
Saat pintu mansion terbuka, Anna mengangkat sedikit ujung bibirnya, namun wajahnya berubah seketika, melihat seorang berdiri di belakang Frans,Nino menyadari ada sesuatu yang tidak beres di sini, melihat reaksi Nona-nya,dan susana di sekitarnya berubah sedikit tegang.
Anna tersenyum miris, berusaha memahami apa yang terjadi di depan mata nya ini, sementara pria tersebut tersenyum penuh kemenangan, membuat Anna geram.
Frans hendak membuka mulutnya,
"Ma-..."
Belum sempat berkata-kata ,ucapan nya cepat di potong oleh Anna.
"Diam!.. aku tidak sebaik itu, untuk membiarkan seorang tamu yang tak di undang memasuki rumah ku."
Hyun masih santai,dengan memasukan kedua tangan nya ke saku celana.
"Benar sekali, karena itu biarkan aku dan Nona kalian berbicara sebentar." Ucap nya.
"Tidak biasa."ucap Frans cepat.
Hyun mengangkat sebelah alisnya,ia mengeluarkan tangan nya,dan menaruhnya di pundak Frans.
"Sejak kapan kau bisa membuat keputusan tanpa seijin dari ku Frans." Ucap nya datar dengan penuh penekanan.
Pada akhirnya,mau sedekat apapun ia dengan Hyun, dirinya tetaplah bukan siapa-siapa,ia tidak bisa melawan,nau diingatkan beberapa kali pun, dirinya bukan lah apa-apa tanpa Hyun Jin.
__ADS_1
"Nona ini...."
Lagi lagi Anna memotong ucapan orang lain.
"Kalian semua bisa keluar biarkan aku berbicara berdua dengan nya."ucap nya.
Mereka yg ada di ruangan tersebut, saling tatap,lalu mereka pergi meninggalkan mereka berdua,di tandai
suara pintu tertutup.
Hyun melepaskan jas nya,lalu ia menentang jas tersebut,seraya melihat sekeliling.
"Kau tinggal dengan cukup banyak pria di sekitarmu."ucap nya.
"Sepertinya kau tidak akan keberatan jika menambah satu orang lelaki lagi."celetuk Hyun.
"Entahlah, pasalnya mereka semua orang yang cukup setia,dan berguna."ucap Anna seraya memakan buah anggur yg tersusun rapih bersama beberapa buah lainnya.
Hyun tersenyum,ia berjalan mendekati Anna, berdiri di hadapannya, membungkuk memegang tangan Anna dan memakan buah anggur yg tengah di pegang oleh Anna.
"Maniss"ucap nya.
Anna melotot,mungkin beberapa inci lagi bola mata itu bisa melompat keluar.
__ADS_1
"Apa kau tidak tau aku,aku adalah orang yang paling setia di antara banyaknya pria,aku bahkan tidak pernah melirik wanita lain setelah aku melihat mu,apa kau mau bukti?..."ucap nya seraya menyesap jari telunjuk Anna.
Anna berdiri dari duduknya, seraya mendorong Hyun jin agar menjauh darinya.
"Orang tua tidak tau malu."ucap Anna.
"Hahah" hyun tertawa
"Ku anggap itu sebagai tanda kau setuju."
Anna hanya terdiam menatap Hyun tanpa ekspresi.
"Hmm.. dia Frans adalah bawahan sekaligus orang terdekat ku,ingin rasanya aku menusuk kedua matanya karena pernah bertemu dan berbicara dengan mutanpa sepengetahuan ku,tapi untuk sekarang itu bukan masalah, karena dia belum mengetahui bahwa kau kk iparnya,kau bisa meminjam nya padaku lain kali."ucapnya seraya duduk di sofa dengan mengangkat satu kakinya.
Anna mengepalkan tangannya,ingin rasanya ia menonjok wajah tampan itu dengan tangannya.
Sementara orang diluar merasa panik apalagi Frans,secara ia tau betul bagaimana sikap Big Boss nya itu.
Anna memberikan isyarat,mereka semua sudah boleh masuk.
Tampak Frans ingin bertanya apa yang di bicarakan mereka berdua,namun Anna terlihat memandangi nya datar.
"Kembali ke topik utama.."
__ADS_1
Next...