Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 101


__ADS_3

"Kita tidak bisa mundur saat ini,tidak perlu panik kita masih memiliki kartu As..."ucap izanagi dengan melirik ke arah Ana.


Ana merupakan orang yang paling peka dengan keadaan di sekitarnya


"Heh... setelah melihat apa yang aku lakukan mereka masih berpikir aku ini bodoh,tapii.. seperti nya menyenangkan bermain-main dengan mereka"


Ana pun hanya menampakkan senyum miris.


...


"Tuan.. kita sudah mengunci pergerakan mereka"tutur bawahan nya.


Si sang Tuan yang di maksud pun,menurunkan kaca jendela mobil mewah nya.


"Hmm... kerja baguss,segera beres kan sampah sampah tersebut.. aku tidak bisa membiarkan Ana Agatha ku terlalu lama bersama para penghianat.."ucap nya.


"laksanakan Tuan"ucap nya..


Sementara itu.


bunyi tembakan tidak henti hentinya terdengar,memecah keheningan malam,suaranya benar-benar terdengar sangat bengiss.. seolah olah yang menembakkan nya sangat bersemangat.


"Tuan.. pasukan kita tinggal setengah nya tuan,sisanya... sudah tewas..."ucap bawahannya.


Teo Harry,Veto Martin dan Izanagi kaget bukan main,meskipun mereka tau pasukan nya tidak seberapa dengan Hyun jin tapi mereka tidak pernah menyangka bahwa akan kalah dalam waktu secepat ini.


"Bagaimana ini,kita sudah kalah telak"ucap Teo dengan wajah yang panik seraya memegang pundak Izanagi.

__ADS_1


"Tunggu sebentar..."ucap nya,lalu ia berjalan cepat kearah Ana yang tengah memainkan ponselnya.


"Nona!... Anda tidak akan mengingkari kata-kata anda pada kami kan..."ucapnya dengan sangat seriuuss.


Ana menatap Izanagi seraya menaikan sebelah alisnya"Apa?..."ucapnya.


Izanagi hanya menatap Ana seolah berkata"kau jangan main-main dengan kami"


Ana menundukkan kepalanya sekilas,dan berkata"Tentu saja.. saat ini aku sedng bersama dengan kalian bukan"ucap Ana


"untuk bermain-main dengan kalian sekaligus menghabisi juga"tambahnya dalam batin.


"Baik.."ucap Izanagi.


Sebagai jawaban,Ana mengangguk seraya mengedip kan matanya.


....


Mayat berserakan dimana-mana,asap pun berwarna merah,akibat bercampur dengan darah segar.


Mereka pun juga harus gerak cepat,karna bisa saja aparat kepolisian memasuki kawasan ini karna mendengar suara tembakan yang menggelegar dan tidak henti-hentinya itu.


Tapi..


Bukan Hyun jin namanya,bila aparat kepolisian saja tidak bisa di amankan.


Hal yang mudah baginya untuk membereskan antek-antek negara,semudah membalikkan telapak tangan.

__ADS_1


Karna dunia berada di dalam genggaman nya.


...


"Tuan... Ana bisa masuk kedalam sekarang,di dalam hanya tersisa beberapa penjaga saja"tutur bawahannya.


Hyun Jin membuka pintu mobil,dengan gerakan Slow motion ia turun dari mobilnya,lengkap menggunakan pakaian formal,ia nampak terlihat sangat berkharisma nan tampan.


Dengan penjagaan ketat,ia pun masuk kedalam bangunan yang sudah terlihat berantakan akibat perbuatan nya.


Dan para Anak buahnya menghabisi sisa-sisa bawahan musuhnya.Hingga sampai lah ia di sebuah pintu besar yang menjulang tinggi.


"Buka pintu ini,bagaimanapun caranya"ucap Hyun Jin dengan aura yang sangat menyeramkan.


Mereka pun tidak ambil pusing,dan langsung mendobrak pintu tersebut dan...


Brak...


Merekapun yang berada di dalam kaget,dan langsung melihat kearah pintu yang hancur tersebut.


"Dia datang..."batin Izanagi Isamu.


"Hmm.. tidak sabaran rupanya.."batin Ana.


Sedangkan orang yang di maksud pun tersenyum miring setelah melihat orang-orang yang berada di dalam ruangan ini seraya berkata"Lama tidak jumpa,, para pelayan ku"ucap nya dengan menekan beberapa kalimat terakhirnya.


Nextt...

__ADS_1


Maaf sebelumnya.. mungkin pertempuran ini,tidak seperti ekspektasi para reader,pertempuran ini hanya sesederhana ini,karena memang otak saya nya ga sampe ke sana... hhe wkwk..


Tapi terimakasih buat yang masih membaca,semoga sehat selalu.


__ADS_2