Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 105


__ADS_3

Di sebuah pemakaman,oh tidak.


Yang lebih tepat nya di depan sebuah makam tengah berdiri dengan kokoh seorang wanita cantik yang mengenakan pakaian hitam-hitam seraya menggenggam se ikat bunga di tangannya.


Jika di perhatikan,tidak ada sedikit pun ekspresi yang terlihat di wajah cantik nya,yang terlihat darinya hanyalah tarikan nafas dan hembusan nafas yang berat,entah itu mengisyaratkan apa!.. tapi yang jelas sangat sulit untuk menebak apa yang tengah di pikiran oleh nya.


Namun yang terakhir ini,, ia terlihat benar-benar menarik nafas nya kuat,lalu ia pun berjongkok di depan makam tersebut seraya meletakan bunga yang di bawanya di atas makam.


"Maaf...Maaf karena aku baru datang menemui mu saat kau meminta ku"ucap si wanita tersebut,yang entah sejak kapan sudah berlinang dengan air mata.


Tanpa terasa,waktu berjalan sangat cepat,2 tahun pun telah berlalu.


Iya


wanita tersebut tidak lain adalah Kyon Ana Agatha,seorang wanita cantik yang merupakan ceo di perusahaan terbesar di negaranya dan cukup berpengaruh bahkan namanya sudah terkenal luas di beberapa negara tetangga.


Sudah banyak yang berubah selama 2 tahun terakhir ini,contoh utamanya dia!...


Kyoon Anna Agatha,dari awal kita sudah tau seperti apa ke pribadian dan watak nya,ia merupakan orang yang sangat pintar ah tidak,lebih tepatnya ia jeniuss.. sangat jeniuss,ia juga tidak suka keramaian dan selalu berada di belakang layar.


Tapi kita juga tidak boleh melupakan bahwa dirinya tidak suka banyak bicara dan


berbasa-basi,sangat dingin,kejam,tidak memilik rasa takut dan tak berbelas kasih,tentu saja semua itu tidak terlepas dari dirinya yang memang merupakan seorang pemimpin mafia yang cukup terkenal akan kejeniusan nya dan kekejamannya dalam membantai para musuh.


Tapi!!...


Sekarang ia sudah cukup banyak berubah selama 1 tahun terakhir ini,entah memang ia baru tersadar atau karna faktor usia yang akan menginjak ke 20 tahun.


Karna itu ia sudah mulai menunjukkan dirinya di publik sebagai seorang Ceo termuda yang sangat sukses,meskipun ia masih membatasi ucapannya saat berbicara dengan orang-orang,tetapi yang sekarang ini ia sudah menunjukan ada nya rasa keperdulian dan kasih sayang di setiap tindakan dan kata-katanya.tetapi tetap saja kekejaman dan rasa tidak berbelas kasih dari dirinya tidak bisa di hilangkan, mungkin hal yg berbau ke arah kesana sudah mendarah daging di dirinya,karna kita tidak boleh melupakan jati dirinya sebagai seorang pemimpin mafia yang cukup ternama.


Tidak hanya itu


namanya sekarang sudah ter pajang rapih di beberapa buku dan di internet sebagai seorang pengusaha wanita muda yang sangat menginspirasi.


Ok Back story.


"Jujur saja,aku tidak pernah berani mengingat dirimu selama 2 tahun terakhir ini,karena aku sangat tau,bahwa aku sudah sangat mengecewakan mu"ucap Ana kembali.


"Aku tidak habis pikir,setelah aku melakukan hal yang sudah membuat mu membenci diri ku,kenapa kau masih ingin aku menemui mu?..."


"Kenapa?..."


Ana menangis tanpa suara,dirinya benar-benar baru menyadari sesuatu yang sangat besar,yaitu tentang kasih sayang.


"Nona apa kau baik-baik saja?..."ucap seseorang di belakang Ana seraya menyentuh pundak nya.


Sett...

__ADS_1


Ana yang menyadari ada seseorang yang menyentuh pundak nya bagaikan ada kilatan petir di mata Ana,dan dengan cepat Ana mengubah ekspresi nya ke datar.


Ana berdiri dan berbalik,dengan tatapan nya ia sudah siap memberikan tatapan mematikan pada orang yang sudah berani menyentuh pundak nya.


Tanpa kata-kata tanpa ekspresi ana menatap orang tersebut.


"Uhh..."


Orang tersebut pun mendesis seraya mundur beberapa langkah ke belakang saat mendapatkan tatapan tajam dari Ana.


"Ah,Saya minta maaf"ucapnya dengan mengangkat kedua tangannya.


Merasa tidak ada jawaban dari gadis yang di temuinya,orang tersebut pun kembali berbicara.


"You Can speak in indonesia?..."ucapnya.


Ana tidak memperdulikan pertanyaan orang yang berada di hadapannya,ia berbalik ke makam ibunya dan membatin"aku pasti akan datang kembali"


Lalu ana melihat kearah orang tersebut yang masih saja memperhatikan nya.


"Menyingkirlah..."ucap Ana datar lalu pergi meninggalkan orang tersebut ah tidak maksud ku pergi meninggalkan lelaki tersebut.


"Apa itu tadi?..."


Gumam si lelaki tersebut.


Sang surya telah menjalankan tugasnya,begitupun dengan si gadis cantik ini,yang saat ini tengah bergelut dengan berkas-berkas yang menumpuk di atas meja miliknya.Dari awal sudah ku katakan banyak yang telah berubah selama 2 tahun terakhir ini.


"Aannn..."panggil seseorang di depan pintu ruangan Ana tersebut.


"Masuk saja .."ucap Ana,tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas-berkas.


Orang tersebut pun langsung membuka pintu dan masuk kedalam ruangan Ana,terlihat lah ia yang berbadan atletis,wajah yang tampan dan ber kharisma serta ber-wibawa.


"Kau masih mengerjakan ini?..."tanya nya santai pada Ana,seolah-olah mereka sangat dekat.


"Hmmm..."jawab Ana yang masih saja fokus pada pekerjaan yg tengah ia kerjakan itu.


"Tinggal kan saja itu,ini sudah lewat jam makan siang,kau bahkan belum makan apapun dari tadi pagi..."ucap lelaki tersebut dengan sangat halus.


"Ini hanya tinggal sebentar lagi.."ucap Ana.Yang memang sangat keras kepala ini.


Si lelaki tersebut pun menghembuskan nafas kasar,dan dengan cepat,ia merampas berkas-berkas yang berada di tangan Ana seraya berkata.


"Lupakan pekerjaan mu,sekarang ini kesehatan mu amat lah sangat penting,jadi... beres kan ini dan ikut bersama dengan ku"ucap nya.


"Heyy... Ayolaaahh. ini tinggal beberapa saat lagi"ucap Ana seraya berdiri dan berusaha mengambil kembali berkas-berkas nya,namun lelaki tersebut malah menunjukan wajah tanpa ekspresi,yang membuat Ana menghembuskan nafas berat dan kembali ke tempat duduknya.

__ADS_1


"Baiklah ka Leooon kau menang"ucap Ana seraya mengemasi beberapa barang nya dengan memasukkan nya ke dalam tas.


Si lelaki tersebut pun,yang di ketahui sebagai Leonardo fransisco tersenyum puas,lalu dengan wajah tampan nya yang tersenyum manis ia merangkul tangan Ana dan menyeretnya keluar ruangan.


"Hey.. tunggu sebentar,apa kau tidak bisa pelan-pelan.."gerutu Ana yang berusaha mengikuti langkah kaki Leon yang lebar.


Sedangkan Leon hanya melirik sekilas ke arah Ana seraya tersenyum tanpa dosa,


Hha benar-benar terbalik,jika mengingat masa lalu,,


Leon lah yang selalu di tinggalkan oleh Ana,namun kali ini Ana lah yang kesusahan untuk mengikuti langkah Leon.


Saat mereka turun,ada banyak karyawan yang menyapa mereka dengan sopan,selayaknya atasan yang baik,Ana dan Leon pun menjawab sapaan mereka dengan layak.


"Apa kau tidak bisa pelan-pelan"ucap Ana saat mereka sudah sampai di bawah.


"Hahah...Bagaimana rasanya?..." ucap


Leon tertawa terbahak bahak melihat Ana yang nampak kelelahan.


Ana mengangkat sebelah alisnya,seraya berkata"Apa?..."


"Dasar kau ini.."Leon di buat gemas dengan Ana, ia pun mengacak-acak rambut Ana dengan tangannya.


"Heyyyyyy..."teriak Ana seraya menghempaskan tangan Leon dari atas kepalanya.


Leon kembali tertawa


"Hmm...Jika di ingat-ingat,dulu selalu aku yang berusaha mengikuti langkah kaki mu,dan kau selalu meninggalkan aku,tapi sekarang......"


"Aaahh...Sudah cukup,sebaiknya kita cepat pergi,aku tidak mau membuang-buang waktu ku yang sangat berharga"potong Ana dengan wajah yang nampak di tekuk,dan berjalan meninggalkan Leon.


"Ia marah..."gumam Leon seraya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Lalu ia pun berjalan menyusul Ana.


-Nona Ana dan tuan Leon sangat akrab


-Ya.. mereka berdua memang selalu kompak,meski kadang selalu bertengkar.


-Hha.. iya,


-Sudah.. sudah.. sebaiknya kita kembali bekerja,jika nona Ana tau... Habislah kita.


begitulah kata beberapa pegawai yang ada di sana.


NEXT....

__ADS_1


__ADS_2