Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 98


__ADS_3

Ana mendekati mereka bertiga yang tengah terduduk di sofa,masih dengan menatap dirinya lekat-lekat.


"Dimana aku duduk?..."ucap Ana tanpa basa basi dengan wajah datar nya.


Mereka semua semakin kaget dengan apa yang baru saja di ucapkan oleh Ana,Apa gadis ini benar-benar tidak memiliki rasa takut.


Saat Veto Martin hendak membuka suaranya,Izanagi memotong ucapan yang hendak di keluarkan oleh veto dengan tatapannya.


"Ah.. kau boleh duduk di sebelah sana"ucap Izanagi yang sedang mencermati tentang diri Ana.


Tanpa bertele-tele pula,Ana duduk di sana dengan angkuh tanpa ekspresi.


"Aku bukan orang yang suka berbasa basi,jadi katakan pada ku apa yang kalian inginkan"ucap Ana dingin nan datar.


"Aku tidak menyangka,gadis ini benar-benar sangat jauh dari ekspektasi ku,benar-benar unik"Batin Teo Harry.


"Gadis ini jelas bukan sembarang gadis biasa,ia seperti tidak memiliki rasa takut bahkan setelah ia di bawa ketempat ini,yang jelas penuh dengan penjaga"batin Veto Martin.


Sementara itu Izanagi Isamu tersenyum tipis mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Ana,


Ia pun berdiri dari duduknya dan menghampiri Ana,lalu ia membungkukkan badannya sedikit,dan tangannya memegang dagu Ana seraya berkata"Aku pikir dia hanya lah seorang maniak,tapi sekarang aku mengerti apa yang membuatnya sangat tertarik pada mu"ucap nya.

__ADS_1


Ana menghempaskan tangan Izanagi Isamu,dan menunjuk dengan jari telunjuk nya tang tepat berada di wajahnya.


"Singkirkan tangan kotor mu dari wajah ku"ucap Ana datar dengan tatapan yang mematikan.


Veto dan Teo sempat terkejut saat melihat tatapan mata Ana yang tajam nan mematikan tersebut"Ba.. bagaimana ia bisa memiliki tatapan mata yang memberikan"batin keduanya.


Izanagi Isamu mengangkat kedua tangannya ke atas,lalu ia duduk kembali ketempatnya.


Ana menatap tajam Izanagi Ismu.


"Heyy... berhenti lah menatap ku seperti itu..


Baiklah-baiklah,kami ingin menggunakan mu untuk menangkap dan menghabisi Hyun jin"ucap Izanagi Isamu.


Sementara itu Teo Harry dan Veto Martin hanya saling bertatap an.


"Apapun yang kau inginkan akan kami wujudkan"ucapnya.


Ana tersenyum tipis di balik wajahnya yang datar,lalu dengan dingin ia berkata"Maka panggil orang-orang yang sudah menyeret ku kemari"ucap nya.


Mereka semua kebingungan,apa yang akan di lakukan oleh gadis ini.

__ADS_1


"Hey Nona,, kau tidak bisa berbuat semau mu di sini,kami tidak butuh persetujuan dari mu..."ucap Teo Harry.


Izanagi Isamu mengangkat tangannya,sebagai isyarat agar Teo berhenti berbicara.


"Aku akan melakukan nya..."ucap Isamu dengan wajah yang mulai tidak suka dengan keadaan.ia pun mengubungi seseorang dan tidak lama kemudian orang orang yang di maksud masuk dengan wajah yang tertunduk.


"Mereka semua sudah ada di sini,apa yang akan kau lakukan?..."tanya Isamu.


Ana berdiri dari duduknya,dan menghampiri para bawahan mereka yg sudah berjejer rapi,ia melihat satu persatu dan...


Dor...


Semua tercengang melihat apa yang mereka lihat,Yaitu Ana menembak beberapa orang yang di ketahui telah menyeretnya tepat di kepalanya,alhasil mereka semua mati seketika.


Mereka semua tidak menyadari kapan Ana mengeluarkan senjatanya dan menghabisi anak buah mereka.Benar-benar tidak terduga.


Apalagi mereka tidak memiliki senjata apapun sekarang,karena memang ruangan ini adalah ruangan pribadi.bahkan mereka tidak pernah menyangka akan ada pertumpahan darah di sini.


"Hey!... Apa yang kau lakukan?..."teriak Veto Martin,sedangkan Isamu dan Teo masih terkejut.


Veto pun hendak menghampiri Ana,namu...

__ADS_1


"Berhenti disana.. Atau aku akan menghabisi mu"ucap Ana dengan menodongkan senjatanya pada Veto


Next...


__ADS_2