
Malam harinya.
Ana masih saja bergelut dengan pekerjaan nya,padahal semua karyawan sudah pergi meninggalkan perusahaan nya beberapa jam yang lalu,dan sekarang tinggal dirinya lah seorang yang berada di dalam gedung tinggi pencakar langit tersebut, tentu saja dengan beberapa security di luar gedung.
"Haih sialan,karna ka Leon aku jadi harus lembur"gumam Ana seraya meminum segelas kopi.
"Ada apa dengan ponsel sialan ini juga,dari tadi tidak ada henti-hentinya berbunyi"tambah Ana dengan kesal,ia pun mengambil ponselnya dan mematikannya.
Ana terlihat menghembuskan nafas kasar,dan kembali ke pekerjaan nya, hingga tak terasa bahwa jam dinding sudah menunjukkan pukul 00:34 dan Ana sudah hampir selesai.
Nampak Ana terlihat menyandarkan tubuhnya di kursi,dan mengambil nafas berat beberapa kali seraya memejamkan matanya.
"Heuh... aku lelah"gumam Ana,lalu Ana berdiri dari duduknya dan memasukkan beberapa barang kedalam tas kecil milik nya, namun sebelum itu ia telah mengaktifkan ponsel nya.
Ana pun bergegas berjalan keluar,hingga ia sesampai nya di luar gedung.
"Anda sudah mau pulang Nona?.."tanya security tersebut seraya menunduk kan kepala.
"Iya.. sekarang kau bisa mengunci pintu ini"ucap Ana seraya memberikan kunci pada si security tersebut.
Dan sebagai tanda jawaban atas ucapan dari Ana,si security tersebut pun hanya mengangguk kan kepalnya patuh.
Lalu Ana pun segera menuju ke parkiran untuk mengendarai mobilnya.
Tenang saja guys..
Kita bisa percaya pada di security tersebut,kita tidak perlu khawatir akan adanya pencuri kaleng-kalengan yang masuk kedalam perusahaan utama Aa Group.
Karena si security tersebut bukan lah security bisa,
melainkan ia adalah seorang anggota mafia Angel's Of Death. yang sudah berpengalaman.
Ana mengendarai mobil mewah milik nya dengan kecepatan penuh,ia memanfaatkan keadaan tengah malam yang sepi ini untuk kebut-kebutan.
Suara dering ponsel membuat nya mengerem mendadak,dan memelankan laju mobil nya.
"Siapa lagi ini?.."gerutu Ana.
Ia pun menjawab panggilan telepon tersebut.
"Iya...."
"Kau masih berada di mana?.."ucap orang tersebut.
"Aku sudah berada di jalan.. karena panggilan mu,aku jadi semakin lama untuk sampai ke rumah"ucap Ana.
"Berikan lokasi mu saat ini,aku akan menjemputmu di sana"ucap orang di seberang, yang di ketahui sebagai Leon.
__ADS_1
"Tidak perlu aku.....
Akh!!!.......
Ucapan Anna terpotong oleh teriakan seorang wanita...
"Aku tutup telpon nya"ucap Ana.
TUT.
"Ada apa Ana.. Annaaa..."
Ucap Leon yang berada di rumah.
"Sialan.. dia selalu saja membuat aku khawatir,ada apa sebenarnya di sana"
gumam Leon.
Leon pun terlihat memainkan ponselnya dan
"Haloo.. Joo"ucap nya.
"Aku sangat khawatir jadi aku harap kau bisa menemukan nya"ucap Leon.
"Tentu..."
secara bersamaan setelah Ana memutuskan panggilan nya dengan Leon,ia melanjutkan menjalankan mobilnya pelan,mencari dimana suara teriakan wanita tadi.
Ana berhenti di sebuah pertigaan yang mana pertigaan tersebut adalah sebuah gang kecil yang gelap.
Tanpa basa basi, tanpa berpikir panjang,ia turun dari mobil mewah nya dan berjalan masuk kedalam gang tersebut.
Sangat sunyii, tidak ada suara apapun,tapi itu bagi kita,orang biasa yang belum memiliki kemampuan dan pengalaman.
Tapi pendengaran Ana sangat tajam,yang ia dengar sudah bukan lagi suara langkah kaki,melainkan suara nafas seseorang.
"Berhentilah bersembunyi.. aku bahkan bisa merasakan nafas kalian yang tidak beraturan"ucap Ana lantang dengan tatapan tajam menusuk kulit.
Tidak ada pergerakan sama sekali di dalam gang tersebut,hingga membuat Ana mengulangi kata-katanya.
"Aku hitung sampai 3,jika kalian masih ingin tetap bersembunyi,maka jangan salah kan aku berbuat kasar nantinya"ucap Ana dengan nada intonasi yang kesal.
Tidak lama kemudian,1 orang pria yang masih muda keluar dari dalam kegelapan dengan menenteng sebuah senjata tajam di tangannya mungkin sebuah crulit.
"Aku pikir siapa yang berani mengganggu kesenangan ku,ternyata seorang wanita cantik"ucap si lelaki tersebut seraya menatap Ana dari atas ke bawah.
Ana tak bereaksi apapun,ia hanya menatap tajam orang yang berada di hadapannya ini dengan wajah yang datar.
__ADS_1
Si pemuda tersebut tidak henti-hentinya memandangi Ana,ia nampak memegangi dagunya seraya berkata"Ck.. ck.. ck.. kau benar-benar sangat cantik dan indah"ucap si pemuda tersebut seraya berjalan perlahan hendak mendekati Ana.
"Berhenti di sana,jika kau tidak ingin mati sendirian"ucap Anna.
"Panggil rekan mu yang satu nya lagi, jangan pikir aku tidak bisa merasakan keberadaan nya"tambah nya.
Si pemuda tersebut nampak sedikit kaget,namun ia berusaha untuk tidak menunjukkan reaksi apapun.
"Nampak nya kau ingin cepat-cepat mati ternyata"ucap Ana.
"Apa yang kau maksud sebenarnya ga...."
Ucapan si pria ini terhenti akibat munculnya seorang pria lainnya dari dalam kegelapan gang yang kecil.
Pria ini nampak berjalan seraya menyeret seorang gadis yang tidak sadarkan diri, terlihat bahwa di wajah dan lengan wanita tersebut banyak lebam-lebam,yang memungkinkan besar sebelum kehilangan kesadaran nya ia sempat melakukan perlawanan,namun ya.. bisa kita lihat sendiri,bahwa perlawanan nya sia-sia.
"Kenapa kau keluar?..."bisik rekannya yang satunya..
"Bagaimana aku bisa membiarkan panggilan dari wanita secantik dia"ucap si lelaki tersebut dengan mengeraskan suara nya, mungkin dengan harapan Ana bisa mendengar ucapan nya, padahal tanpa ia bicara keras sekalipun Ana bisa mendengarnya.
Begini lah Ana,yang diam tanpa ekspresi namun menatap tajam lawan bicaranya.
"Uhh.. aku minta maaf nona,karna aku kau melihat adegan yang tidak menyenangkan ini "ucap si lelaki tersebut.
Ana memiringkan kepalanya,seraya membatin"Justru aku khawatir kau akan terkejut bila mengetahui apa saja yang sudah aku alami"
"Benar-benar bodoh"ucap Anna.
Si lelaki tersebut pun berjalan mendekati Anna tanpa melepaskan cengkraman tangannya dari si wanita.
"Berhenti di sana,jika kau berani melangkah lagi dengan membawa wanita itu, jangan harap aku akan membiarkan mu hidup"ucap Ana.
"Uh.. baiklah"
"Apapun yang kau ingin kan cantik"ucap nya,dengan meletakkan tubuh si gadis tersebut lalu mengangkat tangan nya ke atas.
"Kau tidak perlu khawatir cantik,aku adalah anggota dari geng mafia Angel's of death,aku jamin kau tidak akan kekurangan uang bila aku boleh menyentuh tubuh mu"ucap nya seraya berjalan kembali ke arah Ana.
Apa?.... yang benar saja.
Ana diam seribu bahasa,entah apa yang ia pikirkan tetapi terlihat bahwa ia tersenyum tipis bahkan nyaris tidak terlihat.
"Apa kau yakin kau adalah anggota Mafia Angel's Of Death"tanya Ana.
"Tentu saja, bahkan aku di pilih langsung oleh Tuan Jordan"ucap si pria itu congkak.
Sialan dia tidak tau,sedang berbicara dengan siapa ia saat ini.
__ADS_1
Next....