Si Mafia Yang Haus Akan Dendam

Si Mafia Yang Haus Akan Dendam
Episode 84


__ADS_3

"Kenapa dengannya?..."tanya Ana balik,tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.


"Dia sepertinya sedang sakit Nona"ucap bawahannya.


Sontak saja Ana langsung memberhentikan gerakan jarinya dan segera melihat kearah bawahannya tadi.


"Apa yg kau ucapkan!..."ucap Ana.


"Maaf Nona,kami tidak menjaganya dengan baik"ucap bawahannya gemetar melihat Nona nya yg mulai mengeluarkan tekanan yg besar.


Ana pun segera menuju kearah dimana Sung Ji berada,dengan langkahnya yg mungil namun tegas tersebut ,ia membuka pintu ruangandenga kasar.


"Apa yg terjadi?..."ucap Ana.


"Ah...Nona,emm.. luka lukanya sudah mulai terinfeksi dan ada beberapa bagian yang di luar dari kemampuan kami Nona"ucap salah satu dokter.


Ana mendekati Sung Ji yang terbaring tidak sadarkan diri di atas tempat tidur,banyak lebam-lebam di sekujur tubuhnya dan ada pula yang sudah mulai mengeluarkan nanah.


"Ana. tidakkah kamu terlihat berlebihan pada ayah mu,kau sangat kejam padanya"batin author.

__ADS_1


Mff terbawa suasana.


Ana pun menatap Sung ji yang nampak sangat-sangat menyedihkan di dalam hatinya,di dalam diri nya ada sedikit rasa iba yang bercampur dengan rasa bersalah,namun ia segera menepis jauh-jauh rasa itu dan kembali tersadar akan kejadian malam yang kelam itu.


"Bangunkan dia sekarang juga!..."ucap Ana datar seraya menatap lurus kedepan.


"Ta...tapi Nona!..."ucap salah satu perawat dengan sedikit panik.


"Aku tidak akan mengulangi kata-kataku untuk yang kedua kalinya"ucap Ana dengan penuh penekanan.


"Tapi Ana,itu akan sangat beresiko bagi keselamatannya"ucap Sampel yang entah sejak kapan berada di belakang Ana,dan segera mendekatinya.


"Aku tidak perduli,gunakan cara apapun untuk membangunkannya,dan kau dalam hal ini aku tidak mengijinkan ku mencampuri urusanku"ucap Ana.


Sam pun menarik kembali tangannya di udara,ia hanya terdiam mendengar ucapan Ana.


Lalu entah sejak kapan pula Leon berada di sana,ia pun segera menarik tangan Samuel dan membawanya keluar dari ruangan tersebut Leonardo fransisco menepuk-nepuk pundak Sam seraya berkata"Tidak apa.. Ana hanya sedang emosi untuk saat ini,kau pasti tau ini adalah kelemahan terbesarnya,dia menutupi kelemahannya dengan amarah,agar kita tidak bisa melihat bahwa dirinya sekarang sedang hancur"ucap Leon.


"Hey... tidak apa!... aku mengerti"ucap Samuel.

__ADS_1


.........


"Akhirnya kau bangun!..."ucap Ana yang melihat Sung ji membuka matanya secara perlahan lahan.


"Uhh...Dasar kau Ana Biad*b"teriak Sung ji penuh dengan amarah saat melihat wajah putrinya.


Sung ji benar-benar sudah tidak sanggup berada di sini,putrinya ini melakukan hal yang jauh berada di luar pemikirannya,putrinya benar-benar sudah gila,itulah yang berada di pikiran Sung ji.


Tanpa menyadari bahwa yang membuat Ana seperti itu adalah dirinya sendiri.


Ana hanya melakukan apa yang Sung ji lakukan dahulu padanya,Sung ji saja yang tanpa berbelas kasih mau membakar putrinya hidup-hidup,maka Ana pun sebaliknya,ia akan menyiksa ayahnya tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


Mendengar teriakan Sung ji membuat Ana tertawa terbahak-bahak.


"Kau... kau benar-benar sudah gila"ucap Sung ji seraya berusaha melepaskan borgol di tangannya.


Mendengar ucapan sung ji membuat Ana tertawa keras hingga menggema di sana"kau bilang apa?... aku gila.Pft...Hahaha tentu saja aku gila,karna kau membuat ku gila..."ucap Ana dengan raut wajah yg sangat menyeramkan.


next....

__ADS_1


__ADS_2