Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 57


__ADS_3

"Sialan,aku benar-benar sangat ceroboh,bagaimana aku bisa membiarkannya hidup,aku tidak menyangka jika dia akan melakukan hal ini padaku.Setelah aku keluar dari sini,lihat apa yg akan aku lakukan padamu anak sialan."ucapnya seraya merekatkan gigi.


Hingga sa'at ia mendengar sura pintu terbuka,ia pun pura-pura tidak sadarkan diri.


Kreatt...


Beberapa orang masuk kedalam ruangan tersebut dan menyalakan lampu penerangan meskipun hanya remang-remang.


"Apa dia belum juga sadar"


"Sepertinya begitu"


"Cepat bangunkan dia,Nona memintanya untuk membangunkannya."


"Baiklah,aku akan mengambil air dahulu"


"Iya. cepat"


Sementara satu orang tersebut mengambil air kedua orang di sana hanya memperhatikan keadaan Sung Ji yg tengah terikat oleh rantai besi.


"Lihat lah nasibnya,hahha benar-benar menyedihkan"ucap salah satu orang dengan tertawa mengejek.


"Hahah,kau benar sekali,itulah akibatnya jika berani macam-macam dengan nona kita"Timpal yang satunya.


"Sialan,kalian berani menghina ku,lihat saja jika aku bisa bebas dari tempat ini,akan ku habisi kalian"Batin Sung ji nampak menahan amarahnya.


"Hey ini airnya"


"Berikan,biarkan aku yg melakukannya"


ucap salah satu dari 2 orang yg berada di dalam ruangan tadi.


Byurr...


Dengan semangat para bawahan Ana menyiram wajah Sung ji dengan air,namun Sung ji tidak beraksi apa-apa!mereka mulai panik,karna nona nya memerintahkan agar tidak membiarkan Sung ji mati.

__ADS_1


"Hei...kenapa dia belum sadarkan diri juga?..."


"Coba kau periksa dia,apa masih bernapas."


"Baiklah"ucap salah satu orang di sana seraya mendekati Sung ji dan memeriksanya.


"Bagaimana?..."


"Dia masih bernapas,tapi bagaimana ini dia belum sadarkan diri juga,jika nona tau maka habislah kita.."


"Apa..."


Ucap Ana dingin dan datar,yg entah sejak kapan berada di ruangan tersebut.


"Ah.Nona..."ucap mereka kaget dan langsung menundukkan kepala mereka.


Ana langsung duduk angkuh di kursinya,dengan wajahnya yg datar dan tatapan matanya yang tajam ia melihat kearah Sung Ji yang terkulai lemah.


Menyadari nona nya melihat kearah Sung ji,para bawahannya pun segera bersujud di kaki Ana,dan dengan gemetar mereka berkata"Ma'af nona,ka,,ka mi sudah menyiram nya dengan air,tapi dia tetap tidak mau bangun"


"Masih mau berpura pura,atau kau mau menunggu aku menyiram mu dengan air mendidih"ucapnya dengan tajam.


"Sialan,bagaimana dia bisa tau"batin Sung ji.


"Hahaha...Kau tidak sebodoh yang aku bayangkan"ucap Sung ji dengan mengangkat kepalanya dan menatap ana.


"Heh,Bagaimana tiidur mu Ayah?..."


"Cih,berhentilah menyebut ku Ayah,sialan!..."Bentak Sung ji yg menggelar di ruang bawah tanah.


Ana turun dari kursinya dan berjalan mendekati Sung ji dan berjongkok di depannya,


"Suuuuttttt....Pelankan suara mu ayah,kau masih membutuhkannya untuk berteriak nanti"Ucap Ana dengan suara yg menyeramkan ,benar-benar tidak bisa di bayangkan.


"Heh,ambilkan dia makan"ucap Ana seraya berdiri dan kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


Dengan sigap,mereka memberikan Sung ji makanan,namun Sung ji menghempaskan nampan berisi makanan tersebut hingga berceceran di lantai.


"Apa kau pikir aku ini seekor anji*g,berani sekali kau memberikan aku makan busuk,bahkan makanan anj*ng pun lebih baik dari ini"ucap Sung ji penuh dengan amarah.


"Hey kau"ucap ana pada bawahannya.


"Iiya nona"


"Kau tidak dengar apa yg ia ucapkan barusan,dia ingin memakan makanan anj*ng cepat ambilkan"ucap ana dengan penuh kepuasan.


"Ba...Baik nona"


Dia pun bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Sedang kan Sung ji hanya biisa merekatkan giginya dan mengepalkan tangannya dan memaki di dalam hati.


"Ini...Ini nona"


"Bagus,cepat paksa dia untuk memakannya,hahah..."Ucap ana dengan sangat puas dan tertawa terbahak bahak.


Mereka pun segera mendekati Sung ji


"Hey,,tidak jangan adan yg mendekat"ucap Sung ji.


Mereka tidak mengubrisi ucapan Sung Ji dan segera memegangi dagunya dan membuka paksa mulut sung ji yg tidak henti hentinya memberontak.


"Tidak...Tidak...Tidaaaaaakkkkkk..."


teriakan Sung ji menggelar.


Namun pada akhirnya,mereka berhasil memasukan makanan tersebut kedalam mulut Sung ji dan membuatnya menelannya.


Ana tertawa puas di kursi kebesaran nya,hasrat nya untu membalas kan dendam mulai terpenuhi,dengan melihat Sung ji menderita dirinya benar-benar merasa sangat puas.


Terimakasih atas Like dan dukungan nya

__ADS_1


Ok Next...


__ADS_2