
Semua orang pun mengalihkan pandangannya dari Hyun jin pada Ana,rasa terkejut dan bertanya-tanya tidak bisa di elak kan,
-Si...Siapa dia?...
-Itu siapa?...
-Dari auranya dia bukan lah orang biasa.
-Apa dia datang dengan Tuan Hyun jin.
-Dia benar-benar sangat cantik.
Namun ada seorang yang lebih terkejut dari yg lainnya
"Dia...Dia..."ucap seorang yang tidak bisa berkata-kata ketika ia melihat Kyon Ana Agatha.
"Ada apa Tuan Jang?..."tanya seseorang yg menang sedang bersebelahan dengan orang tersebut yg di ketahui sebagai Pak Jang.
"Ah...Tidak...Tidak ada"ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari Ana.
"Apa kau yakin?..."tanya nya kembali karna ia melihat Pak jang yang menunjukkan ekspresi ketakutan beserta beberapa keringat di dahinya.
"Jadi...Gadis tersebut benar-benar adalah wanita nya Tuan Hyun jin"batin Pak Jang.
.........
__ADS_1
Ana berjalan menyusuri kerumunan manusia yang haus akan kekuasaan,ia berjalan tanpa memperlihatkan ekspresi orang-orang terhadapnya.
Sedangkan Hyun jin sudah duduk di sebuah kursi khusus yang memang sudah di siapkan untuknya.
Ada beberapa orang yg menatapnya dengan tatapan mesum,dan Ana cukup risih dengan hal yg berbau kesana.
Ana pun memicingkan matanya dan melirik kearah orang tersebut dengan aura pembunuhnya,ingin sekali rasanya ia membunuh mereka di tempat karena berani menatapnya dengan tatapan menjijikan.
Sontak saja orang tersebut pun langsung kaget dan menciut,dan sesegera mungkin menghapus pemikirannya.
Heh...
Bukan Hyun jin namanya jika ia tidak bisa melihat hal yang mengganggu wanitanya meskipun hanya sekecil debu.
Hyun jin pun mengisyaratkan pada bawahannya untuk mendekat padanya.
"Habisi dia..."ucap Hyun jin seraya melirik beberapa orang yang tadi menatap wanitanya dengan tatapan menjijikan.
"Baik"ucapnya patuh dan sigap.
Ana pun menghampiri Hyun Jin dan langsung duduk disampingnya,Lagi-lagi orang-orang di buat tercengang oleh apa yg mereka lihat,sedangkan Hyun jin hanya tersenyum tipis yg bahkan nyaris tidak terlihat.
"Apa kau membawa ku kemari hanya untuk menjadi pusat perhatian"ucap Ana datar.
"Apa yg kau katakan baby,nikmati saja"ucap nya seraya hendak merangkul pundak Ana.
__ADS_1
Namun Hyun jin pun kembali mendapat kejutan dari Ana untuk yg kesekian kalinya.
"Jika kau berani menyentuh ku,maka bersiap siaplah untuk keributan yang akan aku buat"ucap Ana seraya menodongkan pisau lipat ke sisi perut Hyun jin yg entah datang dari mana pisau lipat tersebut,tapi yg pasti Ana selalu membawanya kemana pun ia pergi.
"Jika kau berani maka lakukanlah"ucap Hyun jin seraya mendekatkan kepalanya pada kepala Ana,sampai-sampai Tubuhnya menyentuh pisau lipat milik Ana.
"Apa kau pikir aku tidak berani"ucap Ana dengan wajah datarnya.
Ia pun meneken pisau lipatnya kedalam,karna memang jas yang Hyun jin kenakan memiliki pelindung anti peluru jadi Hyun jin tidak perlu takut akan hal itu.
Saat Pisau Ana menggores sedikit jas Hyun jin dan
Tak...
Hyun jin menempelkan Pistol kesayangannya di punggung Ana,
"Kita lihat,pisau mu yang lebih cepat atau...peluru dari pistol ku ini"ucap nya berbisik tepat di telinga Ana.
Kalian bisa bayangkan bagaimana posisi mereka sekarang.
Yap benar sekali,orang-orang melihat mereka berdua seperti pasangan pada umumnya,tidak ada yg menyangka bahwa yg mereka lakukan saat ini adalah saling membunuh.
Ana terdiam kaku,lagi-lagi ia tidak punya pilihan lain"Ck...Sialan"gumamnya seraya menyiapkan kembali pisau lipatnya.
Hyun jin tersenyum di belakang Ana,ia pun memegang rambut Ana dengan lembut seraya menciumnya.
__ADS_1
"Bagus...Aku suka ini"ucapnya.
Next...