tidak punya siapa pun untuk di ajak keluar, jangan kan kekasih, teman pun aku tidak punya." Ujar Riyon pura pura memohon. Sia tersemyum kecil, ia tau Riyom sedang berbohong padanya saat ini. Akhirnya Sia dan Riyon mendatangi sebuah restoran yang terdekat di sekitar sana.
Saat keduanya sedang asik mengobrol setelah selesai makan, sesekali Riyon bertingkah lucu untuk membuat Sia tertawa. Dan usahanya itu membuahkan hasil, Sia mulai bisa tertawa kembali, walau tidak seceria biasanya.
" Sia!?" Suara yang sangat pameliar itu, menbuat jantung Sia seakan berhenti berdetak lagi, ia sedikit bergetar, ia bahkan enggan untuk menoleh menatap orang tersebut.
" Sia!?" Panggilan kedua akhirnya mampu mengalihkan pandangan Sia menatap ke arah sumber suara dengan perlahan.
.
.
.
.
Terima kasih, di mohon dengan sangat jangan lupa vote, like, dan komennya ya kakak kakak. 😘😘😘😘
__ADS_1