
Ana menebas leher si pemuda tersebut dengan sekali tebasan yang menggunakan Samurai milik si pemuda itu sendiri,kepala pemuda tersebut menggelinding hingga mengenai sepatu miliknya,Ana pun menginjak kepala si pemuda tersebut lalu menendangnya entah kemana...
Dengan tatapan matanya yang tajam,dan dengan wajah penuh darah ia bergumam"Ck... menjijikan"ucapnya seraya melemparkan Samurai di tangannya sekaligus membersihkan noda darah di tangannya.
Ia kembali masuk kedalam mobil dan berniat kembali ke mansions nya,ia merasa jijik dengan noda darah para kecoa di wajahnya yang mulai mengering.
Pada saat ia tiba di rumahnya,betapa terkejut dan leganya mereka melihat Nona nya kembali.
Yang membuat mereka terkejut adalah noda darah di pakaian dan wajah Ana,namun mereka juga sangat lega melihat Nona mereka telah kembali.
Ia pun segera masuk kedalam rumahnya.Disana ia melihat Samuel Jackson yang tengah mondar-mandir dengan gelisah,dan Jordan yang nampak tengah memaki-maki seseorang lewat panggilan telpon.
"Apa yang terjadi?..."tanya nya.
Samuel dan Jordan menoleh kearah Ana secara bersamaan,dan...
"Apa yang terjadi padamu?..."ucap Samuel yang langsung menyadari ada noda darah.
"Kau baik-baik saja bukan?..."ucap Jordan pula seraya mengelap darah di wajah Ana yang sudah mengering dengan sapu tangannya.
"Apa yang terjadi padamu?..."ucap nya lagi.
__ADS_1
Mereka berdua benar-benar di buat khawatir dengan Ana yang seperti itu.
"Dimana lukanya,biar aku mengobati mu"ucap Samuel pula dengan ekspresi sedikit sedih.
"Apa yang terjadi pada mu Ana,kenapa kau melakukan semua ini pada dirimu sendiri"batin Samuel,yang mengira Ana melampiaskan amarahnya dengan melukai diri sendiri.
"Tidak apa... Aku akan membersihkan nya sendiri"ucap Ana,seraya menyingkirkan tangan Jordan dari wajahnya,lalu ia pergi keatas begitu saja.
'Apa apaan dengan mereka,kenapa pertanyaan ku di jawab dengan pertanyaan pula'
Samuel melihat kepergian Ana dengan wajah yang sendu,ia benar-benar sudah sangat-sangat menyayangi Ana,ia pun tidak tau atas dasar apa,tapi yang jelas kasih sayang nya pada Ana tidak ternilai.
Jujur saja,Samuel bingung harus berkata apa pada Jordan,hingga ia memutuskan untuk menepuk pundak Jordan seraya berkata"Kita harus mengerti dan memahami keadaannya Joo"
"Tapii aku sangat khawatir padanya.."ucap Jordan.
"Bukan hanya kau Joo,tapi kita,kita semua"ucap Samuel.
"Tuuaaaaaann.. tuaaaann!!..."teriak salah satu bawahan.
"Kenapa kau berteriak-teriakk?..."ucap Samuel ,sedangkan Jordan menatap bawahan tersebut.
__ADS_1
"Tu.. tu.. tuan,..."ucap si bawahan tersebut yang berusaha mengatur nafasnya yang ter engah-engah akibat berlari.
"Apaaa!!..."ucap Samuel seraya menaikan intonasi suaranya karena ia di buat penasaran oleh bawahannya itu.Ck benar benar lancang.
"Sebaik.. sebaiknya Tuan segera melihat televisi"ucap si bawahan tersebut.
Tanpa ingin bertanya lebih panjang,Samuel dan Jordan pun segera menghampiri televisi dan menyalakannya.
...
"Apa maksud mu dengan berita ini,apa hubungannya di temukan mayat para gangster di jalan xx dengan kita"ucap Jordan yang masih di buat bingung dengan yang di maksud bawahannya.
Samuel pun begitu,ia masih mencerna informasi ini,dan si bawahan tersebut pun menceritakan bahwa saat ia dan rekan nya berhasil menemukan keberadaan Ana yaitu di jalan xx,mereka melihat Ana yang keluar dari mobil dan beberapa orang lelaki dengan senjata di tangannya,bahkan salah satu pemuda hendak menyentuh wajah Ana,ia dan rekannya hendak membantu nona nya namun mereka kalah cepat,karna Ana menghabisi para lelaki tersebut dengan hitungan detik saja.
"Apaa!..."kaget Samuel,seraya mengepalkan tangannya kuat.
"Sampah!... berani sekali mereka merendahkan Ana"marah Jordan yang berdiri dari duduknya.
"Ini tidak bisa di biarkan,aku mau sekarang juga kau cari tau di mana markas gangster tersebut,dan siapa ketuanya,aku ingin memusnahkan mereka malam ini juga"Ucap Samuel dengan sorot mata yg tajam.
NEXT...
__ADS_1