Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 15


__ADS_3

"Aku mengerti,kalian pasti tidak menyangka,hha begitupun aku"


ucap Ana,seraya tertawa sumbang.


Sedangkan mereka hanya di buat merinding melihatnya.


Ana hanya memberikan beberapa kalimat,tapi bagi mereka semua itu bagaikan sebuah pidato dari presiden yg sangat panjang.


Mereka semua sangat menyesal telah bertemu dengan Ana ceo mereka,sekarang mereka justru ungin cepat-cepat pergi dari ruang rapat,karna sudah tidak tahan dengan aura pembunuh dan tatapan tajam dari Ana.


Bagi mereka 1 menit bagaikan 1 jam saja,tidak hanya mereka bahkan Leon pun juga ingin cepat-cepat keluar dari ruangan rapat,karna tidak sedikitpun Ana mengurangi aura pembunuhnya.


Lama-lama mereka semua bisa tidak sadarkan diri dutempat ,bila terus-terusan di tekan dengan aura yg sangat menakutkan sehingga membuat mereka sulit bernafas.


Hingga sa'at yg si tunggu-tunggu pun tiba.


"Persiapkan diri kalian"ucap Ana seraya berjalan kelur.


Semua orang pun berdiri sebagai penghormatan ,setelah Ana keluar dan di ikuti oleh Leon dari belakang,mereka kembali duduk dan bisa bernafas dengan lega.


"Kau tau,aku sangat menyesal telah membuat dia datang kemari" ucap kepala divisi.


"Kau benar,jika saja dari awal aku tau bahwa ceo kita adalah seorang remaja yg sangat menakutkan,mungkin aku tidak akan pernah menyudutkan wakil ceo Leon untuk membawanya ke perusahaan" ucap maneger perencanaan.


Dikala mereka sedang sibuk membicarakan kesalahan mereka,di sisilain Ana dan Leon sudah berada di ruangan ceo.


"Aku pikir kau tidak akan datang" ucap Leon yg duduk di sofa yg ada di sana.


"Jika aku tidak datang mungkin kau sudah jadi bulan-bulanan mereka" ucap Ana.


"Kau ini, aku masih bisa mengatasinya,hha ia jika aku boleh bertanya,kenapa kau membuat ruang rapat sangat dungin dan pengap,kau tau,kau membuat mereka semua hampir tak sadarkan diri jika lebih lama lagi di sana" ucap Leon seraya melonggarkan dasinya.


"......" Ana tidak menjawab pertanyaan dari Leon,ia hanya membatin"Aku paling tidak suka melihat orang-orang terdekat ku di rendahkan"

__ADS_1


"Siapa yg membuat mu sampai sekesal itu?..." tanya Leon lagi.


Ana berjalan menghampiri pintu keluar dan membukanya lebar-lebar seraya berkata.


"Keluar jika kau masih mau mengoceh" ucapnya.


"Baiklah nona,,,,,setengah jam lagi aku menunggumu untuk makan siang ok" Ucap Leon seraya berjalan keluar.


Ana lagsung menutup pintu dengan kasar.


Brakkk.....


Leon sampai kaget di buatnya,


"Ya'ampun " ucap Leon seraya mengelus-elus dadanya.


Lalu ia meninggalkan ruangan tsb.


-Gw denger dari atasan,katanya kita di kumpulin karna akan ada ceo kita yg misterius itu.


-Ah,yg bener lu,gue jadi dek-dekan,Kira-kira gimana ya wajahnya cei kita.


-Gw denger dia tu dingin,cuek,irit bicara,tidak suka jika ada yg berani membantahnya,dan yg satu lagi katanya dia seorang psikopat,


-Yg bener,ah gw jadi merinding dengernya,


Dll...


Seperti yg Leon katakan,ia dan Ana akan pergi makan siang,tapi sebelum itu Leon berniat ingin memperkenalkan ana pada semua karyawannya,yg sudah berbaris dengan rapi.


Sa'at sampai disana,


"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa kalian di kumpulkan disini,atau diantara kalian sudah ada yg tau" ucap Leon lantang.

__ADS_1


Semua karyawan hanya mengangguk patuh.


"Hari ini,Saya akan memperkenalkan ceo kita yg sebenarnya"ucap Leon seraya berjalan mundur,sehingga ia berada di belakang Ana,dan semua karyawan bisa melihat dengan jelas wajah Ana.


Semua orang sangat syok ketika melihat Ana,seorang gadis remaja yg sempat mereka hina sebenarnya adalah seorang ceo di perusahaan mereka bekerja.


'Habislah sudah'


Sebuah kalimat yg di ucapkan oleh mereka yg pernah ikut serta menghina Ana,hanya satu yg mereka harapkan 'semoga saja ia tidak ingat dengan ku'


"Iya,Ini adalah ceo sekaligus pemilik tunggal perusahaan Aa Group,nona Kyon Ana Agatha" ucap Leon lantang.


"Selamat siang nona" ucap mereka serentak seraya membungkukan badan nya.


Ana hanya berdehem dengan ekspresi datarnya,


Lalu Ana berjalan keluar tanpa permisi.


Bisik-bisik tentang Ana pun tidak bisa di hindarkan.


Leon pun membubarkan mereka semua,dan ia berlari mengejar Ana.


-Dia dingin banget coy,sa'at liat matanya sumpah gw merinding.


-Kau benar,kita tidak boleh membuatnya marah.


-Mentang-mentang ceo sikapnya pun sangat sombong.


-Gw ga nyangka,dia kan yg diseret tidak di perbolehkan masuk padahal di perusahaannya sendiri.


-Kau benar,pantas saja ia berani memotong tangan seseorang yg berani menetangnya.


NEXTTTT......

__ADS_1


__ADS_2